Harmoko

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Harmoko
Harmoko

Masa jabatan
19971998
Presiden Soeharto
Pendahulu Wahono
Masa jabatan
19981999
Presiden Baharuddin Jusuf Habibie
Pengganti Amien Rais

Masa jabatan
19971998
Presiden Soeharto
Pendahulu Wahono
Masa jabatan
19981999
Presiden Baharuddin Jusuf Habibie
Pengganti Akbar Tandjung

Masa jabatan
19 Maret 198316 Maret 1997
Presiden Soeharto
Pendahulu Ali Murtopo
Pengganti R. Hartono

Lahir 7 Februari 1939 (umur 72)
Bendera Belanda Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Hindia Belanda
Agama Islam

Harmoko (lahir di Desa Patihanrowo, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939; umur 72 tahun) adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.

[sunting] Riwayat Pekerjaan

Pada permulaan tahun 1960-an, setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, ia bekerja sebagai wartawan dan juga kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka. Pada tahun 1964 ia bekerja juga sebagai wartawan di Harian Angkatan Bersenjata, dan kemudian Harian API pada 1965. Pada saat yang sama, ia menjabat pula sebagai pemimpin redaksi majalah berbahasa Jawa, Merdiko (1965). Pada tahun berikutnya (1966-1968), ia menjabat sebagai pemimpin dan penanggung jawab Harian Mimbar Kita. Pada tahun 1970, bersama beberapa temannya, ia menerbitkan harian Pos Kota.

[sunting] Karier Politik

Sebagai menteri Penerangan, Harmoko mencetuskan gerakan Kelompencapir (Kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa) yang dimaksudkan sebagai alat untuk menyebarkan informasi dari pemerintah. Harmoko pun dinilai berhasil memengaruhi hasil pemilihan umum (Pemilu) melalui apa yang disebut sebagai "Safari Ramadhan". Sebagai Ketua Umum DPP Golkar, Harmoko dikenal pula sebagai pencetus istilah "Temu Kader". Terakhir, ia menjabat sebagai Ketua DPR/MPR periode 1993-1998 yang mengangkat Soeharto selaku presiden untuk masa jabatannya yang ke-6. Namun dua bulan kemudian Harmoko pula yang memintanya turun ketika gerakan rakyat dan mahasiswa yang menuntut reformasi tampaknya tidak lagi dapat dikendalikan.

Jabatan politik
Didahului oleh:
Wahono
Ketua MPR
1997—1999
Digantikan oleh:
Amien Rais
Didahului oleh:
Wahono
Ketua DPR
1997—1999
Digantikan oleh:
Akbar Tandjung
Didahului oleh:
Ali Moertopo
Menteri Penerangan
1983—1997
Digantikan oleh:
R. Hartono
Akun
Ruang nama
Varian
Tindakan
Navigasi
Komunitas
Wikipedia
Cetak/ekspor
Peralatan
Bahasa lain