Kabupaten Teluk Wondama
| Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. |
Koordinat: 2.7°00′0″LU 134.5°00′0″BT / 2,7°LS 134,5°BT{{#coordinates:}}: lintang salah
Lambang Kabupaten Teluk Wondama Semboyan: Sasar Wondama |
|
Peta lokasi Kabupaten Teluk Wondama Koordinat: 0o15' - 3o25' LS dan 132o35' - 134o45' BT |
|
| Provinsi | Papua Barat |
| Dasar hukum | UU Nomor 26 Tahun 2002, tanggal 12 April 2003 |
| Tanggal | - |
| Ibu kota | Rasiei |
| Pemerintahan | |
| - Bupati | Drs. Alberth H. Torey, MM |
| - DAU | Rp. 351.726.364.000.-(2013)[1] |
| Luas | 14.953,80 km2 |
| Populasi | |
| - Total | 22.731 jiwa (2007) |
| - Kepadatan | 1,52 jiwa/km2 |
| Demografi | |
| - Kode area telepon | 0980 |
| Pembagian administratif | |
| - Kecamatan | 13 distrik |
| - Kelurahan | 75 kampung dan 1 kelurahan |
| - Situs web | www.telukwondamakab.go.id |
Kabupaten Teluk Wondama adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Rasiei dan mulai terbentuk pada tanggal 12 April 2003 sebagai hasil dari pemekaran Kabupaten Manokwari berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2002 dengan batas wilayah:
Daftar isi |
Pemerintahan [sunting]
Strategi pembangunan daerah yang diterapkan adalah pertumbuhan dan pemerataan (growth and equity) melalui suatu program strategis yang disebut dengan GERBAMAS (Gerakan Membangun Masyarakat), menuju SASAR WONDAMA.
Pimpinan [sunting]
Pejabat penting di Kabupaten Teluk Wondama saat ini adalah:
- Bupati: Drs. Alberth H. Torey, MM
- Wakil Bupati: Zeth Barnabas Marani, SH
- Sekretaris Daerah: Drs. Abdul Radjab Makatita
- Kepala Bappeda: Ir. Hendrik S. Mambor, MM
Pembagian wilayah [sunting]
Kabupaten ini terdiri dari 13 distrik atau kecamatan dan 75 kampung atau desa dan 1 Kelurahan. Ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Rasiei dapat dijangkau dari Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat dengan pesawat udara jenis Twin Otter dan kapal laut, baik kapal PELNI maupun kapal-kapal pelayaran rakyat lainnya.
Potensi [sunting]
Potensi sumber daya alam di kabupaten ini sungguh sangat menjanjikan dan bahkan merupakan simpanan masa depan Indonesia, menurut hasil penelitian dari Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumber Daya Non Hayati, Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP), Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Referensi [sunting]
- ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.
|
|||||||
|
||||||||||||||||||
