Hamzah Haz

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dr. H.
Hamzah Haz
Wakil Presiden Indonesia ke-9
Masa jabatan
26 Juli 2001 – 20 Oktober 2004
Presiden Megawati Soekarnoputri
Didahului oleh Megawati Soekarnoputri
Digantikan oleh Jusuf Kalla
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia ke-7
Masa jabatan
26 Oktober 1999 – 26 November 1999
Presiden Abdurahman Wahid
Didahului oleh Haryono Suyono
Digantikan oleh Basri Hasanuddin
Menteri Negara Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
Masa jabatan
23 Mei 1998 – 18 Mei 1999
Presiden B. J. Habibie
Didahului oleh Sanyoto Sastrowardoyo
Digantikan oleh Marzuki Usman
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ke-4
Masa jabatan
1998 – 2007
Didahului oleh Ismail Hassan Metareum
Digantikan oleh Suryadharma Ali
Informasi pribadi
Lahir 15 Februari 1940 (umur 74)
Bendera Belanda Ketapang, Kalimantan Barat, Hindia Belanda
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Ppp-logo.jpg PPP
Suami/istri Asmaniah
Titin Kartini
Agama Islam

Dr. H. Hamzah Haz, M.A., Ph.D. (lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Februari 1940; umur 74 tahun) adalah Wakil Presiden Republik Indonesia kesembilan yang menjabat sejak tahun 2001 bersamaan dengan naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Republik Indonesia. Dalam kepartaian, Hamzah Haz menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 1998-2007.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Pada 1961 setelah lulus dari Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) di Pontianak, ia menjadi Wartawan surat kabar Bebas, Hamzah pernah kuliah di Yogyakarta sampai lulus pada 1965 dan melanjutkan kuliah di Jurusan Ilmu Perusahaan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura. Selama menuntut ilmu di Pontianak, ia juga merupakan Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak.

Karier[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1971 Hamzah pernah menjadi Wakil Ketua DPW Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat, setelah itu dia menjadi wakil rakyat bagi NU pada tahun itu juga. Pasca terjadinya fusi antara Nahdlatul Ulama (NU) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hamzah aktif bergerak menjadi anggota DPR bagi PPP serta menjadi pengurus penting PPP sampai akhirnya menjabat mejadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu.

Pada 1998 Hamzah Haz diangkat menjadi Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Habibie, namun ia mengundurkan diri setelah satu tahun menjabat akibat desakan masyarakat agar pimpinan partai tidak menjabat menteri. Namun ketika Presiden Abdurrahman Wahid memintanya menjadi menteri pada Kabinet Persatuan Nasional sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, dia kembali menerima amanat tersebut, dan kembali pada 26 November 1999 Hamzah kembali mengundurkan diri dengan alasan yang sama dan ingin fokus ke partai. Aksi pengunduran itu juga merupakan aksi pengunduran diri pertama dalam kabinet Persatuan Nasional setelah Hamzah hanya menjabat selama dua bulan. Puncak karier politik Hamzah Haz adalah ketika ia berhasil menjabat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia menggantikan Megawati Soekarnoputri yang saat itu naik jabatan menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang diberhentikan melalui Sidang Istimewa MPR yang dipimpin Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat saat itu, Amien Rais

Dalam pemilihan Wakil Presiden yang dilakukan oleh 700 orang anggota MPR tersebut, Hamzah Haz berhasil unggul dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Akbar Tandjung

Pada Pemilu 2004, Partai Persatuan Pembangunan meraih posisi keempat, berada di bawah Partai Kebangkitan Bangsa dengan 8,15% suara, sehingga Hamzah Haz dicalonkan sebagai calon presiden oleh partainya, PPP, berpasangan dengan Agum Gumelar sebagai calon wakil presiden, namun ia kalah dengan perolehan suara hanya 3%.

Pemikiran[sunting | sunting sumber]

Hamzah Haz banyak diduga memiliki hubungan dengan para tentara muslim terutama akibat hubungan baiknya dengan Abu Bakar Bashir dengan tujuan untuk mencari dukungan suara agar memilihnya menjadi Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2004

Hamzah Haz juga sempat mengungkapkan bahwa Amerika Serikat adalah teroris, yang menjadi kontroversi dimana-mana

Menjelang Pemilu 2014, Hamzah Haz mengungkapkan bahwa suatu hal yang nasionalis dan agamis patut untuk digabungkan agar berhasil memimpin Indonesia 5 tahun ke depan, Ungkapan tersebut sejalan dengan dukungan Hamzah kepada Joko Widodo (Jokowi) agar mencalonkan diri menjadi presiden pada Pemilu 2014 dan juga imbauan untuk Jokowi agar memilih Wakil Presiden dari jajaran Agamawan

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Hamzah Haz memiliki dua orang istri yaitu Asmaniah dan Titin Kartini, dan memiliki 12 anak[1] dan salah satunya, Nur Agus Haz merupakan anggota DPR dari PPP.[2]

Hamzah Haz bergelar PhD (S3 / doktoral) dari American World University,[3] sebuah institusi pabrik ijazah.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Ditanya Jumlah Istrinya, Hamzah Haz Menyebut Dua". detikcom. 21 Mei 2004. Diakses 25 Februari 2014. 
  2. ^ "Anak dan Menantu Haz Caleg Jadi". suaramerdeka.com. 4 Januari 2004. Diakses 25 Februari 2014. 
  3. ^ "Profil Hamzah Haz". kpud-ntbprov.go.id. Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat. Diakses 25 Februari 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Haryono Suyono
Menko Kesra
26 Oktober 1999 - 18 Desember 1999
Diteruskan oleh:
Basri Hasanuddin
Didahului oleh:
Megawati Sukarnoputri
Wakil Presiden Republik Indonesia
2001 - 2004
Diteruskan oleh:
Jusuf Kalla
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Ismail Hassan Metareum
Presiden Partai Persatuan Pembangunan
1998 - 2007
Diteruskan oleh:
Suryadharma Ali