Blanakan, Subang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Koordinat: 6°15′47″LU 107°40′23″BT / 6,26306°LS 107,67306°BT / -6.26306; 107.67306

Blanakan
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Subang
Pemerintahan
 • Camat Nono S
Luas 7.839,37Ha²
Jumlah penduduk 64.447 jiwa
Kepadatan 6.108 jiwa/km²
Desa/kelurahan 9 desa

Blanakan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Visi[sunting | sunting sumber]

Terwujudnya kecamatan blanakan sebagai daerah sentral produksi perikanan dan pertanian berbasis ekonomi kerakyatan.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Laut Jawa
Selatan kecamatan Ciasem
Timur kecamatan Sukasari
Barat kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Blanakan berdiri pada tahun 1984, setelah dimekarkan dari Kecamatan Ciasem.

Wilayah administratif[sunting | sunting sumber]

Blanakan mencakup 9 desa, dari barat ke timur yaitu Cilamaya Hilir, Cilamaya Girang, Rawameneng, Rawamekar,Jayamukti, Blanakan, Langensari, Muara dan Tanjungtiga Blanakan yang merupakan daerah pesisir mengandalkan hasil laut, pertanian , dan Perdagangan

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Desa No Nama Desa Kepala Desa Jumlah Dsn RW RT

1 Blanakan H. Kasam Afandi 7 17 34


2 Jayamukti Dartim 4 4 17

3 Rawameneng (Pjs) Rosadi S.Ip 4 4 20

4 Rawamekar (Pjs) Suryaman 3 3 11

5 Cilamaya Girang (Pjs) U.Masturo S.Ip 10 10 32

6 Cilamaya Hilir Wawan Himawan 4 4 10

7 Muara M. Risman 6 5 15

8 Langensari Supari 4 4 13

9 Tanjung Tiga Darlam 7 7 24

Jumlah 49 58 176

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

Di kecamatan Blanakan terdapat tempat rekreasi wanawisata dan budaya seperti:


  • Penangkaran Buaya Blanakan

Penangkaran buaya jenis buaya muara yang dikelola oleh Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.

Kawasan penangkaran buaya ini memiliki areal total 8 Ha dengan sejumlah kolam dan areal hutan pesisir. Disini terdapat setidaknya 230 ekor buaya jantan dan betina lengkap dengan habitat lingkungannya. Diantara buaya-buaya itu ada satu buaya yang menjadi maskot untuk menarik para pengunjung dengan "atraksi" nya dan juga karena memang ukuran nya yang super besar di banding buaya lainnya, pengelola menamainya si "Baron". Selain suguhan atraksi buaya, pengelola juga menyajikan kuliner laut khas blanakan, yaitu ikan bakar etong, cumi dan kepiting, yang di sajikan di warung-warung yang tertata rapi. Wisatawan juga dapat menyusuri pesisir laut blanakan sampai dengan patimban dengan menggunakan jasa penyewaan kapal boat atau berjalan kaki menyusuri hutan mangrove.

  • Ruwat Laut

Tradisi yang dilaksanakan setiap setahun sekali sebagai wujud rasa syukur dan pengharapan atas hasil laut serta keselamatan yang diperoleh para nelayan. Biasanya berlangsung sepekan dan di ikuti oleh ratusan nelayan.