Kabupaten Mamasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Mamasa
Lambang Kabupaten Mamasa.png
Lambang Kabupaten Mamasa
Moto: Mesa Kada Dipotuo Pantan Kada Dipomate


Lokasi Sulawesi Barat Kabupaten Mamasa.svg
Peta lokasi Kabupaten Mamasa
Koordinat: 12°5'-12°50' LS dan 2°40'-3°32' BT
Provinsi Sulawesi Barat
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Mamasa
Pemerintahan
 - Bupati Drs.Ramlan Badawai, MH
 - DAU Rp. 410.741.106.000.-(2013)[1]
Luas 2.759,23 km2
Populasi
 - Total 125.088 jiwa
 - Kepadatan 45,33 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan -
 - Kelurahan -
 - Situs web mamasakab.go.id
Pria berpakaian adat Toraja di Mamasa (tahun 1937)

Kabupaten Mamasa adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Mamasa, sekitar 340 km dari Kota Makassar, dapat ditempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil dari kota Pare-Pare, pusat kawasan pengembangan ekonomi terpadu di provinsi Sulawesi Selatan sekitar 190 km.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Mamuju,Kabupaten Mamuju Tengah
Selatan Kabupaten Polewali Mandar,
Barat Kabupaten Mamuju,Kabupaten Majene,Kabupaten Polewali Mandar
Timur Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamasa awalnya terdiri dari 4 kecamatan, yakni kecamatan Mamasa, Mambi, Sumarorong dan Pana, kemudian berkembang menjadi 17 kecamatan dan 123 kelurahan/desa. [2]

Penduduk dan Ketenagakerjaan[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Mamasa sebanyak 125.088 orang yang terdiri dari laki-laki 62.132 orang dan perempuan 62.956 orang.

Keadaan Sosial[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  1. Rumah Sakit Umum:
  2. Rumah Sakit Khusus: 1 buah
  3. Puskesmas: 3 buah
  4. Puskesmas Pembantu: 22 buah

Agama[sunting | sunting sumber]

Penduduk Mamasa mayoritas memeluk agama Kristen dengan presentasi sebagai berikut:

  1. Protestan :87,5,1%
  2. Katolik : 9 %
  3. Islam : 1,5%
  4. Adat kepercayaan 3 %

Tempat peribadatan terdiri atas:

  1. Masjid: 7 buah
  2. Gereja: 560 buah
  3. Rumah adat kepercayaan 50 buah

[3]

Potensi Daerah[sunting | sunting sumber]

Sektor Pertanian[sunting | sunting sumber]

Hasil pertanian Kabupaten Mamasa di antaranya padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Sektor Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Hasil perkebunan Kabupaten Mamasa pada umumnya berupa kopi maupun kakao, yang dikelola petani secara tradisional. Tanaman kopi yang dihasilkan petani Kabupaten Mamasa, semasa masih menjadi bagian dari Kabupaten Polmas telah memberikan konstribusi dalam mengangkat nama Polmas sebagai penghasil kopi bahkan tidak sedikit kopi asal Mamasa yang di pasarkan di daerah tetangga seperti Kabupaten Tana Toraja.

Sektor Peternakan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan sub sektor peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak untuk memenuhi konsumsi masyarakat akan makanan bergizi, disamping itu juga digunakan untuk meningkatkan pendapatan peternak. Di antara populasi ternak yang berkembang di Kabupaten Mamasa adalah ternak sapi, kerbau, kuda, kambing dan babi. Sedangkan untuk jenis unggas adalah ayam kampung, ayam ras dan itik lokal.

Sektor Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mamasa merupakan destinasi utama Pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat. http://makassar.antaranews.com/berita/24804/pemprov-sulbar-canangkan-mamasa-destinasi-wisata-2011

Kabupaten Mamasa memiliki beberapa objek wisata, yaitu Wisata Budaya Kuburan Tedong-tedong di Kecamatan Balla, Minanga di Sesenapadang, Wisata Alam Air Terjun Sarambu, Permandian Air Panas di Desa Rambusaratu' Kecamatan Mamasa,wisata alam air terjun Sambabo dengan ketinggian +/- 100 meter di kecamatan Bambang Agro Wisata Perkebunan Markisa di Kecamatan Mamasa, Wisata Budaya Rumah Adat, Perkampungan Tradisional Desa Ballapeu, Tradisi Mebaba' dan Mangngaro di Nosu merupakan tradisi yang unik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Mamasa Dalam Angka Tahun 2012
  3. ^ Mamasa Dalam Angka Tahun 2012

Pranala luar[sunting | sunting sumber]