Alwi Shihab
|
|
Artikel biografi tokoh yang masih hidup ini tidak memiliki referensi atau sumber. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber terpercaya. Hal-hal mengenai tokoh yang masih hidup tetapi tidak memiliki referensi atau sumber yang memadai harus segera dihapus. Temukan sumber: (Alwi Shihab – berita, buku, cendekia) |
| Alwi Shihab | |
|---|---|
![]() |
|
| Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia ke-10 | |
| Masa jabatan 21 Oktober 2004 – 7 Desember 2005 |
|
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Didahului oleh | Abdul Malik Fadjar (ad-interim) |
| Digantikan oleh | Aburizal Bakrie |
| Menteri Luar Negeri Republik Indonesia ke-14 | |
| Masa jabatan 26 Oktober 1999 – 9 Agustus 2001 |
|
| Presiden | Abdurahman Wahid |
| Didahului oleh | Ali Alatas |
| Digantikan oleh | Hassan Wirajuda |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 19 Agustus 1946 (umur 66) |
| Agama | Islam |
Alwi Abdurrahman Shihab (lahir di Rappang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (dulu Sulawesi Selatan), 19 Agustus 1946; umur 66 tahun) adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Ia menjabat dari 21 Oktober 2004 hingga 6 Desember 2005. Sebelumnya ia adalah Menteri Luar Negeri Indonesia pada tahun 1999-2001. Ia juga adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa.
Alwi adalah adik kandung mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII, Quraish Shihab dan paman dari presenter, Najwa Shihab. Ia menghabiskan masa kecil dan remajanya di Makassar, Malang, dan Kairo. Pendidikan sarjananya dalam bidang akidah filsafat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ujungpandang diselesaikan pada tahun 1986. Pada saat yang hampir bersamaan ia meraih gelar master dari Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Selain itu, Alwi juga mempunyai gelar master dari Universitas Temple, Amerika Serikat yang diterima pada tahun 1992.
Selain meraih dua gelar master, Alwi juga mempunyai dua gelar doktor, masing-masing dari Universitas Ain Syam, Mesir (1990) dan Universitas Temple (1995).
Sebelum bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa dan pulang ke Indonesia, Alwi menetap di Washington DC, AS. Di situ, ia mengajar agama Islam di Hartford Seminary sejak tahun 1996. Selain itu, ia juga mengajar di Harvard Divinity School di Universitas Harvard (1998), dan di Auburn Theological Seminary of New York.
Di kalangan cendekiawan dan pemikir Islam AS, nama Alwi tidak asing. Alwi adalah salah seorang ahli Islam pertama yang duduk dalam Board of Trustee pada Centre for the Study of World Religions, lembaga pengkajian yang berafiliasi dengan Harvard Divinity School.
Pada tahun 1999, ia menjadi anggota DPR. Kemudian ia diangkat menjadi Menteri Luar Negeri pada tahun 1999. Sejak tahun 2002, ia merupakan Ketua Umum Partai kebangkitan Bangsa (PKB). Di bawah kepemimpinannya, PKB bergandeng tangan dengan Golkar untuk mencalonkan Jenderal TNI (Purn) Wiranto dan Solahuddin Wahid sebagai calon presiden-wakil presiden pada Pemilu 2004, namun pasangan tersebut gagal terpilih. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Kabinet Indonesia Bersatu, Alwi dijadikan Menko Kesra. Setelah dicopot dalam perombakan pada 5 Desember 2005, Alwi direncanakan akan menjabat sebagai utusan khusus untuk kerjasama dengan Timur Tengah.
Dari pernikahannya dengan Ashraf Shahab, MBA, seorang guru, Alwi memperoleh tiga anak, Rizvi, Samira, dan Samy.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Ali Alatas |
Menteri Luar Negeri Indonesia 1999 - 2001 |
Digantikan oleh: Hassan Wirajuda |
| Didahului oleh: Abdul Malik Fadjar |
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia 21 Oktober 2004 - 6 Desember 2005 |
Digantikan oleh: Aburizal Bakrie |

