Tito Karnavian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Tito Karnavian
Tito Karnavian menjabat Kapolda Papua
Kepala Kepolisian Daerah Papua
Petahana
Mulai menjabat
21 September 2012
Didahului oleh Irjen Pol Bigman Lumban Tobing
Kepala Densus 88
Masa jabatan
November 2009 – Oktober 2010
Didahului oleh Brigjen Pol Saud Usman Nasution
Digantikan oleh Brigjen Pol Mohammad Syafii
Informasi pribadi
Lahir 26 Oktober 1964 (umur 49)
Bendera Indonesia Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Suami/istri Ir. Tri Suswati MS
Agama Islam

Irjen. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, 26 Oktober 1964; umur 49 tahun) adalah seorang perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin Moch Top. Kombes. Pol. Tito Karnavian naik pangkat menjadi Brigjen. Pol. dan naik jabatan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Tito Karnavian menggantikan Brigjend. Pol. Saud Usman Nasution, yang menjabat Direktur I Keamanan dan Transnasional Bareskrim Mabes Polri.

Sesuai dengan Telegram Rahasia Kapolri tertanggal 3 September 2012, Tito diangkat menjadi Kepala Kepolisian Daerah Papua menggantikan Irjen Pol Bigman Lumban Tobing.

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang. Tito melanjutkan pendidikan Akabri tahun 1987. Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.

Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama beliau bersekolah di Xaverius dan menyam pendidikan di SMA Negeri 2 Palembang. Tatkala duduk di kelas 3, Tito mulai mengikuti ujian perintis. Semua tes yang ia jalani lulus, mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Empat-empatnya ia lulus, tapi yang dipilih Akabri.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Tito melanjutkan pendidikan Akabri tahun 1987. Tito menyelesaikan pendidikan di University of Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih S-1 dalam bidang Ilmu Kepolisian.

Tito Karnavian juga menyelesaikan pendidikan di Massey University Auckland di Selandia Baru tahun 1998 dalam bidang Strategic Studies, dan mengikuti pendidikan di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, tahun 2008 sebagai kandidat PhD dalam bidang Strategic Studies. Maret 2013 ia menyelesaikan PhDnya dengan nilai excellent.

Karier[sunting | sunting sumber]

Penangkapan Tommy Soeharto[sunting | sunting sumber]

Karier Tito dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya. Tahun 2001, Tito yang memimpin Tim Kobra berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto. Berkat sukses menangkap Tommy, Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Densus 88[sunting | sunting sumber]

Tahun 2004, ketika Densus 88 Antiteror dibentuk untuk membongkar jaringan terorisme di Indonesia, Tito Karnavian yang saat itu menjabat Ajun Komisaris Besar (AKBP) memimpin tim yang terdiri dari 75 personel. Unit antiteror ini dibentuk oleh Kapolda Metro Jaya (waktu itu) Irjen Firman Gani.

Penangkapan Dr Azhari[sunting | sunting sumber]

Tito juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Densus 88 Antiteror, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Konflik Poso[sunting | sunting sumber]

Densus 88 Antiteror juga berhasil menangkap 19 dari 29 warga Poso yang masuk dalam DPO di Kecamatan Poso Kota, 2 Januari 2007. Tito dan sejumlah perwira Polri lainnya juga sukses membongkar konflik Poso dan meringkus orang-orang yang terlibat di balik konflik tersebut.

Penangkapan Noordin M Top[sunting | sunting sumber]

Terbongkarnya jaringan terorisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk pengepungan teroris di Solo pada 17 September 2009 yang menewaskan empat orang, termasuk satu di antaranya Noordin Moch Top.

Kejeniusan Tito dalam mengendus keberadaan Noordin inilah yang membuat Tito Karnavian mendapat promosi kembali. Tito kini menjadi orang nomor satu dalam Densus 88, detasemen antiteror Mabes Polri. Lima tahun lalu, Tito yang berpangkat AKBP juga memimpin unit kecil antiteror ini, yang kemudian berkembang menjadi detasemen khusus.

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SD di Palembang (1976)
  • SMP di Palembang (1980)
  • SMA di Palembang (1983)
  • Akademi Kepolisian (1987)
  • Master of Arts (M.A.) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993)
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK (1996)
  • Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998) 
  • Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998)
  •  Sespim Pol, Lembang (2000)
  • Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude)
  • Lemhannas RI PPSA XVII (2011)

Kursus[sunting | sunting sumber]

  • Advanced English Course, The British Council, Jakarta, Indonesia (1991)
  • Management of Serious Crimes (MOSC), AFP College, Canberra, Australia (2000)
  • Post Blast Investigation Course, Louisiana Police Academy, Batonrouge, USA (2001)
  • Anti Terrorism Course, British High Commissioner, Singapore (2005)
  • Maritime Security Conference and Course, Kuala Lumpur, Malaysia (2006)
  • National Tactical Officers Association (NTOA) Conference and Course, Los Angeles, USA (2006) 
  • Short Course on Radicalisation by Australian Foreign Affairs and Trade, Sydney, Australia (2010)
  • Gold Command Crisis Management Course, Bramshill Police Institute, UK (2010)

Penugasan Luar Negeri[sunting | sunting sumber]

  1. UK (Master's Degree Program - University of Exeter, United Kingdom) (1992 – 1993)
  2. Republic of Ireland (Comparative Study) (1992)
  3. France (Comparative Study) (1993)
    (Official visit to Paris Police Nationale and Gendarmerie) (2005, 2007, 2009, 2012)
  4. Spain (Comparative Study) (1993)
    (Official visit to Spanish Police – Madrid) (2005)
  5. The Netherlands (Comparative Study) (1993, 2002)
  6. Italy (Comparative Study) (1993)
  7. Austria (Comparative Study) (1993)
  8. USA (NYPD, LAPD, FBI ACADEMY Quantico- Official visit) (1997)
    Hawaii (Asian Crimes Conference) (2004)
    Hawaii (PASOC Conference on Terrorism) (2007)
    Washington DC (Conference and Lemhannas study trip) (2008, 2010, 2011)
  9. Mexico (official visit) (2001)
  10. New Zealand (Command & Staff College 7 months) (1998)
    (Guest Speaker in Anti Terrorism Conference) (2005)
  11. Vietnam (ASEANAPOL Conference Hanoi) (1998)
  12. Hong ong (official visit) (1998, 2002)
    (Investigation into an Intellectual Property Rights case) (2000)
  13. Australia (Official visit with the Chief of Indonesia Nat Police) (1997)
    (Course at Army Staff College) (1998)
    (Management of Serious Crime Course Canberra) (2000)
    (Radicalisation course in Sydney) (2010)
    (Seminar on Terrorism, Canberra and Sydney) (2010)
    Seminar on Terrorism di Canberra and Sydney (2011, 2012)
  14. South Korea (Interpol Conference – Seoul) (2002)
  15. Saudi Arabia (Umrah, Haji) (2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2011)
  16. Switzerland (official visit) (2004)
  17. Singapore (Anti Terrorism Course, info sharing withSingaore Police, Force Conference) (2005)
    (Guest Speaker – Asian Conference on Global Security) (2007)
    Various Seminars, PhD program (2008-2012)
  18. Germany (Berlin, Koln, Heidelberg – Official visit to BKA) (2005)
  19. Malaysia (Maritime Security Conference and Course, SEARCCT) (2005, 2006)
    Sharing operation  (2008, 2009, 2010)
  20. Brunei (official visit) (2005)
  21. Turkey (Istanbul, official visit) (2005)
    (2nd Istanbul Conference on Terrorism and Global Security) (2007)
    GCTF Conference (2011)
  22. Philippines (Investigation into terrorism case) (2005)
    (Trainer in a joint course for INP and PNP officers) (2009)
  23. Japan (Tokyo, 1st Japan-ASEAN Dialogue on Counterterrorism) (2006)
    (Tokyo, Intersessional Meeting Japan-ASEAN Counter Terrorism Dialogue) (2007)
    Tokyo, Kobe, Kyoto – Official visit to NPA (2011)
  24. Thailand (official visit) (2006)
    (official visit to Indonesian Embassy) (2007)
  25. Jordan (1st Fusion Task Force –Anti Terrorism Interpol, Amman) (2006)
  26. Egypt (Official visit to Kairo and Alexandria) (2007)
  27. United Arab Emirates (Dubai – Official Visit) (2007)
  28. Pakistan (Islamabad-1st Meeting of Indonesia-Pakistan Joint Working Group on Terrorism) (2007)
  29. Russia, CT dialogue Indonesia and Russia in Moscow (2010)
  30. Cambodia (Speakers on Terrorism and Political Conflicts in Phnom Penh) (2009)
    (Indonesian Delegation for ASEANAPOL) in Siem Rep (2010)
  31. Poland – Head of Delegation for Anti Nuclear Smuggling – Interpol (2012)
  32. Paris- Co-ordination for investigating bomb blast at Indonesian embassy (2012)

Riwayat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Perwira Samapta Polres Metro Jakarta Pusat (1987)
  • Kepala Unit Kejahatan Kekerasan Reserse Polres Metro Jakarta Pusat (1987–1991)
  • Wakil Kepala Polsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat (1991–1992)
  • Wakil Kepala Polsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat
  • Staf Pribadi Kapolda Metro Jaya (1996)
  • Kepala Polsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat (1996–1997)
  • Staf Pribadi Kapolri (1997–1999)
  • Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
  • Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
  • Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulawesi Selatan (2002)
  • Koordinator Sekretaris Pribadi Kapolda Metro Jaya (2002 – 2003)
  • Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003 – 2005)
  • Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004 – 2005)
  • Kapolres Serang Polda Banten (2005)
  • Kasubden Bantuan Densus 88 Anti Teror Polri (2005)
  • Kasubden Penindak Densus 88 Anti Teror Polri (2006)
  • Kasubden Intelijen Densus 88 Anti Teror Polri (2006 – 2009)
  • Kepala Densus 88 Anti Teror Polri (2009-2010)
  • Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT (Jan 2011-21 Sept 2012)
  • Kepala Kepolisian Daerah Papua (21 Sept 2012 - sekarang)

Tanda Pangkat [sunting | sunting sumber]

  • Letnan Dua Pol (1987)
  • Letnan Satu Pol (1990)
  • Kapten Pol (1993)
  • Mayor Pol (1997)
  • Ajun Komisaris Besar Polisi (2001)
  • Komisaris Besar Polisi (2005)
  • Brigadir Jenderal Pol (2010)
  • Inspektur Jenderal Pol (2011)

Tanda Kehormatan/Pengahargaan[sunting | sunting sumber]

  • Bintang Adhi Makayasa (lulusan AKPOL terbaik (1987)
  • Bintang Cendekiawan (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta) (1996)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Mayor ke Letnan Kolonel (2001)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Letnan Kolonel ke Kolonel (2005)
  • Penghargaan memimpin operasi anti teror di daerah konflik Poso Sulawesi Tengah (2007)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kolonel ke Brigjen (2010)
  • Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
  • Bintang Nararya
  • Bintang Bhayangkara Pratam
  • Satyalencana Bhakti Nusa
  • Satyalencana Darma Nusa
  • Satyalencana Bhakti Buana

Kasus Menonjol yang Ditangani[sunting | sunting sumber]

  • Bulogate (Korupsi 1999)
  • Bom Kedubes Filipina, Jakarta (2000)
  • Bom Bursa Efek Jakarta, Jakarta (2001)
  • Bom Malam Natal Jakarta (2001)
  • Bom Plaza Atrium – Senen –Jakarta (2001)
  • Pembunuhan hakim agung Safiudin Kartasasmita, Jakarta (2001)
  • Bom Makassar, Sulawesi Selatan (2002)
  • Bom di gedung MPR/DPR – Jakarta (2003)
  • Bom bandara internasional Sukarno Hatta Jakarta (2003)
  • Bom J.W. Mariott, Jakarta (2003)
  • Pembunuhan direktur PT. ASABA  oleh kelompok Gunawan Santosa (2004)
  • Bom Cimanggis Depok (2004)
  • Bom Kedubes Australia Jakarta (2004)
  • Bom Bali II (2005)
  • Mutilasi 3 siswi di Poso, Sulawesi Tengah (2006)
  • Bom Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah (2005)
  • Mutilasi Kepala Desa Pinedapa, Poso, Sulawesi Tengah (2006)
  • Bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Jakarta (2009)
  • Operasi pengungkapan latihan paramiliter teroris di Aceh (2010)
  • Operasi pengungkapan perampokan bersenjata CIMB bank Medan (2010)
  • Operasi pengungkapan Bom Bunuh Diri di Polres Cirebon Kota (2011)
  • Operasi Pengungkapan Bom Buku dan Parsel di Jakarta (2011)
  • Operasi Pengungkapan Terorisme Penembakan dan Bom di Aceh (2012)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Brigjen. Pol. Saud Usman Nasution
Kepala Detasemen Khusus 88
Kepolisian Negara Republik Indonesia

20042012
Diteruskan oleh:
Brigjen. Pol. Mohammad Syafii
Didahului oleh:
Irjen. Pol. B. L. Tobing
Kepala Kepolisian Daerah Papua
Kepolisian Negara Republik Indonesia

3 September 2012
Petahana