Koning Willem III School te Batavia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Koning Willem III-school te Batavia atau biasa disingkat KW III yang dalam pelafalan bahasa Belanda menjadi Kawedri merupakan sekolah menengah yang pertama kali didirikan pemerintah Hindia Belanda di Batavia pada tanggal 27 November 1860. Nama sekolah ini diambil dari nama raja Belanda kala itu, yakni Koning (raja) Willem III. Sekolah KW III berada di lokasi yang sekarang ditempati Perpustakaan Nasional Indonesia di Jalan Salemba Raya 28A, Jakarta Pusat.

Murid[sunting | sunting sumber]

Sekolah ini dijuluki "sekolah raja" sehingga murid-muridnya yang adalah anak-anak pejabat kolonial disebut "anak-anak raja". Sekolah ini kemudian menerima anak-anak pribumi dari golongan priyayi atau pejabat pribumi. Beberapa murid pribumi yang bersekolah di sana kelak menjadi tokoh pergerakan nasional, di antaranya Agus Salim, Achmad Djajadiningrat, Mohammad Husni Thamrin, Ernest Douwes Dekker, dan Johannes Latuharhary.[1]

Pada masa itu pula, boleh dikatakan bahwa orang-orang Cina Peranakan yang berduit mampu memberikan pendidikan Belanda mengirimkan anak-anak mereka ke lembaga-lembaga keagamaan atau swasta, sementara putra-putra kepala dikirim ke sekolah resmi. Kadang, anak-anak Cina diberi pendidikan Cina pada waktu bersamaan oleh guru privat, atau di sekolah yang diurus oleh guru-guru dididik di Cina, sebagaimana tulisan J.E. Albrecht.[2] Sebuah catatan yang menarik dalam surat kabar Bintang Timor yang memperkuat data J.E. Albrecht yang menunjukkan bahwa pada masa itu, banyak orang Cina memberikan pendidikan Eropa kepada anak-anaknya; juga dikatakan bahwa beberapa anak-anak laki-laki baru saja dikirim ke sekolah Raja di Batavia dan banyak orangtua Cina yang ingin mendidik anak perempuan mereka, juga mempekerjakan pengasuh-wanita bangsa Eropa yang diperintahkan mengajarkan kepada mereka setiap ilmu.[2]

Sebagian naskah Melayunya adalah sebagai berikut:[2]

... Anak-anak orang Tjina jang katrima examennja boewat masoek di sekolah Radja Gymnasium Willem III ja-itoe Tan Tjoen Keng dan Han Biang Djang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 1867, KW III diubah menjadi Hoogere Burgerschool (HBS) dengan masa studi 5 tahun, namun nama sekolah ini tetap disebut KW III. Ketika Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942, sekolah ini ditutup. Gedungnya dipergunakan untuk Pertahanan Sipil Belanda. Setelah Belanda menyerah, Jepang menggunakannya. Demikian juga saat sekutu mengalahkan Jepang, gedung ini dipakai oleh tentara sekutu. Tahun 1949, setelah Belanda mengakui kedaulatan RI, gedung KW III sempat menjadi markas kesatuan TNI Batalyon Kala Hitam. Kemudian beralih menjadi kantor dan perumahan Jawatan Kesehatan TNI AD.[1]

Pada awal 1987, bekas lokasi sekolah KW III tersebut direnovasi dan dipergunakan untuk Perpustakaan Nasional Indonesia. Pada tanggal 11 Maret 1989, secara resmi kompleks tersebut dibuka dengan penandatanganan sebuah prasasti marmer oleh Presiden dan Ibu Tien Suharto.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Sekolah Raja Di Tengah Kota.
  2. ^ a b c Salmon, Claudine (1985). Sastra Cina Peranakan dalam Bahasa Melayu. Jakarta: Balai Pustaka. hlm. 7–11.