Cilamaya Wetan, Karawang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Cilamaya Wetan
Kecamatan
Ckp3.png
Peta lokasi Kecamatan Cilamaya Wetan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Karawang
Pemerintahan
 • Camat Drs. H Hamdani
Luas 69,36 km2
Jumlah penduduk 75.863 jiwa
Kepadatan 1.093,76 jiwa/km2
Desa/kelurahan 12

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara laut jawa
Selatan Kecamatan Banyusari
Barat Kecamatan Cilamaya kulon
Timur Kabupaten Subang


Cilamaya Wetan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia . Dulu sebelum terjadi pemecahan menjadi 2 kecamatan, yaitu kecamatan Cilamaya Wetan dan kecamatan Cilamaya Kulon, kecamatan Cilamaya Wetan ini bernama kecamatan Cilamaya(Raya).

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis wilayah kecamatan Cilamaya Wetan masuk dalam dataran rendah dengan kemiringan kurang lebih 5 sampai 10 derajat dengan temperatur udara rata-rata 26~32°C. Kecamatan Cilamaya Wetan dilalui sungai Cilamaya yang merupakan batas alam kecamatan Cilamaya Wetan (Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Subang).

Jumlah Desa[sunting | sunting sumber]

Dari 69,36 km2 luas wilayah kecamatan Cilamaya Wetan meliputi 12 Desa/Kelurahan, yang antara lain : Desa Cikalong, Cikarang, Cilamaya, Mekarmaya, Muara, Muara Baru, Rawagempol Kulon, Rawagempol Wetan, Sukatani, Sukakerta, Tegalsari, Tegalwaru yang terbagi atas 53 Dusun, pusat pemerintahan kecamatan Cilamaya Wetan berada di desa Mekarmaya. Dulu kecamatan Cilamaya Wetan masuk dalam kecamatan Cilamaya (Raya) bersama kecamatan Cilamaya Kulon.

Kondisi Alam[sunting | sunting sumber]

Dilihat dari tofografi dan hidrografi, kecamatan Cilamaya Wetan merupakan dataran rendah yang dihimpit oleh saluran sekunder dan saluran pembuang. Dari kondisi tersebut maka daerah kecamatan Cilamaya Wetan merupakan daerah yang masih rawan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Dahulu ada Jalur kereta api Cikampek-Cilamaya yang menghubungkan Stasiun Cikampek dan Stasiun Cilamaya. Jalur ini merupakan jalur trem uap, namun sejak tahun 1970 jalur ini di non aktifkan oleh Pt. KAI. Kini Terdapat Angkot dari dan menuju Cilamaya diantaranya Trayek Cilamaya - Cikampek dan Ciasem - Cilamaya (via Blanakan), dengan pemberhentian terakhir di pasar Cilamaya.