Kabupaten Fakfak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Fakfak
Lambang Kabupaten Fak-fak.gif
Lambang Kabupaten Fakfak


Peta Fakfak1.png
Peta lokasi Kabupaten Fakfak
Koordinat: 131°30' - 138°40' BT dan 2°25' - 4° LS
Provinsi Papua Barat
Ibu kota Fakfak
Pemerintahan
 - Bupati Mohammad Uswanas
 - DAU Rp. 541.068.761.000.-(2013)[1]
Luas 14.320 km2
Populasi
 - Total 66.828 jiwa (2010)
 - Kepadatan 4,67 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0956
Pembagian administratif
 - Kecamatan 9
 - Kelurahan 5
 - Situs web www.fakfakkab.go.id
Afdeling ("bagian") Fakfak dalam Nederlands Nieuw-Guinea di masa Hindia Belanda

Kabupaten Fakfak adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kota Fakfak. Kabupaten Fakfak terletak pada 131°30' - 138°40' BT dan 2°25' - 4° LS dan berbatasan dengan: Teluk Bintuni di utara; Laut Arafura di selatan; Laut Seram dan Teluk Berau di barat; serta Kabupaten Kaimana di selatan dan timur.[2] Kabupaten ini terkenal dengan hasil buah palanya sehingga dijuluki sebagai "Kota Pala." Ibukotanya, Kota Fakfak, merupakan salah satu kota tertua di Papua. Data tahun 2003 menunjukkan bahwa sebanyak 722,52 ha lahan di Kabupaten Fakfak digunakan untuk perumahan/pemukiman, 6274,58 ha untuk jasa/perkantoran, 9,9 ha untuk ladang/tegalan, dan sisanya digunakan untuk yang lain.[2]

Kabupaten Fak Fak, Provinsi Papua Barat terletak di kepala burung bagian selatan letaknya sangat strategis karena mempunya hub dengan Kota Ambon yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan kota-kota lain di pulau Papua

Administrasi Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Fakfak terdiri dari 9 distrik yang dibagi lagi ke dalam 7 kelurahan dan 118 kampung.[2] Distrik Karas merupakan distrik terluas, sedangkan Distrik Fakfak Tengah merupakan distrik terkecil. Distrik Kokas merupakan distrik dengan kelurahan/kampung terbanyak, sedangkan Distrik Karas adalah distrik dengan kelurahan/kampung tersedikit. Kelurahan hanya terdapat di 3 distrik, yaitu Distrik Fakfak, Fakfak Tengah, dan Kokas. Berikut ini merupakan daftar distrik dan distribusi kelurahan serta kampung yang ada di Kabupaten Fakfak.

Nama Distrik
Ibukota
Luas
Kelurahan
Kampung
Bomberay
Onim Sari
1.910 km2
-
11
Fakfak
Dolan Pokpok
820 km2
3
8
Fakfak Barat
Werba
1.685 km2
-
10
Fakfak Tengah
Raduria
705 km2
1
11
Fakfak Timur
Weri
1.721 km2
-
14
Karas
Malakuli
2.491 km2
-
7
Kokas
Kokas
1.786 km2
1
22
Kramongmongga
Kramongmongga
1.478 km2
-
16
Teluk Patipi
Patipi Pasir
1.724 km2
-
19

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Fakfak mempuyai luas wilayah 14,320 Km2, Terletak di antara 131 ° 30'-138040'BT dan 2 ° 25'-4 ° 00'LS. Distrik Karas Merupakan daerah yang terluas Kabupaten Fakfak. Sedangkan Distrik Fakfak Tenggah merupakan daerah yang terkecil yaitu 705 Km2 atau 4,92% dari total luas Kabupaten Fakfak. Sedangkan Distrik Fakfak Tenggah Merupakan daerah yang terkecil yaitu 705 km2 atau 4,92% dari total luas Kabupaten Fakfak.

Kabupaten Fakfak dengan ketinggian 0-100 meter diatas permukaan laut merupakan kota tertinggi dan terdingin di Papua Barat. Kabupaten Fakfak dengan ketinggian 0-100 meter diatas permukaan laut dan Tertinggi Merupakan kota terdingin di Papua Barat.[3]

Berdasarkan hasil pencatatan Balai Meteorologi dan Geofisika Kabupaten fakfak, suhu udara rata-rata pada tahun 2008 berkisar antara 21,6°C - 30,7°C lebih tinggi bila dibandingkan dengan keadaan tahun 2007 yang tercatat antara 21,7°C-28,9°C. Berdasarkan hasil pencatatan Balai Meteorologi dan Geofisika Kabupaten Fakfak, suhu udara rata-rata pada tahun 2008 berkisar antara 21,6 ° C - 30,7 ° C lebih tinggi bila dibandingkan dengan keadaan tahun 2007 yang tercatat antara 21,7 ° C-28, 9 ° C.

Suhu terendah terjadi dibulan Agustus yaitu 20,0°C dan tertinggi terjadi bulan September yaitu 32,0°C. Suhu terendah terjadi dibulan Agustus yaitu 20,0 ° C dan Tertinggi terjadi bulan September yaitu 32,0 ° C. Rata-rata kelembaban udara pada tahun 2008 sebesar 84,8% turun dibandingkan kondisi tahun sebelumnya. Rata-rata Kelembaban udara pada tahun 2008 turun sebesar 84,8% dibandingkan kondisi tahun sebelumnya. Sedangkan curah hujan rata-rata tercatat 2.106,3 mm lebih rendah dibanding tahun 2007. Sedangkan curah hujan rata-rata tercatat 2.106,3 mm lebih rendah dibanding tahun 2007

Lembaga Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kepala Daerah[sunting | sunting sumber]

Saat ini, Bupati Fakfak adalah Mohammad Uswanas. Ia menjabat sejak tahun 2010 setelah memenangkan Pemilukada Fakfak 2010 bersama wakilnya Donatus Nimbitikendik dengan mengungguli empat pasang kandidat lainnya.

Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Kota Fakfak berada paling jauh dengan Malakuli, ibukota Distrik Karas, dan paling dekat dengan Raduria, ibukota Distrik Fakfak Tengah. Berikut ini merupakan tabel jarak antara Kota Fakfak dengan ibukota distrik yang ada di Kabupaten Fakfak.[2]

Kota
Jarak (km)
Fakfak - Raduria
12
Fakfak - Werba
20
Fakfak - Kramongmongga
32
Fakfak - Kokas
44
Fakfak - Patipi Pasir
63
Fakfak - Weri
100
Fakfak - Bomberay
154
Fakfak - Malakuli
200

Keagamaan[sunting | sunting sumber]

Masjid Tua Patimburak, tertua di Papua

Mayoritas penduduknya beragama Islam, tingkat asimilasi dengan dunia luar sangat tinggi sejak lama (sebelum penjajahan Belanda). Di Kabupaten Fakfak terdapat masjid2 tua peninggalan abad ke-17, salah satunya adalah masjid Patambura yang terletak di Kecamatan Kokas. Hal ini menunjukan bahwa Agama Islam telah mesuk ke Papua sebelum abad ke-17, sebagain ahli memprediksikan bahwa telah masuk sejak abad ke-15. Masyarakat Kabupaten Fakfak sangat menjunjung tinggi nilai keagamaan, terbukti dengan terciptanya sebuah semboyan yang sudah ada sejak turun temurun di kabpaten Fakfak yaitu Satu Tungku Tiga Batu. Di Kabupaten Fakfak yang memeluk Islam (63,2 %), Kristen (25,1 %), Katolik (11,4 %), Dan Lain-lain (0,30 %).

Pemekaran Kota Fakfak[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Fak Fak setelah berada dalam Provinsi Papua Barat (dulu Irian Jaya Barat) terbagi menjadi dua kabupaten perluasan sehingga diperluas menjadi Kabupatan Kaimana di sebelah timur dan kemungkiinan besar Kabupaten Fak Fak sendiri akan dibagi lagi menjadi Kabupaten Kokas yang saat ini masih sebagai distrik (kecamatan). Distrik Kokas terletak 50 km yang dapat ditempuh dengan jalan darat yang lancar namun sempit hal ini lebih baik dibandingkan dilakukan melalui jalan laut sekitar 6 jam.

Kota Fakfak merupakan ibukota Kabupaten Fakfak akan dinaikkan menjadi kotamadya. Distrik yang mungkin bergabung ke dalam kota ini meliputi:

  1. Fakfak
  2. Fakfak Barat
  3. Fakfak Tengah
  4. Fakfak Timur

Pemerintah Kabupaten Fakfak saat ini sedang mengupayakan pemekaran Distrik Kokas menjadi kabupaten.

Potensi Wisata[sunting | sunting sumber]

Di bidang pariwisata, Kabupaten Fak Fak memiliki beberapa situs budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi peningkatan pembangunan di bidang pariwisata. Beberapa pusat wisata baik ekoturisme keindahan laut, peninggalan pra sejarah, keindahan alam hutannya belum membuat wisatawan mancanegara maupun domestik yang berkeinginan untuk mengunjungi Kabupaten Fak Fak dikarenakan rendahnya dan kurang memadai sarana dan prasarana penunjang pariwisata baik transaportasi darat maupun udara.

Potensi wisata di Kabupaten Fak Fak saat ini belum tersentuh oleh investor baik dari dalam maupun luar negeri. Obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi sebagai tempat pariwisata antara lain,

  • Desa Ubadari (sumber air),
  • Distrik Kokas dengan pemandangan alam teluk dan pulau yang masih alami
  • Goa peninggalan Jepang pada waktu Perang Dunia II,
  • Situs Purbakala Kokas atau oleh masyarakat setempat biasa disebut Tapurarang. Yaitu lukisan peninggalan zaman megalitikum pada dinding-dinding gua.
  • Masjid Tua Patimburak – masjid tertua di Papua yang didirikan pada tahun 1870.

Referensi[sunting | sunting sumber]