Kabupaten Yahukimo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Yahukimo
Lambang Kabupaten Yahukimo
Lambang Kabupaten Yahukimo
Semboyan: Damai Sejahtera


-
Peta lokasi Kabupaten Yahukimo
Koordinat: -
Provinsi Papua
Dasar hukum UU Nomor 26 Tahun 2002
Tanggal -
Pemerintahan
 - Bupati DR.Ones Pahabol, S.E., M.M.
 - DAU Rp. 556.257.151.000.-(2013)[1]
Luas
Populasi
 - Total 116.598 jiwa (2000)
 - Kepadatan -
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 51
 - Kelurahan -
 - Flora resmi -
 - Fauna resmi Burung Puyuh Salju
 - Situs web www.yahukimokab.go.id

Kabupaten Yahukimo adalah sebuah kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini secara resminya berada di Sumohai, namun karena keterbatasan fasilitas mengakibatkan pusat pemerintahan sementara masih berada di Dekai.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Tolikara
Selatan Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi
Barat Kabupaten Mimika
Timur Kabupaten Pegunungan Bintang

Distrik[sunting | sunting sumber]

Secara administratif berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Yahukimo Nomor 05 Tahun 2006, ditetapkan 45 buah distrik, yaitu:[2]:

  1. Dekai
  2. Obio
  3. Suru-Suru
  4. Wusama
  5. Amuma
  6. Musaik
  7. Pasema
  8. Hogio
  9. Mugi
  10. Soba
  11. Werima
  12. Tangma
  13. Ukha
  14. Panggema
  15. Kosarek
  16. Nipsan
  17. Ubahak
  18. Pronggoli
  19. Walma
  20. Yahuliambut
  21. Hereapini
  22. Ubalihi
  23. Talambo
  24. Puldama
  25. Endomen
  26. Holuon
  27. Lolat
  28. Soloikma
  29. Sela
  30. Korupun
  31. Langda
  32. Bomela
  33. Suntamon
  34. Seradala
  35. Sobaham
  36. Kabianggama
  37. Kwelamdua
  38. Kwikma
  39. Sumo
  40. Silimo
  41. Samenage
  42. Kurima
  43. Anggruk
  44. Nalca
  45. Ninia

Kampung dan Kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Kampung sebanyak 399 buah
  2. Kelurahan sebanyak 1 buah

Latar belakang dan sejarah[sunting | sunting sumber]

Pendirian Yahukimo ditetapkan menurut Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2002 dan diresmikan pada 11 Desember 2003. Kabupaten ini merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya yang berawal dari sebuah Distrik, yakni Distrik Kurima yang dimekarkan menjadi Distrik Ninia, Distrik Anggruk dan Distrik Apalahapsili, sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan Kapubaten, minimal terdapat 3 distrik.

Nama Yahukimo berasal dari nama empat suku yang bermukim di sana, yaitu Yali, Hubla, Kimyal dan Momuna. Di kabupaten ini terdapat dua daerah yang cukup terkenal untuk penggemar trekking, yaitu Kurima dan Anggruk.

Kabupaten Yahukimo yang berasal dari 3 distrik induk ini dulu terkenal dengan suku terasing atau masyarakat primitif yang kehidupannya identik dengan perang suku dan kanibalisme, seperti yang dimuat dalam buku tulisan Don Richardson berjudul Anak Perdamaian. Suku-suku yang terdapat di Kabupaten Yahukimo adalah Suku Yali, Hupla, Kimyal, Momuna, Una-Ukam, Mek, Yalimek, Ngalik, Tokuni, Obini, Karowai, Duwe, Obukain, Kopkaka dan Bese.

Pada 9 Desember 2005, dilaporkan bahwa sekitar 55 orang penduduk di Kecamatan Krapon meninggal dunia akibat kelaparan karena terlambat menanam umbi-umbian (hipere) yang menjadi sumber makanan di daerah tersebut. Daerah tersebut terpencil dan hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pada Pemilu 2004, Yahukimo dibagi menjadi tiga distrik pemilihan, yaitu Kurima, Ninia dan Anggruk. Ada 90 kampung di kabupaten ini. Saat peristiwa kelaparan dilaporkan pada Desember 2005, terdapat sedikitnya tujuh distrik. Sejak dibentuk pada April 2003 hingga sekitar September 2005, Yahukimo diperintah dari Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Bupatinya baru mulai menempati kantor di Sumohai sejak September 2005.

Bupati[sunting | sunting sumber]

Nama Periode
Robert Wanimbo 2004 - 2005
Washinton Turnip 2005
Ones Pahabol 2005 - sekarang

Pemekaran daerah[sunting | sunting sumber]

Rencana pemekaran daerah otonom baru Kabupaten Yalimek dari pemekaran Kabupaten Yahukimo masih baru tahap isu, mengingat prosedur administrasinya tidak lengkap.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]