Menteng, Jakarta Pusat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Menteng
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Pusat
Luas -ha
Jumlah penduduk - jiwa
Desa/kelurahan 5
Tempat kediaman Menteng.

Kecamatan Menteng adalah sebuah kecamatan yang terletak di Jakarta Pusat. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gambir di sebelah utara, Kecamatan Tanah Abang di sebelah barat, Kecamatan Matraman di sebelah timur, dan Kecamatan Setiabudi di sebelah selatan.

Menteng merupakan tempat domisili banyak pejabat tinggi negara serta kedutaan besar negara-negara sahabat. Jalan Thamrin, yang merupakan jantung kota Jakarta, terletak di bagian barat Kecamatan Menteng.

Di Kecamatan Menteng terdapat beberapa stasiun kereta api seperti Stasiun Gondangdia, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Cikini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Menteng merupakan perumahan villa pertama di kota Jakarta (dulu Batavia), yang dikembangkan antara tahun 1910 dan 1918. Perancangnya adalah tim arsitek yang dipimpin oleh P.A.J. Mooijen, seorang arsitek Belanda yang merupakan anggota tim pengembang yang dibentuk pemerintah kota Batavia.[1] Rancangan awalnya memiliki kemiripan dengan model kota taman dari Ebenezer Howard, seorang arsitektur pembaharu asal Inggris. Bedanya, Menteng tidak dimaksudkan berdiri sendiri namun terintegrasi dengan suburban lainnya. Thomas Karsten, seorang pakar tata lingkungan semasanya, memberi komentar bahwa Menteng memenuhi semua kebutuhan perumahan untuk kehidupan yang layak.

Proyek Menteng dinamakan Nieuw Gondangdia dan menempati lahan seluas 73 ha. Pada tahun 1890 kawasan ini dimiliki oleh 3.562 pemilik tanah.[2] Batas selatannya adalah Banjir Kanal Barat yang selesai dibangun 1919. Rancangan Mooijen dimodifikasi oleh F.J. Kubatz dengan mengubah tata jalan dan penambahan taman-taman hingga mencapai bentuk yang tetap antara 1920an dan 1930an.

Sebagai kota taman, di kawasan ini banyak dijumpai taman-taman terbuka. Yang terbesar adalah Taman Suropati, yang terletak di antara Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro. Kemudian terdapat Taman Lawang yang terletak di Jalan Sumenep, Situ Lembang di Jalan Lembang, serta Taman Cut Meutia di Jalan Cut Meutia. Di kawasan ini dulu pernah berdiri Stadion Menteng, yang kini telah beralih fungsi menjadi Taman Menteng.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Menteng menjadi daerah elite di Jakarta. Banyak tokoh-tokoh penting dan konglomerat ternama tinggal di wilayah tersebut, termasuk tokoh proklamator Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta. Selain kedua tokoh tersebut, yang berdomisili disini adalah Soeharto, Mohammad Natsir, A.H Nasution, Ali Sadikin, Rosihan Anwar, Subandrio, Kemal Idris, dan Soedarpo Sastrosatomo. Menteng juga menjadi tempat tinggal masa kanak-kanak Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama. Beliau pun pernah menuntut ilmu di sekolah-sekolah lokal yakni SDN Besuki dan SD Santo Fransiskus Assisi.[3][4][5]

Daftar kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Menteng dengan kode pos 10310
  2. Pegangsaan dengan kode pos 10320
  3. Cikini dengan kode pos 10330
  4. Kebon Sirih dengan kode pos 10340
  5. Gondangdia dengan kode pos 10350

Daftar tempat penting[sunting | sunting sumber]

  • Masjid Cut Meutia
  • Hotel Morrissey
  • Entertainment X'nter
  • Gedung Joeang 45
  • Gedung Perintis Kemerdekaan
  • Stasiun Gondangdia
  • Grand Hyatt
  • Hotel Indonesia, hotel mewah pertama di Indonesia dan tempat penting di Jakarta.
  • Jakarta Theater
  • Hoteln Mandarin
  • Megaria Theater (dulunya Menteng Theater)
  • Menara Thamrin
  • Taman Menteng (merupakan peninggalan dari situs sejarah Stadion Menteng)
  • Tugu Proklamasi(Monumen Proklamator)
  • Monumen Selamat Datang, terdapat di Bundaran HI (Hotel Indonesia)
  • Museum Perumusan Naskah Proklamasi
  • Hotel Nikko
  • Sarinah (Graha Mataram)
  • Gereja St. Theresia
  • Masjid Sunda Kelapa
  • Taman Suropati
  • Taman Ismail Marzuki, berisi planetarium dari Jakarta
  • Tugu Tani

Galleri[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Silver, C. 2007. "Planning the Megacity. Jakarta in the Twentieth Century". Routledge. London. hal. 57
  2. ^ op.cit. hal. 58
  3. ^ "Patung Obama kecil untuk menambah devisa Indonesia". The Jakarta Globe. 2009-12-09. Diakses 2010-02-19. 
  4. ^ Dari Chinaview.cn
  5. ^ Obama diklaim pernah bersekolah di sekolah Islam