Kabupaten Kutai Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Kutai Timur
Lambang Kabupaten Kutai Timur
Lambang Kabupaten Kutai Timur
Moto: Tuah Bumi Untung Banua (Bahasa Melayu)[1]


Lokasi Kalimantan Timur Kabupaten Kutai Timur.svg
Peta lokasi Kabupaten Kutai Timur
Koordinat: 115°56'26"-118°58'19" BT - 1°17'1" LS-1°52'39" LU
Provinsi Kalimantan Timur
Dasar hukum UU No. 47 Tahun 1999
Tanggal 28 Oktober 1999
Ibu kota Sangatta
Pemerintahan
 - Bupati H. Isran Noor
 - APBD Rp. 1,115 triliun (2006)
 - DAU Rp. 506.528.289.000.-(2013)[2]
Luas 35.747,50 km2
Populasi
 - Total 253.847 jiwa (2010)
 - Kepadatan 7,1 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0549
Pembagian administratif
 - Kecamatan 18[3]
 - Kelurahan 135[3]
 - Situs web http://www.kutaitimurkab.go.id/

Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²[3] atau 17% dari luas Provinsi Kalimantan Timur dan berpenduduk sebanyak 253.847 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) dengan kepadatan 4,74 jiwa/km² dan pertumbuhan penduduk selama 4 tahun terakhir rata-rata 4,08% setiap tahun.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai yang dibentuk berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999, tentang Pemekaran wilayah Provinsi dan Kabupaten. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 Oktober 1999.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Dengan luas wilayah 35.747,50 km², Kutai Timur terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat di antara 115°56'26"-118°58'19" BT dan 1°17'1" LS-1°52'39" LU.

Batas-batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Berau
Selatan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang
Barat Kabupaten Kutai Kartanegara
Timur Selat Makassar

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kutai Timur memiliki keadaan topografi yang bervariasi, mulai dari daerah dataran seluas 536.200 ha, lereng bergelombang (1,42 juta ha), hingga pegunungan (1,6 juta ha), tersimpan potensi batu bara 5,35 miliar ton.[4]

Pemerintah dan layanan publik[sunting | sunting sumber]

Kantor Bupati Kutai Timur

Bupati[sunting | sunting sumber]

Kutai Timur sejak pembentukannya baru memiliki dua orang bupati, pertama kali adalah Awang Faroek Ishak sebagai bupati dengan wakilnya Mahyudin. Pada saat Awang Farouk mundur dari jabatan bupati waktu mencalonkan diri menjadi Gubernur Kalimantan Timur, ia digantikan oleh Mahyudin. Kemudian pada Pilkada Bupati Kutai Timur, Awang Faroek terpilih kembali menjadi bupati periode 2006-2011.

Pada tahun 2008, Bupati Awang Farouk terpilih dan diangkat menjadi Gubernur Kalimantan Timur. Selanjutnya Wakil Bupati Isran Noor diangkat menjadi Bupati, sedangkan Wakil Bupati kemudian diamanatkan kepada Ardiansyah S.

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 18 kecamatan di Kutai Timur saat ini, yaitu: [3]

  1. Batu Ampar
  2. Bengalon
  3. Busang
  4. Kaliorang
  5. Karangan
  6. Kaubun
  7. Kongbeng
  8. Long Masengat
  9. Muara Ancalong
  10. Muara Bengkal
  11. Muara Wahau
  12. Rantau Pulung
  13. Sandaran
  14. Sangatta Utara
  15. Sangatta Selatan
  16. Sangkulirang
  17. Telen
  18. Teluk Pandan

Pemilihan umum kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Pilkada Kutim[sunting | sunting sumber]

Sejak reformasi 1998 dan pemberlakuan otonomi daerah yang diiringi dengan pembentukan Kabupaten Kutai Timur pada tahun 1999, Kutai Timur pertama kali menggelar pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tahun 2006 yang diikuti oleh empat pasangan calon, yakni:

Pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2005[5] dan pasangan Awang Faroek–Isran Noor memenangkan Pilkada Kutim 2006 dengan perolehan suara lebih dari 50 persen. Awang Faroek–Isran Noor dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kutai Timur pada tanggal 13 Februari 2006.[6][7]

Awang Faroek Ishak yang baru menjabat selama 2 tahun sebagai bupati, mencalonkan diri kembali sebagai kepala daerah, yakni Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2008 dan menang pada putaran kedua sehingga posisi bupati yang kosong setelah Awang Faroek dilantik menjadi Gubernur Kaltim pada tanggal 17 Desember 2008 diisi oleh wakil bupati Isran Noor yang dilantik menjadi bupati Kutai Timur pada tanggal 4 Februari 2009.[8]

Pada tahun 2010, tahapan menuju Pilkada Kutai Timur untuk masa jabatan 20112016 sudah dimulai. Mulai dari pemasangan baliho di segala penjuru Kutai Timur dan pengundian nomor urut calon bupati. Pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2010.

Adapun pasangan yang mengikuti Pilkada Kutai Timur 2010 adalah sebagai berikut:

No. Nama pasangan[9] Perolehan suara[10]
1 Susanto Asmoro Dewo–Abia Kamba 3.277 suara (2,82%)
2 Hari Miarsono–Majedi Effendi 23.245 suara (19,99%)
3 Isran Noor–Ardiansyah Sulaiman 59.418 suara (51,10%)
4 Darly Yusuf–Hendra 1.725 suara (1,48%)
5 Eko Mukamto–Saidi 933 suara (0,80%)
6 Andi Baji Solelipu–Rudi Basrun Gamas 2.003 suara (1,72%)
7 Suardi–Agustinus Djiu 25.683 suara (22,09%)

Berdasarkan perolehan suara di atas, maka pasangan Isran Noor–Ardiansyah Sulaiman ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Kutai Timur terpilih untuk masa jabatan 2011–2016. Namun, pasangan Suardi–Agustinus Djiu sempat keberatan karena menduga adanya kecurangan sehingga mereka melaporkan pasangan Isran–Ardiansyah ke Mahkamah Konstitusi. Setelah menjalani beberapa sidang, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan terhadap hasil pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur yang diajukan pasangan Suardi dan Agustinus Djiu. Keputusan tersebut diambil 9 hakim MK yang diketuai Mahfud MD pada tanggal 29 Desember 2010.[11]

Isran Noor–Ardiansyah Sulaiman dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Kutai Timur untuk masa jabatan 2011–2016 di Gedung Serbaguna Pemkab Kutim oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada tanggal 13 Februari 2011.

Tempat menarik[sunting | sunting sumber]

Secara umum tempat menarik untuk dikunjungi di Kutim terbagi dalam 3 wilayah, yaitu Zona Sangatta, Zona Sangkulirang dan Zona Muara Wahau, hal ini lebih dikarenakan kedekatan lokasinya daripada batas administratif.[12]

Daftar lokasi tersebut di antaranya adalah:

Zona Sangatta[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini seolah menjadi gerbang bagi pengunjung yang akan masuk ke Sangatta melalui jalur darat. Dicirikan oleh dominasi objek wisata alam, dengan Taman Nasional Kutai-nya yang sudah terkenal, wilayah ini juga “diuntungkan” dengan keberadaan kota Sangatta sebagai ibukota kabupaten yang memiliki fasilitas penunjang yang jauh lebih baik dibandingkan wilayah-wilayah lainnya di Kutai Timur.[13] Namun sangat disayangkan bahwa hutan lebat yang menyejukkan perjalanan menuju kota Sangatta sekarang harus merana karena habis ditebangi oleh penduduk pendatang yang kemudian mendirikan pemukiman disepanjang jalan Bontang - Sangatta yang seharusnya ikut membantu melestarikan keindahan hutan Taman Nasional Kutai Timur, tetapi sekarang justru menghancurkannya.

Secara umum terdapat:

  1. Taman Nasional Kutai
    di dalamnya terdapat pula:
    • Sangkimah, dimana terdapat jembatan (disebut Jembatan Sangkimah) sepanjang lebih kurang 1 km menjorok masuk ke tengah hutan hujan tropis dan bermuara pada suatu fosil hidup, yaitu pohon ulin besar yang diperkirakan berumur sekitar 1000 tahun.
    • Mentoko, di kawasan ini terdapat sebuah pondok penelitian, disebut Pondok Penelitian Mentoko yang didirikan oleh Akira Suzuki, seorang ahli biologi dari Jepang yang mempelajari kehidupan orang utan di daerah ini.
    • Pantai Teluk Kaba
    • Pantai Teluk Lombok dan Teluk Perancis.
  2. Pantai Tanjung Bara
    Pantai ini berada di dalam wilayah PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang merupakan salah satu perusahaan penambangan batubara terbesar yang berada di wilayah Kalimantan Timur.

Zona Sangkulirang[sunting | sunting sumber]

Objek dan daya tarik wisata di zona ini umumnya ditandai dengan ciri alam, yaitu hutan, gua, air panas, sungai, pantai dan pulau-pulau kecil yang tersebar di Kecamatan Sangkulirang. Garis pantai yang panjang dan potensi perairan (laut maupun sungai) yang besar menambah daya tarik wilayah ini terlebih dengan adanya daya tarik yang unik yang berbeda dengan wilayah lainnya, seperti gua, pulau, pantai, laut dan air panas. Namun seperti juga wilayah lain di Kutai Timur, aksesbilitas (melalui darat) masih menjadi masalah yang utama untuk wilayah Sangkulirang. Sementara ini transportasi air / sungai dengan perahu masih mendominasi perangkutan di Sangkulirang.[14]

Secara umum terdapat:

  1. Desa Benua Baru
  2. Pulau Birah-Birahan, merupakan tempat bertelur penyu dan tempat bertelur serta migrasi sejenis burung putih pada saat bulan-bulan angin laut selatan, yaitu bulan Agustus, September dan Oktober
  3. Pantai Jepu-Jepu, Bual-Bual dan Selangkau
  4. Desa Pengadan, dimana sebagian besar penduduknya adalah petani sarang burung walet. Juga terdapat gua-gua yang sangat menarik untuk dikunjungi, baik karena keindahannya (stalagtit dan stalagmit) serta terdapat lukisan-lukisan dinding berupa gambar negatif tangan manusia dan hewan dari Zaman Batu (Stone Age).[15] Di antara gua-gua itu yang dibuka untuk umum adalah:
    • Gua Ampanas dan
    • Gua Mardua

Zona Muara Wahau[sunting | sunting sumber]

Objek dan daya tarik wisata di wilayah ini dicirikan oleh alam pedalaman hutan dan sungai, dengan budaya sungainya yang masih cukup kental. Keberadaan gunung batu Kongbeng merupakan salah satu daya tarik lain yang unik di wilayah ini selain dari desa-desa sepanjang sungai Wahau/Telen.[16]

Secara umum terdapat:

  1. Desa Muara Wahau
  2. Desa Miau Baru, desa yang masih tetap mempertahankan tradisi budaya Dayak dalam kehidupan keseharian mereka, seperti berladang dan mencari ikan untuk kelangsungan hidup.
  3. Gunung Kung Beang yang terletak di Desa Pantun, nama Gunung Kung Beang berasal dari suku Dayak Wehea yang ada di Muara Wahau, berdasarkan kebenaran sejarah suku Dayak Wehea setempat yang telah lama dan terdahulu menempati dan hidup di daerah Wahaunama Gunung tersebut Kung Beang bukan Kongbeng.
  4. Desa-desa Sepanjang Sungai Wahau/Telen, seperti:
  5. HULIWA [Hutan Lindung Wehea]yang terletak diwilayah Desa Nehas Liah Bing beserta 5 Desa Wehea Lainnya, Suku Dayak Wehea Sepakat menjaga dan melindungi serta melestarikan hutan mereka yang sangat luas bahkan menjadi hutan lindung terluas di Kutim bahkan di Kaltim maupun seluruh indonesia dan nomor 3 terbesar didunia yang dibantu TNC

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Darat[sunting | sunting sumber]

Transportasi darat dapat ditempuh 4 jam dari Samarinda, 8 jam dari Balikpapan, 2 Jam dari Bontang

Udara[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi udara terdapat 2 pelabuhan udara, yaitu KPC di Tanjung Bara dan pelabuhan udara Pertamina di Sangkima yang dapat didarati pesawat Cassa dengan kapasitas 21 penumpang. Transportasi udara dapat ditempuh 1 jam perjalanan dari Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan.

Laut[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan laut sebagai prasarana transportasi laut saat ini hanya untuk melayani KPC, sedangkan Pelabuhan Maloy yang dipersiapkan untuk menampung aktivitas kawasan agroindustri Maloy dan daerah sekitarnya (hinterland). Sedangkan pelabuhan yang melayani kegiatan masyarakat, yaitu pelabuhan sungai yang berada di sungai Sangatta di kota Sangatta.[17]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit dan Klinik[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar Rumah Sakit dan Klinik di Sangatta, dsb :

Jl. Yos Sudarso II No. 101 Telp/Fax : 0549-24222, 2026258 Sangatta

Jl. Yos Sudarso III Teluk Lingga Telp : 0549-5502490 Sangatta

Jl. Yos Sudarso I No.01 Sangatta

Jl. Soekarno-Hatta No. 01 Telp/Fax : 0549-5501391 Sangatta Utara

Jl. Yos Sudarso IV Teluk Lingga Telp : 0549-23417 Sangatta

Jl. Yos Sudarso II Telp : 0549-23344, 21050

Jl. Karya Etam No.79 RT.14

Jl. Jendral Sudirman, Swarga Bara Sangatta

Perbankan dan Asuransi[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar bank dan asuransi yang membuka cabangnya di Sangatta, yaitu:

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Sangatta Trade Center atau sekarang disebut Sangatta Town Center adalah pusat perbelanjaan satu-satunya yang ada di Kota Sangatta. Mall Sangatta Trade Center ini memiliki 3 lantai dengan penyewa yang sudah terkenal seperti Kentucky Fried Chicken, Coffee Tofee, Home Mart, Timezone, Pinky's, Bakso Lapangan Tembak Senayan, Columbia, dan tempat hiburan anak lainnya. Mall ini beralamat di Jalan Yos Sudarso II dan tempatnya sangat strategis yang berada di Pusat Kota Sangatta, Mall ini juga bertempat di belakang sungai sangatta sehingga para pengunjung bisa melihat sungai sangatta dan hutan yang masih terjaga kelestariannya. Sambil menikmati sungai dan hutan tersedia juga restaurant Bakso Lapangan Tembak Senayan dengan menu pilihan yang bervariasi dengan harga terjangkau. Fasilitas Mall ini adalah memiliki parkir motor dan mobil yang cukup luas dan tersedia juga ATM Center.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]