Barusjahe, Karo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Barusjahe
Kecamatan
Peta Lokasi Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo.svg
Peta lokasi Kecamatan Barusjahe
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Karo
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 138.04km²
Jumlah penduduk 17.777
Kepadatan 139 jiwa/km²
Desa/kelurahan 19
Rumah kepala adat di Barusjahe pada tahun 1910-an

Barusjahe adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Luas Kecamatan ini 138.04 km2, jumlah penduduk 17.777 jiwa, dan kepadatan penduduk 139 jiwa/km2 (sumber BPS, 2005). Kecamatan Barusjahe beribukotakan Desa Barusjahe. Kecamatan Barusjahe menaungi 20 desa, yaitu desa Barusjahe, Tigajumpa, Sukajulu, Paribun, Serdang, Penampen, Gurisen, Siberteng, Tanjung Barus, Barusjulu, Rumahrih, Ujung Bandar, Sukanalu, Rumamis, Sinaman, Bulanjahe, Bulanjulu, Semangat, Talimbaru, dan Tangkidik.

Desa ini juga termasuk salah satu dari 5 desa sibayak yang ada di Kabupaten Karo. Perintis/pendiri awal Desa Barusjahe adalah Merga Barus. Dulunya warga Desa Barusjahe tinggal di rumah-rumah adat yang memiliki kamar 8 sampai dengan 12. Pada tahun 1926 jumlah rumah adat sebanyak 26 buah. Jumlahnya turun drastis pada saat penyerbuan penjajah Belanda pada tahun 1949.

Kegiatan generasi muda bangsa untuk terlibat dalam pembangunan nasional merupakan keinginan yang ingin diwujudkan oleh Karang Taruna Desa Barusjahe. Karang Taruna Desa Barusjahe pada saat ini dipimpin oleh Mail Barus. Di bawah kepemimpinannya yang solid citra positif karang taruna telah terangkat.

Wadah aspirasi warga Desa Barusjahe yang pada saat ini menuntut ilmu, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, perlu dibentuk agar aspirasi tersebut dapat dimatangkan dan sekaligus diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat. Untuk itulah wadah generasi muda Barusjahe yang tinggal di Medan dan sekitarnya perlu dibentuk untuk menampung aspirasi-aspirasi tersebut.

Bertani merupakan pekerjaan utama dari warga kecamatan ini dan hasil utamanya adalah jeruk. Hasil panen jeruk tidak hanya dijual kepada para pembeli di tingkat lokal, namun banyak juga penduduk yang langsung menjualnya ke kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta dan Bandung.

Hasil pertanian jeruk telah mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ini tampak dari kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan utama (primer) maupun sekunder.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Budaya di Kecamatan Barusjahe sama seperti budaya di kecamatan lainnya di Kabupaten Karo. Falsafah merga silima, rakut sitelu, dan kekerabatan (perkade-kaden) si sepuluh 12+1, telah mewujudkan harmonisasi kehidupan di tengah-tengah masyarakat.

Merga Silima merupakan lima merga yang ada di kalangan suku Batak Karo yaitu:

  1. Karo-Karo
  2. Ginting
  3. Tarigan
  4. Sembiring
  5. Perangin-Angin

Kelima marga di atas memiliki submerga-submerga. Rakut sitelu yaitu:

  1. Erkalimbubu
  2. Eranakberu
  3. Ersenina