Kabupaten Sekadau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Sekadau
Lambang Kabupaten Sekadau.jpg
Lambang Kabupaten Sekadau


Sekadau.svg
Peta lokasi Kabupaten Sekadau
Koordinat:
Provinsi Kalimantan Barat
Ibu kota Sekadau
Pemerintahan
 - Bupati Simon Petrus, S.Sos, M.Si
 - DAU Rp. 386.021.907.000.-(2013)[1]
Luas 5.444,30 km2
Populasi
 - Total 181.634 jiwa (2010)
 - Kepadatan 33,36 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 7
 - Kelurahan 76
 - Situs web http://www.sekadaukab.go.id/

Kabupaten Sekadau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kabupaten Sekadau merupakan daerah kecil yang memiliki potensi jalur transportasi segitiga, yakni daerah Nanga Taman dan Nanga Mahap yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang. Kota Sekadau merupakan kota inti yang dilewati oleh jalur ke kota maupun pedalaman, daerah Tiga Belitang berbatasan dengan Senaning, Kabupaten Sintang dan Sarawak, Malaysia Timur.

Profil Daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sekadau merupakan pemekaran dari Kabupaten Sanggau, secara geografis terletak pada 0o38'23" LU dan 0o44'25" LS, serta di antara 110o33'07" BT dan 111o17'44"BT. Batas batas wilayah Kabupaten Sekadau terdiri dari :

" Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sanggau " Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sintang " Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Sintang " Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Ketapang

Kabupaten Sekadau yang beribukota di Sekadau memiliki luas 5.444,30 Km² atau 3,71% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat, yang terbagi dalam 76 Desa dan 7 Kecamatan diantaranya Kecamatan Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Taman, Kecamatan Sekadau Hulu, Kecamatan Sekadau Hilir, Kecamatan Belitang Hilir, Kecamatan Belitang dan Kecamatan Belitang Hulu.

Komoditi unggulan Kabupaten Sekadau yaitu sektor perkebunan, pertanian dan jasa. Sektor Perkebunan komoditi unggulannya adalah Kelapa Sawit, Kakao, Karet, Kopi, Kelapa, dan Lada. Sub sektor Pertanian komoditi yang diunggulkan berupa Jagung, Ubi Jalar, dan Ubi Kayu. sub sektor jasa Pariwisatanya yaitu wisata alam.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sekadau dahulu merupakan daerah pemerintahan kerajaan. Raja-raja yang pernah berkuasa di wilayah ini adalah:

  1. Dayang Sri Awan
  2. Dayang Sri Bunga
  3. Kyai Dipati Suma Negara
  4. Dayang Kacang
  5. Abang Karang (Kyai Dipati Tumbah Baj)
  6. Dayang Ineh, tahun 1720 menikah dengan Sultan Mangkurat, Raja Melamat (Matan)

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam wester-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[2]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli Kabupaten Sekadau adalah etnis Dayak, yang terbagi dalam sub - sub suku Dayak di Kabupaten Sekadau antara lain, Dayak Mualang ( Ibanik Group ), Dayak Ketungau Sesat ( Ibanik Group ), Dayak Kerabat, Dayak Senganan ( Dayak Muslim / yang dianggap org luar sebagai Melayu sekadau ). Dayak Mualang mempunyai populasi yang terbesar diperkirakan lebih dari 60% penduduk Kab. Sekadau, Sebagian besar bermukim di Belitang Hilir, Belitang Tengah dan Belitang Hulu dan tersebar ke Kec. Sepaok Kab Sintang, populasi besar kedua yaitu: Dayak Ketungau sesat bermukim di Sekadau Hilir, [[Sekadau Hulu], Dayak Kerabat bermukim di Sekadau Hulu, Dayak Mentuka (Nanga Taman dan Nanga Mahap}, Dayak Menterap Kabut (Nanga Mahap, sedangkan Dayak Senganan di kota Sekadau dan sekitarnya, dan sub-sub kecil lainnya yang tersebar di Nanga Taman, Nanga Mahap. Kabupaten Sekadau banyak memiliki peninggalan sejarah di beberapa tempat, antara lain di daerah Nanga Taman dan Nanga Mahap.


Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas agama yang dianut suku-suku Dayak di Sekadau adalah [[Katolik|, namun Dayak Senganan menganut Agama Islam.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa yang digunakan masyarakat Kabupaten Sekadau adalah Bahasa Dayak Senganan - sebab digunakan di Kota Sekadau , kemudian Bahasa Dayak Mualang / Ibanik Group , Bahasa Dayak Ketungau / Ibanik Group , Bahasa Dayak Menterap Kabut (Nanga Mahap). Khusus Dayak Menterap Kabut adalah satu-satunya suku Dayak yang menuturkan bahasa yang sangat berbeda dengan bahasa lain, selengkapnya dapat Anda baca pada artikel Fonologi Bahasa Dayak Menterap Kabut [3]. Sedangkan penduduk yang beragama Islam menggunakan bahasa Dayak Senganan atau yang dianggap orang luar Sekadau sebagai bahasa Melayunya Sekadau.

Contoh beberapa kata dalam bahasa daerah Sekadau yang sering digunakan, antara lain seperti:

  • Nadai / ndai / nai: tidak
  • kikai / kini: kemana
  • ngai: tidak mau
  • Pulai : Pulai
  • Makai : makan
  • Bejalai : pergi Jalan
  • Akay Day : Aduhay
  • Akay Nay : Aduh Mak

dll ( bahasa Serumpun Dayak Iban di sebut Ibanik ( Dayak Mualang, Dayak Ketungau Sesat, Dayak Desa, Dayak Seberuang ) dll

Kesenian[sunting | sunting sumber]

Tari[sunting | sunting sumber]

Seni pertunjukan yang masih hidup dan cenderung menuju punah adalah:

  • Tari Tundet
  • [[Tari Pinggan]tersebar di daerah Belitang Hilir, Belitang Tengah dan Belitang Hulu
  • [[Tari Pala] Belitang Hilir, Kampung Sungai Mirah Desa batu Ancau. Nara Sumber Ibu Jeriah ]
  • [[Tari Pedang ] tersebar di Belitang Hilir, Belitang Tengah dan Belitang Hulu ]
  • [[Tari Ngajat Temuai Datai / tari Adat] merupakan bentuk tari Penyambutan terhadap tamu yang datang. tersebar di Belitang Hilir, Tengah dan Hulu ]

Kerajinan[sunting | sunting sumber]

Kerajinan masyarakat yang pernah ada ialah Tenun Mualang, yaitu kain tapeh dengan motif kain Engkerebang, Pangit dan lain-lain. Kerajinan Anyam Tangoy: terdapat di Menawai Lingkau Kerajinan Bakul, takin terdapat di Nanga Taman dan Nanga Mahap

Pakaian adat[sunting | sunting sumber]

Pakaian adat kaum laki-laki berupa kain tenun yang terdiri dari:

Senjata tradisional[sunting | sunting sumber]

Senjata tradisional masyarakat Sekadau adalah:

Tempat bersejarah[sunting | sunting sumber]

Sekadau memilik tempat-tempat bersejarah, antara lain:

  • Lawang Kuari ( merupakan rumah betang yang melebur menjadi gua batu dalam legenda Sangik dan Marik ), di Jaman Kerajaan Sekadau, tempat ini digunakan oleh Pangeran Agong.
  • Batu Tinggi
  • Lawang Siti
  • Batu Kenyalau

Konon menurut kisah masyarakat setempat, Lawang Kuari adalah tempat Pangeran Agong mengasingkan diri setelah saudaranya diangkat menjadi raja. Sampai sekarang tempat tersebut dijadikan objek wisata yang terletak di tepi Sungai Kapuas, kurang lebih 1 km dari kota Sekadau ke arah hilir.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Sekadau News

Rujukan[sunting | sunting sumber]