Pamanukan, Subang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pamanukan
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Subang
Pemerintahan
 • Camat Bambang Edi Purwanto
Luas 7.284 hektare
Jumlah penduduk 85.843 jiwa (2010)
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 9

Pamanukan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan ini terdiri atas 9 desa.

Lahan[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar (4.987 Ha) wilayah Kecamatan Pamanukan terdiri atas sawah berpengairan teknis dan karena letaknya yang strategis pada persilangan jalan negara (Jalur Pantura) dengan jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Pantai Utara (pantura) Jawa Barat dengan Bandung, Pamanukan sudah sejak lama menjadi pusat pertumbuhan di pantura Kabupaten Subang.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

  • Pertanian
  • Perdagangan
  • Jasa

dari ketiga-tiga faktor ini, Pamanukan ditetapkan sebagai pusat perdagangan dan jasa di Pantura Kabupaten Subang.

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Toko Tionghoa di Pamanukan (1900-1920)

Kota Pamanukan adalah kota dinamis yang selama 24 jam dalam sehari senantiasa menampakan kehidupannya. Prasarana Perdagangan yang ada di antaranya adalah Pertokoan Pasar Baru dan Pasar Pamanukan sebagai pasar tradisonal, Pamanukan Trade Center - pertokoan yang dirancang sebagai pusat perdagangan modern, toko-toko waralaba dan pertokoan perorangan.

Lembaga Keuangan[sunting | sunting sumber]

Selain dari itu di Pamanukan terdapat beberapa bank seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA, Bank Danamon dan Bank Jabar, juga Bank Perkreditan Rakyat (Pamanukan Bangun Artha, Tutur Ganda, dan Markoni) dan Lembaga Perkreditan Kecamatan yang berjumlah lebih dari 5 buah. Terdapat pula Money Changer dan Koperasi.

Pelayanan Jasa Lainnya[sunting | sunting sumber]

Hal lainnya dalam penyediaan jasa di antaranya adalah notaris dan PPAT serta pelayanan kesehatan, baik dokter praktik, laboratorium dan puskesmas perawatan, maupun RS Swasta.

Kondisi Ekonomi Rakyat[sunting | sunting sumber]

Sekalipun Pamanukan merupakan kota jasa dan perdagangan, namun keadaan perekonomian warga Pamanukan tidak lebih baik dibandingkan dengan warga kecamatan lain semisal Binong. Menurut data Bappeda Subang, Indeks Pembangunan Manusia di Pamanukan, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi menunjukkan angka rendah dibanding kecamatan lain. Ironis memang, sebuah data dari yang harus diuji ulang dan kalau benar dicarikan 'akar persoalannnya' untuk solusi lebih lanjut.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Dulu sekitar tahun 1980-1990'an kecamatan Pamanukan menjadi tujuan pendidikan di pantura Kabupaten Subang dan sekitarnya. Namun kini kecamatan-kecamatan di Subang sudah memiliki gedung SMP dan SMA masing-masing.

Tahun 1980-90an lulusan SD/MI dari Kecamatan Pusakanegara (termasuk Compreng), Ciasem (termasuk Blanakan), dan Binong, menjadikan SMPN Pamanukan dan SMAN Pamanukan (juga beberapa SMP Swasta/MTs dan SMA/aliyah swasta) sebagai tujuan melanjutkan sekolahnya.

Saat ini terdapat 2 SMPN (SMPN 1 Pamanukan dan SMPN2 Pamanukan), 3 SMP Swasta (SMP Bunda Maria,SMP Taman Dewasa, dan SMP Tri Dharma), 4 MTs Swasta (Miftahul Huda, Darul Maarif, MTs Persis dan MTs di Sukasari), 1 SMAN, 2 SMK dan 2 MA Swasta.

Bencana Alam[sunting | sunting sumber]

Di awal bulan Januari tahun 2014, wilayah Pamanukan dan sekitarnya di landa banjir setinggi 2 meter yang melumpuhkan roda perekonomian warga serta jalan nasional Jalur pantura dalam beberapa hari.

gooo