Kabupaten Merauke

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Merauke
Lambang Kabupaten Merauke.jpg
Lambang Kabupaten Merauke
Moto: Izakod Bekai Izakod Kai ( Satu Hati Satu Tujuan )


-
Peta lokasi Kabupaten Merauke
Koordinat: 1370 - 1410 BT 50 00’9 00’ LS
Provinsi Papua
Hari jadi 12 Februari 1902
Dasar hukum UU No. 12 th. 1969
Ibu kota Kota Merauke
Pemerintahan
 - Bupati Drs. Romanus Mbaraka, MT
 - Wakil Bupati Sunarjo.S.Sos
 - DAU Rp. 1.039.460.880.000.-(2013)[1]
Luas 45,071 km2
Populasi
 - Total 246.852 jiwa (2012)
 - Kepadatan 5.476,96 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0971
Pembagian administratif
 - Kecamatan 20
 - Kelurahan 160/8
 - Flora resmi ---
 - Fauna resmi Kanguru & Rusa
 - Situs web http://www.merauke.go.id/

Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Merauke. Kabupaten ini adalah kabupaten terluas sekaligus paling timur di Indonesia. Di kabupaten ini terdapat suku Marind Anim.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dari sejarah, diketahui merauke ditemukan pada tanggal 12 Februari 1902. Orang yang pertama menetap di sana adalah pegawai pemerintah belanda. Mereka mencoba untuk hidup diantara dua suku asli yaitu Marind Anim dan Sohoers. Mereka berjuang keras melawan keganasan alam (termasuk pemburu kepala). Lama kelamaan tempat tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sehingga menjadi sebuah "kota". Jauh di eropa, para wanita suka memakai hiasan bulu dari burung dari khayangan "Cendrawasih" di topi mereka.

Dari Merauke orang Indonesia, Eropa dan Cina, mulai untuk "menyerbu" hutan di selatan nugini untuk memburu burung sebanyak mungkin. Ketika pemerintah Belanda melarang perburuan, mereka semua kembali ke Merauke untuk menghabiskan uang yang mereka dapatkan. Hal ini yang menyebabkan mengapa di kemudian hari populasi penduduk di Merauke tidak banyak, ini dikarenakan Merauke adalah kota untuk para pendatang (orang asing). Namun sekarang, banyak penduduk asli Papua yang mulai menetap di Merauke. Asal mula nama "Merauke" sebenarnya berasal dari sebuah salah paham yang dilakukan oleh para pendatang pertama. Ketika para pendatang menanyakan kepada penduduk asli apa nama sebuah perkampungan , mereka menjawab " Maro-ke" yang sebenarnya berarti "itu sungai Maro". Orang Marind berpikir bahwa sungai maro(yang lebarnya 500m) lebih penting dari nama area tempat sebuah hutan yaitu Gandin. Penduduk asli papua sendiri menyebut area tempat kampung tersebut terletak dengan mana " Ermasoek".

Secara politis administratif, kota Merauke dulunya merupakan pos pemerintah Belanda yag digunakan sebagai transit bagi para republikan untuk menuju Boven Digoel. Setelah wilayah Irian Jaya berintegrasi dengan Pemerintah Belanda tahun 1963, kemudia kota tersebut ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Dati II Merauke dan setelah periode Penentuan Pendapat Rakyat (1963-1969), mulai tumbuk beberapa kelompok permukiman yang dipacu dengan adanya kemudahan-kemudahan suatu kota.

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Merauke per tanggal 31 Desember 2012, menurut pendataan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah 246.852 Jiwa. Dari jumlah tersebut, Penduduk laki-laki mencapai 130.514 Jiwa dan perempuan mencapai 116.338 Jiwa. Jumlah Kepala Keluarga tercatat sebanyak 60.406 KK. Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Distrik Merauke yang jumlahnya mencapai 115.359 Jiwa. Jumlah penduduk terkecil terdapat di Distrik Kaptel dengan jumlah penduduk sebanyak 1.833 Jiwa. Data tersebut dapat disajikan pada tabel berikut ini :

No NAMA DISTRIK LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KK
1 MERAUKE 60.869 54.490 115.359 27.209
2 MUTING 2.978 2.722 5.700 1.359
3 OKABA 2.734 2.433 5.167 1.182
4 KIMAAM 3.739 3.415 7.154 1.586
5 SEMANGGA 8.560 7.644 16.204 4.402
6 TANAH MIRING 10.933 9.571 20.504 5.341
7 JAGEBOB 4.941 4.239 9.180 2.551
8 SOTA 2.085 1.830 3.915 935
9 ULILIN 2.661 2.298 4.959 1.262
10 ELIKOBEL 2.545 2.112 4.657 1.157
11 KURIK 8.441 7.445 15.886 4.306
12 NAUKENJERAY 1.205 1.135 2.340 540
13 KAPTEL 936 897 1.833 375
14 TUBANG 1.486 1.366 2.852 673
15 NGGUTI 1.124 1.008 2.132 436
16 TABONJI 3.019 2.766 5.785 1.370
17 WAAN 2.332 2.158 4.490 1.085
18 ILWAYAB 3.047 2.584 5.631 1.304
19 MALIND 5.614 5.071 10.685 2.820
20 ANIMHA 1.265 1.154 2.419 513

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Untuk menuju ke Kota Merauke (Kota Rusa) bisa ditempuh dengan menggunakan kapal laut (Kapal Pelni) dan juga melalui transportasi udara yang dilayani oleh Meskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Lion Air.

Kota Merauke terkenal dengan sebutan Kota Rusa dikarenakan dahulu hewan jenis ini banyak sekali ditemukan di kota ini, perburuan rusa besar besaran akhir akhir ini di Pulau Kimaam, Distrik Ngguti, Distrik Okaba dan sekitarnya dikhawatirkan akan memusnahkan populasi hewan ini. Selain itu terdapat binatang-binatang asli Papua lainnya, seperti kangguru merah, burung pelikan, kasuari, kuskus, tikus berkantung , kura kura, kasuari, kakatua dan sebagainya. Perdagangan satwa satwa ilegal juga merupakan ancaman bagi kelestarian hewan hewan itu.

Dilihat dari kondisi geografi, sejarah, ekonomi dan budaya, Kota Merauke memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Pulau Papua. Secara geografi, kota Merauke adalah salah satu kota paling timur di Indonesia, sekaligus berbatasan dengan Negara (Papua New Guinea).

Di kota Merauke terdapat sebuah tugu yang merupakan kembaran dari tugu yang terdapat di Sabang, yaitu Tugu Sabang-Merauke. Tugu ini dibangun sebagai simbol Kesatuan Negara Republik Indonesia dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua). Tugu Sabang-Merauke ini bisa kita jumpai di Distrik Sota, yaitu sebuah daerah yang terletak di sebelah timur kota Merauke. Untuk menuju ke Sota kita bisa menggunakan kendaraan roda empat.

Perekonomian di kota Merauke termasuk berkembang. Kapal-kapal yang memuat kebutuhan pokok penduduk Kabupaten Merauke berdatangan dari Pulau Jawa, namun untuk kembali ke Pulau jawa kapal-kapal ini tidak memuat barang muatan. Terjadi juga transaksi dagang antara penduduk Merauke dengan penduduk Negara tetangga PNG yang datang ke daerah kabupaten Merauke (Pelintas Batas) khusus untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Masalah Flu Burung yang sering terdengar di media masa Indonesia seperti tidak terlihat di Pulau Papua khususnya di kota terujung sebelah timur Indonesia ini. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya akses transportasi ke daerah terujung timur Indonesia ini.

Terdapat berbagai sub marga dari Suku Marind-anim tersebut, yaitu:

  1. Kaize
  2. Gebze
  3. Balagaize
  4. Mahuze
  5. Ndiken
  6. Basik-basik

Pemekaran Kota Merauke[sunting | sunting sumber]

Kota Merauke[sunting | sunting sumber]

Merauke merupakan ibukota Kabupaten Merauke akan dinaikkan menjadi kotamadya. Distrik yang mungkin bergabung ke dalam kota ini meliputi :

  1. Merauke
  2. Naukenjerai
  3. Sota
  4. Semangga
  5. Tanah Miring
  6. Animha (Calon Ibukota)
  7. Jagebob
  8. Kaptel
  9. Kurik
  10. Malind

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.