Riung, Ngada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Riung
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kabupaten Ngada
Pemerintahan
 • Camat Alfian S.Sos
Luas luas 103,19 Km2
Jumlah penduduk 928 KK, 13.916 jiwa
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan - Taenterong, Rawangkalo, Lengkosambi, Tadho, Benteng Tengah, Nangamese, Latung, Sambinasi

Riung adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Swapraja Riung ( Kecamatan Riung ), dasar pembentukan kecamatan Riung berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Nomor : Pe/66/1/2 tanggal 28 Pebruari 1962 tentang pembentukan 64 buah Kecamatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur wilayah Kabupaten Ngada di bentuk data di Kabupaten Ngada Di Kecamatan Riung terdapat ratusan suku, bahasa dan adat istiadat. di desa Sambinasi dan Latung, serta Kelurahan Nangameze dan Kelurahan Benteng tengah terdapat beberapa suku besar dan hingga saat ini masih ada susunan / silsilah adatnya dari kerajaan Riung. Suku Baar mendiami di sebagian besar Sambinasi (damu, ruki, maratauk dan sambinasi barat), suku ria latung (Latung) yang merupakan penduduk ria yang di beri tanah untuk tinggal di rokot sebelah timur dari dusun damu, Suku Niki, Walio dan kraeng yang mendiami di sekitar benteng tengah dan nangameze. Mata Pencaharian Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Kecamatan Riung adalah sebagai Nelayan, Petani musiman, berternak, pekerja toko (buruh) dan sebagian kecil bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pergerakan perekonomian sangat lambat, pasar di kecamatan hanya seminggu sekali (hari pasar). (no data BPS kab.ngada) Pertanian yang diusahakan adalah bercocok tanam, jagung, jambu mente, pepaya, pisang dan kebun mangga. Hal ini dikarenakan di kecamatan riung dan daratan flores mengalami musim kering / panas selama 9 bulan dan musim penghujan hanya 3 bulan saja. Teknik bertani hanya mengandalkan air hujan dan tidak terdapat saluran irigasi sebagai penunjang pertanian dan untuk telekomunikasi hanya tersedia satu provider operator selular dan asupan energi listrik yang masih terbatas hanya 12 jam setiap harinya. Adat istiadat, budaya dan Agama Di Kecamatan Riung terdapat ratusan suku, bahasa dan adat istiadat. di desa Sambinasi dan Latung, serta Kelurahan Nangameze dan Kelurahan Benteng tengah terdapat beberapa suku besar dan hingga saat ini masih ada susunan / silsilah adatnya dari kerajaan Riung. Suku Baar mendiami di sebagian besar Sambinasi (damu, ruki, maratauk dan sambinasi barat), suku ria latung (Latung) yang merupakan penduduk ria yang di beri tanah untuk tinggal di rokot sebelah timur dari dusun damu, Suku Niki, Walio dan kraeng yang mendiami di sekitar benteng tengah dan nangameze. kehidupan suku di Riung yang eksis dan tetap menjaga keutuhan tanah Ulayat (adat) serta menjaga kelanggengan seni budaya diantaranya caci dan tinju adat. Akan tetapi fungsi dan kerja masing – masing suku berbeda – beda karena di bagi berdasarkan wilayah dan hak penguasaan tanah adat. Sebagian besar penduduk Sambinasi adalah muslim, sedangkan di Kelurahan Latung, Nangameze dan Benteng Tengah adalah muslim dan nasrani, mereka sangat harmonis dikarenakan hubungan adat istiadat yang erat dan kawin mawin. Pendidikan Di kecamatan riung terdapat Sekolah Dasar di masing –masing Desa dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama dan Sekolah Menengah Umum hanya ada di kelurahan Nangameze, tingkat kelulusan dan tingkat tamat sekolah sangat rendah. Sebagian besar masyarakat / warga riung hanya lulus Sekolah Dasar. Dikarenakan rendahnya perhatian terhadap pendidikan dan fasilitas tersedia. Akan tetapi ada sebagian kecil warganya yang bisa menempuh jenjang Strata satu tetapi jarang untuk kembali membangun di desa masing – masing.