Kabupaten Ketapang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Diharapkan peta itu dinamakan kabupaten dengan ibukotanya.

Kabupaten Ketapang
Lambang Kabupaten Ketapang.jpeg
Lambang Kabupaten Ketapang


Ketapang.svg
Peta lokasi Kabupaten Ketapang
Koordinat: 0º19'-3º05' LS dan 108º42'-111º16' BT
Provinsi Kalimantan Barat
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Ketapang
Pemerintahan
 - Bupati
Wakil Bupati
Drs. Henrikus, MSi.
Boyman Harun
 - DAU Rp. 898.337.135.000.-(2013)[1]
Luas 31.240,74 km2
Populasi
 - Total 427.460 jiwa (2004)
 - Kepadatan 13,68 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0534
Pembagian administratif
 - Kecamatan 20
 - Kelurahan -
 - Situs web http://www.ketapangkab.go.id/

Kabupaten Ketapang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Ketapang, sebuah kota yang terletak di tepi Sungai Pawan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.240,74 km² dan berpenduduk sebesar 427.460 Jiwa (2010).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa pemerintahan Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, sejak tahun 1936 Kabupaten Ketapang adalah salah satu daerah (afdeling) yang merupakan bagian dari Keresidenan Kalimantan Barat (Residente Western Afdeling van Borneo) dengan pusat pemerintahannya di Pontianak. Kabupaten Ketapang ketika itu dibagi menjadi tiga Onder Afdeling, yaitu:

  • Sukadana, berkedudukan di Sukadana
  • Matan Hilir, berkedudukan di Ketapang
  • Matan Hulu, berkedudukan di Nanga Tayap

Masing-masing Onder Afdeling dipimpin oleh seorang Wedana.

Tiap-tiap Onder Afdeling dibagi lagi menjadi Onder Distrik, yaitu:

  • Sukadana terdiri dari Onder Distrik Sukadana, Simpang Hilir dan Simpang Hulu
  • Matan Hilir terdiri dari Onder Distrik Matan Hilir dan Kendawangan
  • Matan Hulu terdiri dari Onder Distrik Sandai, Nanga Tayap, Tumbang Titi dan Marau

Masing-masing Onder Distrik dipimpin oleh seorang Asisten Wedana.

Afdeling Ketapang terdiri atas tiga kerajaan, yaitu:

  • Kerajaan Matan yang membawahi Onder Afdeling Matan Hilir dan Matan Hulu
  • Kerajaan Sukadana yang membawahi Onder Distrik Sukadana
  • Kerajaan Simpang yang membawahi Onder Distrik Simpang Hilir dan Simpang Hulu

Masing-masing kerajaan dipimpin oleh seorang Panembahan. Sampai tahun 1942, wilayah-wilayah ini dipimpin oleh:

Keraton Saunan

Masa pendudukan Jepang, NICA dan pasca kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Masa pemerintahan Hindia Belanda berakhir dengan datangnya bala tentara Jepang pada tahun 1942. Dalam masa pendudukan tentara Jepang, Kabupaten Ketapang masih tetap dalam status Afdeling, hanya saja pimpinan langsung diambil alih oleh Jepang.

Pemerintahan pendudukan Jepang yang berakhir kekuasaannya pada tahun 1945 diganti oleh Pemerintahan Tentara Belanda (NICA). Pada masa ini bentuk pemerintahan yang ada sebelumnya masih diteruskan. Kabupaten Ketapang berstatus Afdeling yang disempurnakan dengan Stard Blood 1948 No. 58 dengan pengakuan adanya Pemerintahan swapraja. Pada waktu itu Kabupaten Ketapng terbagi menjadi tiga pemerintahan swapraja, yaitu Sukadana, Simpang dan Matan, kemudian semua daerah swapraja yang ada digabungkan menjadi sebuah Federasi.

Pembentukan Kabupaten Ketapang pada masa Pemerintahan Republik Indonesia adalah berdasakan Undang-undang Nomor 25 tahun 1956 yang menetapkan status Kabupaten Ketapang sebagai bagian Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin oleh seorang Bupati.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ketapang merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, terletak di antara garis 0º 19’00” - 3º 05’ 00” Lintang Selatan dan 108º 42’ 00” - 111º 16’ 00” Bujur Timur.

Dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang merupakan kabupaten terluas, memiliki pantai yang memanjang dari selatan ke utara dan sebagian pantai yang merupakan muara sungai, berupa rawa-rawa terbentang mulai dari Kecamatan Teluk Batang, Simpang Hilir, Sukadana, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Pulau Maya Karimata, sedangkan daerah hulu umumnya berupa daratan yang berbukit-bukit dan diantaranya masih merupakan hutan.

Sungai terpanjang di Kabupaten Ketapang adalah Sungai Pawan yang menghubungkan Kota Ketapang dengan Kecamatan Sandai, Nanga Tayap dan Sungai Laur serta merupakan urat nadi penghubung kegiatan ekonomi masyarakat dari desa dengan kecamatan dan kabupaten.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Adapun batas-batas wilayah administrasi Kabupaten Ketapang adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sanggau
Selatan Laut Jawa
Barat Selat Karimata dan Kabupaten Kayong Utara
Timur Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Sintang

Daftar kecamatan[sunting | sunting sumber]

Daerah Kabupaten Ketapang mempunyai luas wilayah 35.809 km² (± 3.580.900 ha) yang terdiri dari 33.209 km² wilayah daratan dan 2.600 km² wilayah perairan serta memiliki 20 kecamatan,[2] yaitu:

  1. Benua Kayong
  2. Air Upas
  3. Delta Pawan
  4. Hulu Sungai
  5. Jelai Hulu
  6. Kendawangan
  7. Manis Mata
  8. Marau
  9. Matan Hilir Selatan
  10. Matan Hilir Utara
  11. Muara Pawan
  12. Nanga Tayap
  13. Pemaham
  14. Sandai
  15. Simpang Dua
  16. Simpang Hulu
  17. Singkup
  18. Sungai Melayu Raya
  19. Sungai Laur
  20. Tumbang Titi
Kota Ketapang dan Tugu Tolak Bala

Topografi[sunting | sunting sumber]

Daerah pantai memanjang dari utara ke selatan dan daerah aliran sungai merupakan dataran berawa-rawa, yakni mulai dari kecamatan Telok Batang, Simpang Hilir, Sukadana, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Pulau Maya Karimata. Sedangkan wilayah perhuluan umumnya berupa daerah berbukit-bukit. Sungai terpanjang di Kabupaten Ketapang adalah sungai Pawan. Juga terdapat sungai-sungai besar lainnya, yakni sungai Merawan , Kendawangan dan Jelai.

Geologi[sunting | sunting sumber]

Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Ketapang berupa tanah podsolik merah kuning, litosol/regosol, latosol, andosol dan organosal.

Tanah podsolik merah kuning terdapat di daerah hulu bagian tengah, memanjang dari utara ke selatan, meliputi kecamatan:

  • Tumbang Titi
  • Jelai Hulu
  • Marau
  • Simpang Hulu
  • Sandau
  • Nanga Tayap
  • Sungai Laur
  • Sebagian kecamatan Manis Mata

Tanah litosol/rigosol terdapat di daerah hulu agak ke timur, sebagian besar terdapat di kecamatan:

  • Sungai Laur
  • Simpang Hulu
  • Sandai
  • Nanga Tayap


Tanah latosol terdapat di kecamatan:

  • Sandai
  • Sungai Laur

Tanah organosal sebagian besar terdapat di daerah pantai, memanjang dari utara ke selatan, yaitu di kecamatan:

  • Simpang Hilir
  • Pulau Maya Karimata
  • Sukadana
  • Matan Hilir Utara
  • Matan Hilir Selatan
  • Kendawangan
  • Manis Mata

Jenis tanah andosol hanya terdapat di kecamatan Sandai bagian timur.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Ketapang beriklim tropis dengan suhu rata-rata 23,70° C - 26,70° C dan suhu pada siang hari mencapai 30,80° C serta memiliki curah hujan rata-rata 3696,1 mm/tahun dengan curah hujan rata-rata per tahun sebanyak 214 kali, sedangkan kecepatan angin adalah 3,1 knot dan merupakan yang tertinggi di Kalimantan Barat.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pendapatan utama Kabupaten Ketapang berasal dari bisnis kayu, kelapa sawit, sarang burung walet dan jasa perdagangan. Pertokoan di Ketapang sebagian besar dimiliki oleh etnis Tionghua.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa SD, SMP, SMA dan SMK di kota ini.

  • SD Pangudi Luhur Santo Yosef Ketapang
  • SD Santa Monika Ketapang
  • SD 04 Ketapang
  • SD 05 Ketapang
  • SD 04 Ketapang
  • SD 07 Ketapang
  • SMP Pangudi Luhur Santo Albertus Ketapang
  • SMP Santo Agustinus Ketapang
  • SMP 1 Ketapang
  • SMP 2 Ketapang
  • SMP 3 Ketapang
  • SMP 4 Ketapang
  • SMP 5 Ketapang
  • SMP 6 Ketapang
  • SMP 7 Ketapang
  • SMP 8 Ketapang
  • SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes Ketapang
  • SMA Santo Petrus Ketapang
  • SMA Muhammadiyah 1 Ketapang
  • MAN Ketapang
  • SMA 1 Ketapang
  • SMA 2 Ketapang
  • SMA 3 Ketapang
  • SMA 4 Ketapang
  • SMK 1 Ketapang
  • SMK 2 Ketapang

Beberapa perguruan tinggi juga ada di daerah ini, antara lain:

  • STAI Al Haudl (Sekolah Tinggi Agama Islam)
  • Politeknik Negeri Ketapang (Politap)
  • Akademi Manajemen Komputer dan Informatika (AMKI) Ketapang
  • Akademi Keperawatan (AKPER)
  • Universitas Terbuka (UT)
  • Universitas Timbul Nusantara (UTIRA) Kampus Ketapang

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat dua rumah sakit di kota ini, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Agoesdjam dan Rumah Sakit Fatima (swasta).

Demografis[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Ketapang yang meliputi 20 kecamatan adalah 473.880 jiwa (tahun 2004) yang terdiri dari laki-laki 217.885 jiwa dan perempuan 205.931 jiwa.

Kelenteng Tua Pek Kong

Kota Ketapang adalah kota yang multi suku dan etnis, yaitu Suku Dayak dan Melayu serta Tionghua yang merupakan tiga suku terbesar di kota ini. Selain itu juga ada suku Jawa dan Madura. Orang Tionghua di kota ini menggunakan dialek Tiochiu (dalam ejaan Mandarin: Chaozhou) sebagai bahasa pengantar sesama warga Tionghua. Juga terdapat sebagian kecil orang Tionghua yang menggunakan bahasa Khek (Hakka).

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kota Ketapang dapat dijangkau dari kota lain melalui Bandara Rahadi Osman dan Pelabuhan Sukabangun Ketapang. Terdapat penerbangan ke Pontianak dan Semarang via Pangkalan Bun. Juga telah ada penerbangan langsung ke Jakarta oleh armada Aviastar dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

Transportasi antar desa di Ketapang menggunakan bus, kapal cepat (speed boat). Terdapat bus dari Ketapang ke Sukadana (ibukota Kabupaten Kayong Utara dengan jarak tempuh 80km, sekitar 2 jam perjalanan.

Transportasi di tengah kota dapat menggunakan angkot yang dalam bahasa setempat disebutoplet (mobil jenis minibus atau van) serta ojek.

Penas Air mendarat di Ketapang dari Jakarta

Tempat khas[sunting | sunting sumber]

Tugu Ale-ale

Beberapa tempat khas yang ada di Kabupaten Ketapang adalah:

  • Terdapat banyak pantai sepanjang garis pantai Kabupaten Ketapang. Pantai-pantai yang indah dan mudah terjangkau di antaranya: Pantai Sungai Jawi (Pantai Penage) (10 km ke Selatan), Pantai Tanjung Batu (30 km ke Selatan), Pantai Pagar Mentimun (45 km ke Selatan), Pantai Air Mata Permai (13 km ke Utara) dan Pantai Tanjung Belandang (15 km ke Utara).
Indahnya Pantai Sungai Jawi saat matahari terbenam
  • Tugu Ale-ale terletak di perempatan Jl. R. Suprapto dan jalan menuju jembatan Pawan 1 yang melintasi Sungai Pawan. Ale-ale adalah sejenis kerang berkulit halus yang menjadi makanan khas dari daerah Ketapang. Tugu ini juga sebagai titik 0 Kilo meter Kota Ketapang.
  • Tugu Tolak Bala terletak di tengah Kota Ketapang, yakni di pertigaan Jl. Merdeka dan Jl. A. Yani.
  • Museum Keraton Gusti Muhammad Saunan, dahulu merupakan kerajaan Melayu, terdapat di Ketapang dan menghadap ke Sungai Pawan.
  • Kelenteng Tua Pek Kong, yaitu tempat ibadah umat Tridharma yang terletak di Jl. Merdeka, Ketapang.

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Usulan Pemekaran Kabupaten Hulu Aik dan Kabupaten Jelai Kendawangan Raya yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Ketapang masih menunggu putusan putusan DPRD Kabupaten Ketapang.[3]

Hotel[sunting | sunting sumber]

Di Kota Ketapang terdapat beberapa hotel yang dapat dijadikan tempat beristirahat, yakni:

  • Aston City Hotel Jl.R.Suprapto
  • Hotel Perdana Jl. Merdeka Utara
  • Hotel Murni Jl. M.T. Haryono
  • Hotel Putra Tanjung Jl. Pak Nibung I
  • Hotel Aorta Jl. Sisingamangaraja
  • Wisma Patria Jl. P. Diponegoro
  • Hotel Patra Ista Jl. K. H. Agus Salim
  • Hotel Agusta Jl. Kol. Sugiono
  • Hotel Tulip Jl. M. T. Haryono

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ "Nama-nama Kecamatan di Kabupaten Ketapang". Pemerintah Kabupaten Ketapang Humas Setda Ketapang. Diakses 2013-05-31. 
  3. ^ Ketapang Wacanakan Pemekaran Kabupaten Baru id.berita.yahoo.com