Feisal Tanjung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Feisal Tanjung
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia ke-5
Masa jabatan
14 Maret 1998 – 21 Mei 1998
Presiden Soeharto
Didahului oleh Soesilo Soedarman
Masa jabatan
21 Mei 1998 – 26 Oktober 1999
Presiden Baharuddin Jusuf Habibie
Digantikan oleh Wiranto
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-8
Masa jabatan
21 Mei 1993 – 12 Februari 1998
Presiden Soeharto
Didahului oleh Edi Sudradjat
Digantikan oleh Wiranto
Informasi pribadi
Lahir 17 Juni 1939
Bendera Belanda Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Hindia Belanda
Meninggal 18 Februari 2013 (umur 73)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Suami/istri Masrowida Lubis
Anak Astrid Tanjung, Yasser Tanjung, Yusuf Tanjung
Alma mater Akademi Militer Nasional
Dinas militer
Pengabdian  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Pangkat Pdu jendtni staf.png Jenderal TNI
Perang Operasi Masohi (1963)
Operasi Trikora (1963)
Operasi Dwikora (1965)
Op. G30S/PKI (1965)
Operasi W. OPM (1967)
Team ICCS G IV (1973)
Operasi Seroja Tim-Tim (1976)

Jenderal TNI (Purn) Feisal Edno Tanjung (lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 17 Juni 1939 – meninggal di Jakarta, 18 Februari 2013 pada umur 73 tahun), putra ke-5 dari Amin Husin Abdul Mun'im dan Siti Rawani Hutagalung, adalah salah satu tokoh militer Indonesia. Feisal adalah alumni dari Akademi Militer Nasional angkatan 1961. Seorang perwira tempur, kariernya banyak dihabiskan di pasukan khusus; grup Sandi Yudha RPKAD (sekarang Kopassus) dan kemudian Brigade 17 Kostrad.

Nama "Edno" pada namanya disesuaikan dengan urutan kelahirannya (E adalah huruf ke-5 alfabet). Ayahnya, seorang tokoh Muhammadiyah, memberi nama anak-anaknya sesuai dengan urutan kelahiran masing-masing.

Nama keluarga "Tanjung" bukan nama yang dibawa dari lahir. Tapi baru diadopsi ketika saudara tertua Feisal mulai memasuki bangku perkuliahan.

Feisal Tanjung sebelumnya tidak masuk prediksi sebagai calon Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia mengingat saat itu ada calon kuat lain, yakni Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar yang saat itu memegang jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Feisal Tanjung merupakan salah seorang perwira ABRI yang memegang jabatan tertinggi tanpa melalui jenjang Kepala Staf. Sebelumnya, LB Moerdani juga melaju ke jabatan Pangab tanpa melalui jabatan tersebut.

Feisal Tanjung memiliki seorang isteri bernama Masrowida Lubis dan dikaruniai 3 orang anak.

Nama Feisal mulai menjadi pembicaraan hangat setelah memimpin DKP (Dewan Kehormatan Perwira) untuk tragedi Santa Cruz di Timor Leste tahun 1991. Penunjukan Tanjung oleh Presiden Soeharto saat itu membuat heran banyak orang karena saat itu KSAD Edi Sudrajat tidak menyodorkan namanya sebagai calon ketua DKP. Hasil rekomendasi DKP yang paling nyata adalah pencopotan Mayjen Sintong Panjaitan - salah satu perwira yang bersinar saat itu - dari jabatan Pangdam Udayana. Selain itu juga diberhentikannya Brigjen Rudolf Warouw dari Panglima Komando Pelaksana Operasi Timor Timur serta Kapten Choki Aritonang dan beberapa bawahannya sebagai perwira pelaksana di lapangan. Semuanya dicopot sebagai reaksi pemerintah memenuhi tuntutan internasional akan penanggungjawab terjadinya kerusuhan di Santa Cruz Timor Timur yang mencoreng citra RI masa itu. Saat menjabat Pangab, terjadi friksi antara kubu Feisal Tanjung dan kubu R. Hartono (KSAD), juga adanya rumor penggolongan ABRI Hijau dan ABRI Merah Putih.

Jenderal Feisal Tanjung meninggal pada hari Senin tanggal 18 Februari 2013 di Jakarta dan Dimakamkan di TMP Kalibata.[1]

Karier militer[sunting | sunting sumber]

Di bawah ini adalah karier Feisal Tanjung sejak di militer hingga memiliki jabatan di Kabinet Pembangunan VII:[2][3]

  1. Danton 1 Ki 2 Kodam XV/Pattimura
  2. Danki RPKAD
  3. Dan Group I RPKAD
  4. Dosen Seskoad, 1972
  5. Kasbrigif Linud 17 Kostrad
  6. Danbrigif Linud 17 Kostrad
  7. Asops Kaskostrad
  8. Kas Kopus Linud Kostrad
  9. Pangkopur Linud Kostrad
  10. Danpussenif 1983-1985
  11. Pangdam VI/Tanjungpura, 1985
  12. Danseskoad, 1987-1992
  13. Kasum ABRI, 1992
  14. Panglima ABRI, 1993
  15. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam kabinet Pembangunan VII masa kerja 14 Maret 1998 - 21 Mei 1998

Tanda jasa[sunting | sunting sumber]

  • Bintang Mahaputera Adi Pradana
  • Bintang Yudha Dharma Pratama
  • Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
  • Bintang Kartika Eka Paksi Utama
  • Satya Lencana Dharma X
  • Satya Lencana GOM III (RMS)
  • Satya Lencana Wira Dharma / Dwikora
  • Satya Lencana Dharma/Trikora
  • Satya Lencana Penegak G30S/PKI
  • Satya Lencana GOM IX/Raksasa Dharma
  • Satya Lencana Kesetiaan VIII
  • Satya Lencana Kesetiaan XVI
  • Satya Lencana Kesetiaan XXIV
  • Satya Lencana Kesetiaan XXXII
  • Satya Lencana Seroja
  • Satya Lencana Dwija Sistha

Tugas militer[sunting | sunting sumber]

  • Operasi Masohi / RMS tahun 1963
  • Operasi Trikora tahun 1963
  • Operasi Dwikora tahun 1965
  • Operasi G30S/PKI tahun 1965
  • Operasi Wibawa OPM tahun 1967
  • Team ICCS G IV tahun 1973
  • Operasi Seroja Tim-Tim 1976

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Soesilo Soedarman
Menkopolkam
1998 - 1999
Diteruskan oleh:
Wiranto
Jabatan militer
Didahului oleh:
Edi Sudradjat
Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
1993- 1998
Diteruskan oleh:
Wiranto
Didahului oleh:
Parjoko S
Pangdam Tanjungpura
1985 - 1988
Diteruskan oleh:
ZA Maulani