Kabupaten Malinau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Malinau
Lambang Kabupaten Malinau
Lambang Kabupaten Malinau
Moto: Intimung
(artinya : Indah, Tertib, Makmur dan Unggul)
Pemandangan Malinau Kota dari atas
Pemandangan Malinau Kota dari atas
Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Malinau.svg
Peta lokasi Kabupaten Malinau
Koordinat: 114°35'22 – 116°50'55 BT dan 1°21'36 – 4°10'55 LU
Provinsi Kalimantan Utara
Dasar hukum UU No. 47 Tahun 1999
Ibu kota Malinau Kota
Pemerintahan
 - Bupati Dr. Drs. Yansen Tipa Padan, M.Si.
 - APBD 1,25 Triliun (2013)
 - DAU Rp620.970.044.000.-(2013)[1]
Luas 39.799,90 km2
Populasi
 - Total 62.423 jiwa (2010)
 - Kepadatan 1,57 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0553
Pembagian administratif
 - Kecamatan 15
 - Kelurahan 106
 - Situs web www.malinau.go.id

Kabupaten Malinau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Malinau. Kabupaten Malinau juga sering disebut Bumi Intimung. Di kabupaten ini terdapat Taman Nasional Kayan Mentarang dengan luas 1.360.050,00 ha.

Asal usul Malinau[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya Malinau adalah sebuah kawasan pemukiman yang semula dihuni suku Tidung. Daerah ini selanjutnya menjadi kampung, berubah menjadi kecamatan. Kini Malinau menjadi ibukota kabupaten.

Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat suku Tidung, asal mula timbulnya atau disebutnya nama Malinau saat kedatangan orang-orang Belanda ke pemukiman yang dulunya bernama Desa Selamban. Di desa Selamban tinggal penduduk dari kalangan keluarga Suku Tidung. Sedangkan di seberang sungai terdapat desa Pelita Kanaan yang terletak di tepi sungai Kabiran tempat bermukimnya Suku Dayak Abai.

Pada saat Belanda datang ke desa ini, terjadilah dialog dengan sekelompok Suku Abai, yakni kaum ibu yang sedang membuat sagu dari aren. Orang Belanda lantas bertanya dalam bahasa Belanda yang artinya kurang lebih, "Apa nama sungai ini?". Maksudnya sungai di desa mereka. Penduduk yang mendapat pertanyaan tersebut tidak mengerti. Mereka hanya menduga maksud pertanyaan orang Belanda tersebut, mereka sedang mengerjakan atau melakukan apa. Lantas salah seorang dari mereka menjawab,"Mal Inau" yang maksudnya sedang mengolah atau memasak sagu enau/aren. "Mal" artinya membuat, sedangkan "Inau" artinya pohon enau/aren. Orang Belanda yang bertanya mencatatnya. Jadi nama Malinau lahir secara tidak sengaja.

Kemudian nama Malinau dalam peta dan administrasi Pemerintah Hindia Belanda yang menyebutkan ada nama sungai Malinau. Sejak itulah daerah ini disebut dengan nama Malinau. Sedangkan dalam perkembangannya, daerah Malinau makin banyak penduduknya yang mulai menyebar ke sebelah hulu dan hilir Desa Selamban sebelumnya. Terus berkembang menjadi kota kecil yang kemudian menjadi Kecamatan Malinau. Terakhir setelah adanya pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan, Malinau menjadi ibukota Kabupaten, yaitu Kabupaten Malinau. Sejak tahun 2012, kabupaten ini merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Utara, seiring dengan pemekaran provinsi baru tersebut dari Provinsi Kalimantan Timur.

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa suku asli yang ada di Malinau, yakni:

Kenampakan alam[sunting | sunting sumber]

Gunung[sunting | sunting sumber]

Di kabupaten ini terdapat beberapa gunung-gunung besar yang tergabung dalam rangkaian pegunungan Iban, yaitu:

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Malinau[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar nama-nama bupati yang pernah memimpin Kabupaten Malinau:

No. Foto Nama Periode Keterangan
1. Asmuni Ali 19992001 Penjabat bupati
2. Dr. Drs. Marthin Billa, MM 20012006
20062011
Bupati definitif pertama
Memenangkan Pilkada Malinau tahun 2006
3. Dr. Drs. Yansen Tipa Padan, M.Si 2011–sekarang Terpilih setelah memenangkan Pilkada Malinau tahun 2011

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]