Gunung Karang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Koordinat: 8°06′43″LS,112°55′20″BT

Gunung Karang
Gunung Karang, 1915-1926
Ketinggian 1.778 m (5,833 kaki)[1]
Daftar Ribu
Lokasi
Lokasi Pandeglang, Banten, Indonesia
Koordinat 6°16′12″LS 106°02′31″BT / 6,27°LS 106,042°BT / -6.27; 106.042Koordinat: 6°16′12″LS 106°02′31″BT / 6,27°LS 106,042°BT / -6.27; 106.042[1]
Geologi
Jenis Stratovolcano (Tidak Aktif)
Umur batuan Holocene [1]
Letusan terakhir Tidak Diketahui
Pendakian
Rute termudah Jalur Barat, Desa Kaduengang

Gunung Karang terletak di Pandeglang, Banten, Indonesia. Gunung ini masuk kedalam kelompok Stratovolcano yang memiliki potensi meletus. Gunung Karang memiliki ketinggian 1778 Mdpl dengan Puncaknya yang bernama Sumur Tujuh, dan gunung ini juga menjadi lokasi wisata ziarah favorit di Provinsi Banten.

Pendakian[sunting | sunting sumber]

Foto Ladang Penduduk
Puncak Gunung Karang

Gunung Karang saat ini telah dilirik oleh banyak orang untuk melakukan kegiatan pendakian, walau gunung ini terbilang tidak terlalu tinggi namun tantangan dalam menyusuri jalan menuju puncak menjadi tantangan tersendiri. Pada umumnya jalur pendakian Gunung Karang yang diketahui ada 2 jalur, yang pertama melewati Desa Kaduengang, yang kedua Jalur Pagerwatu/Ciekek. Namun apabila melihat pendakian dalam rangka wisata ziarah, ada jalur lain yaitu Jalur Curug Nangka/Ciomas.

  • Kaduengang, Jalur Barat

Jalur Kaduengang merupakan jalur pendakian paling digemari oleh para pendaki karena trek menuju puncak lebih pendek namun memiliki trek begitu menantang. Di dusun ini juga para pendaki dapat melihat indahnya gemerlap kota Serang dan Pelabuhan Merak. Waktu tempuh dari Kaduengang biasanya akan mengahabiskan 4 - 6 jam untuk mencapai Puncak Sumur Tujuh tergantung kondisi cuacanya. Setelah anda datang ke Dusun Kaduengang, pendakian dimulai dengan jalan desa yang menanjak, pos 1 ditandai dengan adanya menara tower dekat rumah salah satu sesepuh yang dapat pendaki minta untuk memimpin berziarah, karena sebelum melanjutkan pendakian disarankan agar berziarah terlebih dahulu ke makam Pangeran TB. Jaya Raksa, makam tersebut berada tepat di sebelah kanan jalur pendakian.

    • Pos 1 (Menara)
    • Pos 2 (Hutan 1)
    • Pos 3 (Tanah Gelap)
    • Pos 4 (Tanah Petir)
    • Pos 5 (Hutan 2/Anggrek) akan ada persimpangan di pos ini, arah kanan menuju Curug Nangka/Ciomas dan arah kiri menuju Puncak.

Gunung Karang memiliki hutan hujan tropis, di Jalur Kaduengang ini kawasan hutan terbagi menjadi 2, Hutan 1 dan Hutan 2. Hutan 1 merupakan hutan yang tidak terlalu lebat, letaknya masih disekitar ladang penduduk. Sedangkan Hutan 2, merupakan kawasan hutann lindung, dalam hutan ini banyak ditemui tumbuhan anggrek hampir sepanjang jalan, dan juga di hutan ini sering tertutup kabut tebal, keadaan yang lembab dan dipenuhi akar-akar pohon besar menghiasi perjalanan ketika memasuki hutan 2 ini.

  • Pagerwatu/Ciekek, Jalur Selatan

Jalur Pagerwatu/Ciekek tidak terlalu menjadi favorit bagi para pendaki, walaupun kondisi trek dari jalur ini cukup lebih landai daripada via Kaduengang namun membutuhkan waktu yang lebih lama sekitar 7 - 8 jam untuk menuju puncak.

  • Curug Nangka/Ciomas

Jalur ini sangat tidak populer bagi para pendaki, karena jalur ini merupakan jalur para peziarah yang akan menuju Puncak Gunung Karang. jalur ini cukup jauh karena dimulai dari bawah lereng dan memerlukan waktu sekitar 20 jam - 1 hari perjalanan untuk mencapai puncak.

Potensi Wisata[sunting | sunting sumber]

Pemandian Cikoromoy dan Gunung Karang

Sejak terbentuknya Provinsi Banten, pemerintah setempat menggalakkan promosi wisata. Dan, Gunung Karang menjadi salah satu objek wisata yang diharapkan mampu menarik wisatawan dengan potensi wisata spiritual yang dimilikinya. Sebelumnya, wisata Banten bertumpu pada kawasan wisata spiritual peninggalan Sultan Banten yang terletak di Banten Lama, Kabupaten Serang. Di tempat itu, para wisatawan biasanya mengunjungi Benteng Surosowan, Mesjid Agung, Klenteng Kuno, dan kompleks makam keluarga Sultan Hasanudin.

  • Batu Quran
  • Pemandian Cikoromoy
  • CAS Cikole
  • Pemandian Air Hangat Cisolong

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Karang". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]