Stasiun Manggarai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Stasiun Manggarai
Manggarai sta 100210-0803.jpg
Manggaraistation.jpg
Stasiun Manggarai, 2010
Letak
Provinsi DKI Jakarta
Kota Jakarta Selatan
Kecamatan Tebet
Kelurahan Manggarai
Kode pos 12850
Sejarah
Informasi lain
Operator Daerah Operasi I Jakarta
Singkatan stasiun MRI
Ketinggian +13 m
Layanan KA Commuter Jabodetabek, Argo Parahyangan
Tata letak stasiun
Suasana di peron Stasiun Manggarai.

Stasiun Manggarai (kode: MRI, +13 m) adalah stasiun kereta api terbesar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia yang terletak di Manggarai, Tebet Jakarta Selatan. Stasiun ini memiliki jalur hampir sebanyak stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini kebanyakan hanya melayani kereta komuter tujuan Bogor, Depok, Jatinegara, Jakarta Kota, dan Bekasi. Letak stasiun berada di persimpangan tujuh: ke Jatinegara, Jakarta Kota, Tanah Abang, Bogor, dipo KRL Bukit Duri, Pengawas Urusan Kereta, serta Balai Yasa Manggarai.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pembangunan Stasiun Manggarai sekitar tahun 1910-an.

Wilayah Manggarai, sudah dikenal sejak abad ke-17. Dahulu merupakan tempat tinggal dan pasar budak asal Manggarai, Flores, kemudian berkembang menjadi Gementee Meester Cornelis. Meskipun jalur Batavia-Buitenzorg dibangun oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1873, di daerah ini baru dibangun stasiun Manggarai pada tahun 1914 dan selesai 1 Mei 1918.[1]

Sejak dibangun, tidak ada perubahan yang berarti pada bangunan stasiun ini. Pada saat diresmikan, bangunan ini sebenarnya belum selesai secara keseluruhan. Atap besi tidak dapat didatangkan karena meletusnya Perang Dunia I. Sejak 1913, Staatsspoor en Tramwegen (SS, dulu Staatsspoorwegen) menguasai seluruh jalur KA di Batavia dan Meester Cornelis. SS kemudian menata ulang jalur KA di kedua kotapraja tersebut, antara lain membongkar stasiun Bukitduri (dipo KRL saat ini) eks-NIS dan membangun stasiun baru di Manggarai. Pembangunan dipimpin oleh arsitek Belanda bernama Ir. J. van Gendt. Ia juga mengarsiteki sekolah pendidikan perkeretaapian dan rumah-rumah dinas pegawai di sekitar kompleks stasiun.[1]

Stasiun ini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia yakni pada tanggal 3 Januari 1946, kereta luar biasa (KLB) mengangkut rombongan Presiden Soekarno ke Kota Yogyakarta. Di sini, berbagai persiapan sangat rahasia dilakukan. Deretan gerbong barang ditaruh pada jalur 1. Sekitar pukul tujuh malam, KLB melintas sangat perlahan dari arah Pegangsaan melalui jalur 4.[1]

Fasilitas lain[sunting | sunting sumber]

Stasiun Manggarai sekaligus berfungsi sebagai dipo penyimpanan kereta-kereta besar. Banyak kereta kelas eksekutif dan bisnis diparkir di stasiun ini yang selanjutnya akan menuju ke stasiun Gambir atau Jakarta Kota. Jalur kereta api dari Bandara Soekarno-Hatta yang sedang dalam perencanaan juga dijadwalkan akan berakhir di stasiun ini.

Bersebelahan dengan dipo dan stasiun Manggarai ini terdapat Balai Yasa Manggarai, yang merupakan bengkel untuk melakukan perawatan rutin dan mereparasi kereta-kereta penumpang. Kemudian, tidak jauh di selatan stasiun ini terletak dipo KRL Bukit Duri, tempat penyimpanan dan perawatan harian aneka kereta rel listrik. Awalnya dipo ini juga menyimpan lokomotif diesel, namun semuanya dipindahkan ke dipo di Jatinegara dan Tanah Abang.

Angkutan umum[sunting | sunting sumber]

  • Mikrolet M23 patas ke Karet (via Setiabudi)
  • Kopaja S66 patas ke Blok M (via Rasuna Said - Komdak - Sudirman)
  • Kopaja S620 patas ke Blok M (via Rasuna Said - Tendean)
  • Metromini P17 patas ke Senen (via Cikini - Menteng - Tugu Tani)
  • Metromini T49 patas ke Pulo Gadung (via Diponegoro - Salemba - Pramuka - Utan Kayu - Rawamangun - Pemuda)
  • Metromini S60 patas ke Kampung Melayu (via Saharjo - Supomo - Tebet - Matraman)
  • Metromini S61 patas ke Kampung Melayu (via Bukit Duri - Matraman)
  • Metromini S62 patas ke Pasar Minggu (via Saharjo - Supomo - Pancoran)
  • Transjakarta Koridor 4 jurusan Pulo Gadung - Dukuh Atas 2
  • Transjakarta Express Koridor 6B jurusan Pulo Gadung - Ragunan

Kereta api[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar kereta api yang berhenti adalah KRL Jabotabek tujuan Bogor, Bekasi, Depok dan Jakarta Kota. Namun kadang kadang terdapat KLB (kereta luar biasa) yang membawa rangkaian KRL rusak tujuan pabrik INKA di Madiun. Atau kadang-kadang terdapat rangkaian KRL baru yang baru tiba dari Jepang yang diparkir disini sebelum dibawa ke Depo Bukit Duri atau Depo Depok. Kereta api reguler yang berhenti di stasiun ini hanyalah Kereta api Argo Parahyangan. Itupun hanya satu perjalanan. Dahulu, stasiun ini melayani KRD ekonomi Manggarai-Nambo pp. Sayangnya layanan kereta api itu ditutup pada tahun 2006 karena kereta api yang sudah tua. Petak rel Citayam-Nambo saat ini sudah diaktifkan kembali, dan menggunakan kabel LAA, sehingga KRL dapat masuk. Untuk saat ini petak ini hanya melayani kereta api barang, belum melayani kereta api komersial.

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Jadwal jarak jauh stasiun Manggarai (MRI) GAPEKA 2014

No KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
31 Argo Parahyangan Jakarta Kota (JAKK) Eksekutif 22.56 22.58

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Majalah KA Edisi Agustus 2014

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Stasiun sebelumnya:
Stasiun Sudirman
Stasiun berikutnya:
-


Stasiun sebelumnya:
Stasiun Cikini
Stasiun berikutnya:
-


Stasiun sebelumnya:
-
Stasiun berikutnya:
Stasiun Tebet


Stasiun sebelumnya:
-
Stasiun berikutnya:
Stasiun Jatinegara