Kabupaten Manokwari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Manokwari
Lambang Kabupaten Manokwari.jpg
Lambang Kabupaten Manokwari
Moto: -



Peta lokasi Kabupaten Manokwari
Koordinat: -
Provinsi Papua Barat
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Kota Manokwari
Pemerintahan
 - -
 - DAU Rp. 614.096.216.000.-(2013)[1]
Luas 11.674,76 km2
Populasi
 - Total 163.879 jiwa (SP2010)
 - Kepadatan 14,04 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan -
 - Kelurahan -
 - Situs web www.manokwarikab.go.id

Kabupaten Manokwari adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kota Manokwari.

Wisata alam Manokwari[sunting | sunting sumber]

Pegunungan Arfak[sunting | sunting sumber]

Suatu kawasan cagar alam yang dilindungi, bagi setiap pengunjung yang datang ke pegunungan Arfak benar-benar merasa puas, karena dapat menikmati panorama alamnya yang indah sejuk seperti hutan, lembah dan sungai. Perkampungan tradisional dan kehidupan masyarakat yang masih tradisional dan yang paling menarik disini adalah terdapat sekitar 320 jenis burung, 110 jenis mamalia dan 323 jenis kupu-kupu.

Pantai Pasir Putih[sunting | sunting sumber]

Terletak sekitar 5 km dari pusat Kota Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua dengan waktu 15 menit. Pantai ini sangat nyaman untuk rekreasi berenang dan jemur panas karena pasirnya putih dan berombak kecil.

Pantai Amban[sunting | sunting sumber]

Terletak 4 km dari Kota Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua, lari pun bisa, bersepeda pun bisa. Pantai Amban pasirnya berwarna hitam dengan deburan ombak yang menawan bersebelahan dengan tanjung batu dengan hantaman ombak yang dahsyat juga. Jika Anda ingin menyaksikan keindahan terbitnya matahari di ufuk timur, Anda dapat melihatnya disini.

Danau Anggi[sunting | sunting sumber]

Danau Anggi luasnya 2.000 ha dan airnya sangat jernih. Terletak di Kecamatan Anggi, kira-kira 30 menit dari Kota Manokawri dengan pesawat udara jenis Cessna dan Twin Otter.

Taman Laut[sunting | sunting sumber]

Kawasan ini memiliki pulau-pulau yang panorama alamnya sangat indah dan tenang. Di pulau-pulau ini ada masyarakat nelayan dengan perkampungan tradisional. Di beberapa pulau ini terdapat hamparan terumbu karang dengan jenis-jenis biota lautnya sehingga cocok untuk kegiatan selam.

Cagar alam pegunungan Wondiwoy[sunting | sunting sumber]

Cagar alam ini memiliki 147 spesies burung dan berbagai jenis flora dan fauna lainnya. Terletak di sepanjang Jaziriah Wasior sepanjang 142.173,94 km[butuh rujukan] dengan luas 73.022 ha. Dari cagar alam ini dapat dinikmati panorama alam Teluk Wandamen dan Teluk Cenderawasih yang sangat indah. Dapat dicapai dengan pesawat udara jenis Cessna dan Twin Otter dengan waktu tempuh ± 20 menit dari kota Manokwari. Ada juga rumah seribu kaki yang bentuknya unik karena dibangun di atas tiang-tiang penyangga yang sangat banyak sehingga dinamakan demikian. Dindingnya terbuat dari kulit kayu sedangkan atapnya dari daun pandan, penghuninya terdiri dari 4 sampai 5 keluarga (25-30 orang). Rumah-rumah tradisional Suku Arfak ini berada di pedalaman Manokwari, Kecamatan Kebar, Anggi dan Merday.

Hutan wisata Gunung Meja[sunting | sunting sumber]

Dari kejauhan gunung ini membentuk seperti meja, terletak kira-kira 2 km dari Kota Manokwari, dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Areal gunung meja merupakan hutan yang sangat ideal untuk olahraga hiking, piknik keluarga serta penelitian. Di kawasan hutan wisata ini dibangun Tugu Jepang yang merupakan monumen peringatan pendaratan tentara Jepang divisi 221 dan 222 di Manokwari pada waktu Perang Dunia II. Dari lokasi ini kita dapat menikmati indahnya pemandangan Kota Manokwari.

Tugu di Pulau Mansinam[sunting | sunting sumber]

Pulau Mansinam terletak di teluk Doreri merupakan salah satu obyek wisata sejarah, karena di tempat inilah dibangun sebuah monumen untuk memperingati pertama kali masuknya Injil di Papua oleh dua Misionaris berkebangsaan Jerman bernama Ottow dan Geisler pada tanggal 5 Februari 1855. Ditempat ini juga terdapat sebuah sumur tua dari dua Misionaris tersebut. Pulau ini didukung oleh keindahan taman laut dengan pantainya berpasir putih mengundang banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini. Setiap tahun tepatnya tanggal 5 Februari umat Kristiani di Provinsi Papua menyelenggarakan Wisata Rohani di pulau ini untuk memperingati hari masuknya para Misionaris tersebut.

Cenderamata[sunting | sunting sumber]

Hasil-hasil kerajinan rakyat seperti lukisan, ukiran dan anyaman merupakan cenderamata yang dapat dibeli pada beberapa toko cenderamata dan sanggar kerajinan rakyat di Kota Manokwari.

Letak dan batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manokwari terletak pada 0,015’ – 3,025’ Lintang Selatan dan 132,035’ – 134,045’ Bujur Timur dengan luas wilayah 37.901 km2. Adapun batas-batasnya adalah sebagai berikut:

Utara Samudera Pasifik
Selatan Kabupaten Fak-fak
Barat Kabupaten Sorong
Timur Kabupaten Biak Numfor, kabupaten Yapen Waropen, dan kabupaten Nabire

Wilayah administrasi[sunting | sunting sumber]

Secara administrasi pemerintahan, Kabupaten Manokwari sebelum pemekaran terbagi dalam 17 kecamatan dengan Manokwari sebagai ibukota kabupaten. Dari 17 kecamatan yang ada, 10 berada di daerah pegunungan, selebihnya berada di dataran rendah dan daerah pantai.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manokwari mempunyai iklim tropis basah dengan suhu udara minimum 21,5 °C dan suhu maksimum 33,1 °C. Suhu maksimum terjadi pada bulan Januari dan Maret, sedangkan suhu minimum terjadi pada bulan Agustus dan November. Curah hujan cukup tinggi, yaitu 2.283 mm/tahun. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret dan terendah terjadi pada bulan Juli. Untuk jumlah hari hujan, terbanyak terjadi pada bulan Juni dan november, sedangkan hari hujan terkecil terjadi pada bulan Desember.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Manokwari hingga tahun 2004 berjumlah 209.308 jiwa dengan kepadatan 4 jiwa/km2. Laju pertumbuhan penduduk 3,8% per tahun. Penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Manokwari (33,04%) dan sisanya tersebar di 16 Kecamatan lainnya. Suku asli yang mendiami Kabupaten Manokwari adalah suku besar Arfak, suku Wamesa, suku Samuri, Sebyar, Irarutu dan Numfor Doreri. Selain itu terdapat suku pendatang asal Papua seperti Serui, Biak, Waropen serta beberapa suku dari luar Papua.

Keadaan alam di Manokwari[sunting | sunting sumber]

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Manokwari memiliki topografi dari wilayah datar hingga bergelombang (bergunung). Hampir 1.446 km2 (3,8%) wilayahnya memiliki kemiringan 0 – 25% (datar), selebihnya (80%) wilayahnya memiliki kemiringan lebih dari 25% (bergelombang). Daerah datar umumnya tersebar di beberapa kawasan, yaitu Kecamatan Babo, Bintuni, Merdey, Ransiki, Warmare, Prafi, Masni dan Amberbaken.

Struktur tanah[sunting | sunting sumber]

Secara umum struktur tanah di Kabupaten Manokwari terdiri dari jenis alluvial (18,70%), mediterania (2,44%), podsolid merah kuning (10,41%), podsolid coklat keabuan (7,57%), tanah utama/complex of soil (49,21%), latosol (4,49%) dan organosol (7,17%). Sedangkan jenis tanah yang ada secara umum terdiri dari tanah kapur kemerahaan, tanah endapan alluvial dan tanah alluvial muda. Kedalaman efektif tanah secara umum di Kabupaten Manokwari rata-rata di atas 25 cm. Kedalaman ini hampir merata di seluruh wilayah kecamatan kecuali di wilayah pegunungan kapur.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kondisi hidrologi di Kabupaten Manokwari diperlihatkan dalam pola aliran sungai. Sungai-sungai yang ada pada umumnya bermuara ke Samudra Pasifik, Teluk Cenderawasih, Teluk Bintuni dan Teluk Wandamen. Sungai terpanjang adalah sungai Sebyar yang terdapat di Kecamatan Bintuni dan bermuara di Teluk Bintuni. Sungai-sungai besar yang ada sebagian besar dapat dimanfaatkan sebagai prasarana transportasi air, misalnya di Kecamatan Bintuni dan Babo serta sebagian lagi digunakan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan hidup penduduk sehari-hari.

Geologi dan jenis batuan[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar struktur geologi yang ada berupa daerah lipatan yang terdapat di kawasan dataran tinggi pegunungan. Di antara lipatan tersebut terdapat sesar naik (daerah dataran tinggi dengan dominasi batuan sedimen batu kapur, batuan pluton) dan sesar turun (lembah-lembah dengan didominasi batuan endapan dengan sedimen lumpur dan organik, alluvium, yura). Pada kawasan-kawasan pantai atau laut banyak dijumpai batuan terumbu karang dan koral.

Secara geologis jenis batuan yang terdapat di Kabupaten Manokwari, yaitu:

  • Batuan sedimen tersier & pleistosin tanpa kapur berupa deposit kuater yang menutupi batuan sedimen tersier
  • Batuan sedimen tersier & pleistosin karang koral berupa, batuan beku basal, tufa, andesit, gabro, serpentim tersier, granit dan diorit tersier

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.