Soebandrio

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Subandrio)
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk Soebandrio sebagai Kasau, lihat Soebandrio.
Soebandrio
Wakil Perdana Menteri Indonesia
Masa jabatan
22 Februari 1966 – 18 Maret 1966
Memimpin bersama dengan Johannes Leimena, Chairul Saleh dan Idham Chalid
Presiden Soekarno
Perdana Menteri Soekarno
Digantikan oleh Sultan Hamengkubuwono IX
Masa jabatan
13 November 1963 – 22 Februari 1966
Memimpin bersama dengan Johannes Leimena dan Chairul Saleh
Presiden Soekarno
Perdana Menteri Soekarno
Masa jabatan
6 Maret 1962 – 13 November 1963
Memimpin bersama dengan Johannes Leimena
Presiden Soekarno
Perdana Menteri Soekarno
Didahului oleh Johannes Leimena
Menteri Luar Negeri Indonesia ke-10
Masa jabatan
9 April 1957 – 28 Maret 1966
Presiden Soekarno
Didahului oleh Roeslan Abdulgani
Digantikan oleh Adam Malik
Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya ke-1
Masa jabatan
1949–1954
Presiden Soekarno
Didahului oleh Tidak Ada
Digantikan oleh Soepomo
Informasi pribadi
Lahir 15 September 1914
Bendera Belanda Kepanjen, Jawa Timur, Hindia Belanda
Meninggal 3 Juli 2004 (umur 89)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Partai politik Partai Sosialis Indonesia (Mantan Anggota)
Alma mater Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta
Profesi Politikus, diplomat
Agama Islam

Marsdya TNI (Purn.) dr. Soebandrio (lahir di Kepanjen, Jawa Timur, 15 September 1914 – meninggal di Jakarta, 3 Juli 2004 pada umur 89 tahun) adalah politikus Indonesia yang sangat berpengaruh pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Lulusan Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta (GHS) ini pernah menjadi Duta Besar Republik Indonesia di London, Britania Raya, pada tahun 1950-1954 dan Moskwa, Uni Soviet, pada tahun 1954-1956.

Pada tahun 1956, Presiden Soekarno memanggil Soebandrio pulang ke Jakarta untuk diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, lalu menjadi Menteri Luar Negeri. Berikutnya, pada tahun 1960, ia ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I dan sebagai Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri pada tahun 1962. Ia merangkap ketiga jabatan tersebut sekaligus sebagai Kepala Badan Pusat Intelijen hingga tahun 1966. Selain itu, sebagai anggota dari Komando Operasi Tertinggi dalam Operasi Dwikora dan Trikora, ia juga menyandang pangkat marsekal madya di TNI Angkatan Udara.

Pasca-Gerakan 30 September, Soebandrio divonis hukuman mati oleh Mahkamah Militer Luar Biasa dengan dakwaan terlibat dalam gerakan tersebut meski tidak ada bukti nyata yang menunjukkan pengetahuan atau keterlibatannya mengingat saat Gestapu meletus, Soebandrio sedang berada di Sumatera.[1] Akan tetapi, vonis itu selanjutnya dikurangi menjadi hukuman seumur hidup. Pada tahun 1995, ia dibebaskan karena alasan kesehatan hingga wafat pada tahun 2004.

Soebandrio, pada upacara yang menandai penyerahan Papua Barat ke Indonesia, tahun 1963

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ * Hughes, John. 2002. The End of Sukarno – A Coup that Misfired: A Purge that Ran Wild. Archipelago Press, hlm. 19, ISBN 981-4068-65-9.

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Segeh, Sjafri. 1966. Soebandrio, Durno Terbesar Abad XX. Padang: Trimuf.
  • Soebandrio. 1957. Indonesia in the United Nations: Speech by the Minister for Foreign Affairs, dr. Soebandrio. Jakarta: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
  • Soebandrio. 2001. Kesaksianku tentang G30S. Jakarta: Forum Pendukung Reformasi Total.
  • Soebandrio. 2006. Yang Saya Alami - Peristiwa G30S: Sebelum, Saat Meletus, dan Sesudahnya. Jakarta: Bumi Intitama Sejahtera, ISBN 979-95553-9-6.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Johannes Leimena
Wakil Perdana Menteri Indonesia
1962 - 1966
Bersama dengan: J. Leimena (1960-66)
Chaerul Saleh (1963-66)
Idham Chalid (1966)
Diteruskan oleh:
Sultan Hamengkubuwono IX
Didahului oleh:
Roeslan Abdulgani
Menteri Luar Negeri Indonesia
19571966
Diteruskan oleh:
Adam Malik
Jabatan diplomatik
Posisi baru Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya
19491954
Diteruskan oleh:
Soepomo
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Pirngadi
Kepala Badan Pusat Intelijen
1959–1965
Diteruskan oleh:
Soeharto