Tito Karnavian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Komisaris Jenderal Polisi Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Kabaintelkam Polri
Masa jabatan
07 Oktober 2014 – sekarang
Didahului oleh Komjen Pol Suparni Parto
Kepala Kepolisian Daerah Papua
Masa jabatan
21 September 2012 – 07 Oktober 2014
Didahului oleh Irjen Pol Bigman Lumban Tobing
Digantikan oleh Brigjen Pol Yotje Mende
Kepala Densus 88 AT Polri
Masa jabatan
November 2009 – Oktober 2010
Didahului oleh Brigjen Pol Saud Usman Nasution
Digantikan oleh Kombes Pol Mohammad Syafii
Informasi pribadi
Lahir 26 Oktober 1964 (umur 50)
Bendera Indonesia Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Suami/istri Ir. Tri Suswati MS
Alma mater Akademi Kepolisian (1987) Batalyon Rekonfu
Agama Islam

Komjen. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (lahir di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, 26 Oktober 1964; umur 50 tahun) adalah seorang perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin Moch Top. Kombes Pol. H.M.Tito Karnavian naik pangkat menjadi Brigjen Pol. dan naik jabatan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Tito Karnavian menggantikan Brigjen Pol. Saud Usman Nasution, yang menjabat Direktur I Keamanan dan Transnasional Bareskrim Mabes Polri.

Sekarang melalui TR Kapolri 7 Oktober 2014 Irjen. Pol. Tito Karnavian telah diangkat menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri menggantikan Komjen. Pol. Suparni Parto yang memasuki masa pensiun. Tito Karnavian yang sebelumnya Inspektur Jenderal Polisi dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal Polisi karena jabatan Kabaintelkam Polri mengharuskan perwira tinggi dengan tiga bintang dipundak. Komjen. Pol. Tito Karnavian pun menjadi Angkatan Akpol 1987 pertama yang telah mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga disaat rekan-rekan seangkatannya kini masih menapaki karir sebagai perwira menengah. Tito Karnavian bahkan melampaui seniornya di Akpol saat ini masih banyak perwira yang hanya menyandang pangkat Brigjen Pol.

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang. Tito melanjutkan pendidikan Akabri tahun 1987. Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang "Police Studies".

Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama beliau bersekolah di Xaverius dan menyam pendidikan di SMA Negeri 2 Palembang. Tatkala duduk di kelas 3, Tito mulai mengikuti ujian perintis. Semua tes yang ia jalani lulus, mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Empat-empatnya ia lulus, tapi yang dipilih Akabri terutama Akademi Kepolisian.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Tito melanjutkan pendidikan Akabri tahun 1987. Dia adalah penerima bintang Adhi Makayasa karena merupakan lulusan Akpol terbaik angkatan 1987.[1] Tito menyelesaikan pendidikan di University of Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih S-1 dalam bidang Ilmu Kepolisian.

Tito Karnavian juga menyelesaikan pendidikan di Massey University Auckland di Selandia Baru tahun 1998 dalam bidang Strategic Studies, dan mengikuti pendidikan di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, tahun 2008 sebagai kandidat PhD dalam bidang Strategic Studies. Maret 2013 ia menyelesaikan PhDnya dengan nilai excellent.

Karier[sunting | sunting sumber]

Penangkapan Tommy Soeharto[sunting | sunting sumber]

Karier Tito dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya. Tahun 2001, Tito yang memimpin Tim Kobra berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto. Berkat sukses menangkap Tommy, Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Densus 88[sunting | sunting sumber]

Tahun 2004, ketika Densus 88 Antiteror dibentuk untuk membongkar jaringan terorisme di Indonesia, Tito Karnavian yang saat itu menjabat Ajun Komisaris Besar (AKBP) memimpin tim yang terdiri dari 75 personel. Unit antiteror ini dibentuk oleh Kapolda Metro Jaya (waktu itu) Irjen Firman Gani.

Penangkapan Dr Azhari[sunting | sunting sumber]

Tito juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Densus 88 Antiteror, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelhttps://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tito_Karnavian&action=editompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Konflik Poso[sunting | sunting sumber]

Densus 88 Antiteror juga berhasil menangkap 19 dari 29 warga Poso yang masuk dalam DPO di Kecamatan Poso Kota, 2 Januari 2007. Tito dan sejumlah perwira Polri lainnya juga sukses membongkar konflik Poso dan meringkus orang-orang yang terlibat di balik konflik tersebut.

Penangkapan Noordin M Top[sunting | sunting sumber]

Terbongkarnya jaringan terorisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk pengepungan teroris di Solo pada 17 September 2009 yang menewaskan empat orang, termasuk satu di antaranya Noordin Moch Top.

Kejeniusan Tito dalam mengendus keberadaan Noordin inilah yang membuat Tito Karnavian mendapat promosi kembali. Tito kini menjadi orang nomor satu dalam Densus 88, detasemen antiteror Mabes Polri. Lima tahun sebelumnya, Tito yang berpangkat AKBP juga memimpin unit kecil antiteror ini, yang kemudian berkembang menjadi detasemen khusus.

Kapolda Papua[sunting | sunting sumber]

Dalam surat telegram Kepala Polri, Inspektur Jenderal Tito diangkat menjadi Kepala Polda Papua pada 3 September 2012 menggantikan pejabat lama, Inspektur Jenderal Bigman Lumban Tobing. Namun, secara resmi baru aktif pada 27 September 2012.[2] Menurut Komisioner Kompolnas Hamidah, selama Irjen Pol Tito Karnavian menjabat sebagai Kapolda Papua, sejumlah penembakan misterius masih terus terjadi. Bahkan kontak tembak antar pasukan dan kelompok separatis juga marak. Namun jumlah penembakan tersebut bisa ditekan. "Dia mempunyai prestasi yang bagus di Papua. Meskipun tidak semua bisa diselesaikan karena permasalahan Papua rumit," ujar Hamidah.[3]

Asrena Polri[sunting | sunting sumber]

Dalam rotasi pejabat tinggi dalam Polri setingkat Kapolda tahun 2014, Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian menempati jabatan baru sebagai Asrena (Asisten Perencanaan) Polri. Tito menempati pos yang sebelumnya dipegang oleh Irjen Pol Sulistyo Ishak, yang mengakhiri jabatannya di Polri karena telah purna tugas. "Kapolda Papua dari pak Tito kepada Brigjen Pol Drs Yotje Mende, Kasespimti Lemdik Polri," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie. Menurut Sompie, pelantikan Tito ini dilangsungkan pada tanggal 16 Juli 2014 di Rupatama Polri.[3] Tito dianggap cocok menjabat Asrena Polri yang merupakan salah satu pos bergengsi di Mabes Polri. Kendati Kapolda Papua dan Asrena sama-sama jabatan untuk bintang dua tetapi level Asrena Polri adalah “setingkat” di atas posisi Kapolda.[1]

Kabaintelkam Polri[sunting | sunting sumber]

Belum 3 bulan menjabat pada tanggal 7 Oktober 2014 Tito dipromosikan menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri (Kabaintelkam) Polri dengan pangkat Komjen menggantikan Komjen Pol. Drs. H. Suparni Parto Setiono, M.M. yang memasuki masa pensiun.[4][5]

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SD di Palembang (1976)
  • SMP di Palembang (1980)
  • SMA N 2 Palembang (1983)
  • Akademi Kepolisian (1987); Penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan Akpol terbaik.[1]
  • Master of Arts (M.A.) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993)
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK (1996)
  • Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998) 
  • Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998)
  •  Sespim Pol, Lembang (2000)
  • Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude)
  • Lemhannas RI PPSA XVII (2011)

Kursus[sunting | sunting sumber]

  • Advanced English Course, The British Council, Jakarta, Indonesia (1991)
  • Management of Serious Crimes (MOSC), AFP College, Canberra, Australia (2000)
  • Post Blast Investigation Course, Louisiana Police Academy, Batonrouge, USA (2001)
  • Anti Terrorism Course, British High Commissioner, Singapore (2005)
  • Maritime Security Conference and Course, Kuala Lumpur, Malaysia (2006)
  • National Tactical Officers Association (NTOA) Conference and Course, Los Angeles, USA (2006) 
  • Short Course on Radicalisation by Australian Foreign Affairs and Trade, Sydney, Australia (2010)
  • Gold Command Crisis Management Course, Bramshill Police Institute, UK (2010)

Penugasan Luar Negeri[sunting | sunting sumber]

  1. UK (Master's Degree Program - University of Exeter, United Kingdom) (1992 – 1993)
  2. Republic of Ireland (Comparative Study) (1992)
  3. France (Comparative Study) (1993)
    (Official visit to Paris Police Nationale and Gendarmerie) (2005, 2007, 2009, 2012)
  4. Spain (Comparative Study) (1993)
    (Official visit to Spanish Police – Madrid) (2005)
  5. The Netherlands (Comparative Study) (1993, 2002)
  6. Italy (Comparative Study) (1993)
  7. Austria (Comparative Study) (1993)
  8. USA (NYPD, LAPD, FBI ACADEMY Quantico- Official visit) (1997)
    Hawaii (Asian Crimes Conference) (2004)
    Hawaii (PASOC Conference on Terrorism) (2007)
    Washington DC (Conference and Lemhannas study trip) (2008, 2010, 2011)
  9. Mexico (official visit) (2001)
  10. New Zealand (Command & Staff College 7 months) (1998)
    (Guest Speaker in Anti Terrorism Conference) (2005)
  11. Vietnam (ASEANAPOL Conference Hanoi) (1998)
  12. Hong ong (official visit) (1998, 2002)
    (Investigation into an Intellectual Property Rights case) (2000)
  13. Australia (Official visit with the Chief of Indonesia Nat Police) (1997)
    (Course at Army Staff College) (1998)
    (Management of Serious Crime Course Canberra) (2000)
    (Radicalisation course in Sydney) (2010)
    (Seminar on Terrorism, Canberra and Sydney) (2010)
    Seminar on Terrorism di Canberra and Sydney (2011, 2012)
  14. South Korea (Interpol Conference – Seoul) (2002)
  15. Saudi Arabia (Umrah, Haji) (2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2011)
  16. Switzerland (official visit) (2004)
  17. Singapore (Anti Terrorism Course, info sharing withSingaore Police, Force Conference) (2005)
    (Guest Speaker – Asian Conference on Global Security) (2007)
    Various Seminars, PhD program (2008-2012)
  18. Germany (Berlin, Koln, Heidelberg – Official visit to BKA) (2005)
  19. Malaysia (Maritime Security Conference and Course, SEARCCT) (2005, 2006)
    Sharing operation  (2008, 2009, 2010)
  20. Brunei (official visit) (2005)
  21. Turkey (Istanbul, official visit) (2005)
    (2nd Istanbul Conference on Terrorism and Global Security) (2007)
    GCTF Conference (2011)
  22. Philippines (Investigation into terrorism case) (2005)
    (Trainer in a joint course for INP and PNP officers) (2009)
  23. Japan (Tokyo, 1st Japan-ASEAN Dialogue on Counterterrorism) (2006)
    (Tokyo, Intersessional Meeting Japan-ASEAN Counter Terrorism Dialogue) (2007)
    Tokyo, Kobe, Kyoto – Official visit to NPA (2011)
  24. Thailand (official visit) (2006)
    (official visit to Indonesian Embassy) (2007)
  25. Jordan (1st Fusion Task Force –Anti Terrorism Interpol, Amman) (2006)
  26. Egypt (Official visit to Kairo and Alexandria) (2007)
  27. United Arab Emirates (Dubai – Official Visit) (2007)
  28. Pakistan (Islamabad-1st Meeting of Indonesia-Pakistan Joint Working Group on Terrorism) (2007)
  29. Russia, CT dialogue Indonesia and Russia in Moscow (2010)
  30. Cambodia (Speakers on Terrorism and Political Conflicts in Phnom Penh) (2009)
    (Indonesian Delegation for ASEANAPOL) in Siem Rep (2010)
  31. Poland – Head of Delegation for Anti Nuclear Smuggling – Interpol (2012)
  32. Paris- Co-ordination for investigating bomb blast at Indonesian embassy (2012)

Riwayat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Perwira Samapta Polres Metro Jakarta Pusat (1987)
  • Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat (1987–1991)
  • Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat (1991–1992)
  • Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat
  • Spri Kapolda Metro Jaya (1996)
  • Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat (1996–1997)
  • Spri Kapolri (1997–1999)
  • Kasat Serse Ekonomi Reserse Polda Metro Jaya (1999–2000)
  • Kasat Serse Umum Reserse Polda Metro Jaya (2000–2002)
  • Kasat Serse Tipiter Reserse Polda Sulawesi Selatan (2002)
  • Koorsespri Kapolda Metro Jaya (2002 – 2003)
  • Kasat Serse Keamanan Negara Reserse Polda Metro Jaya (2003 – 2005)
  • Kaden 88 Anti Teror Polda Metro Jaya (2004 – 2005)
  • Kapolres Serang Polda Banten (2005)
  • Kasubden Bantuan Densus 88 Anti Teror Polri (2005)
  • Kasubden Penindak Densus 88 Anti Teror Polri (2006)
  • Kasubden Intelijen Densus 88 Anti Teror Polri (2006 – 2009)
  • Kadensus 88 Anti Teror Polri (2009-2010)
  • Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2011-21 Sept 2012)
  • Kapolda Papua (21 Sept 2012-16 Juli 2014)
  • Asrena Polri (16 Juli-7 Okt 2014)
  • Kabaintelkam Polri (7 Okt 2014-sekarang)

Tanda Pangkat [sunting | sunting sumber]

  • Inspektur Dua Polisi (1987)
  • Inspektur Satu Polisi (1990)
  • Ajun Komisaris Polisi (1993)
  • Komisaris Polisi (1997)
  • Ajun Komisaris Besar Polisi (2001)
  • Komisaris Besar Polisi (2005)
  • Brigadir Jenderal Polisi (2010)
  • Inspektur Jenderal Polisi (2011)
  • Komisaris Jenderal Polisi (2014)

Tanda Kehormatan/Pengahargaan[sunting | sunting sumber]

  • Bintang Adhi Makayasa (lulusan AKPOL terbaik (1987)
  • Bintang Cendekiawan (lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Jakarta) (1996)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Mayor ke Letnan Kolonel (2001)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Letnan Kolonel ke Kolonel (2005)
  • Penghargaan memimpin operasi anti teror di daerah konflik Poso Sulawesi Tengah (2007)
  • Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kolonel ke Brigjen (2010)
  • Bintang Seroja Lulusan Terbaik Lemhanas PPSA 17 (2011)
  • Bintang Bhayangkara Nararya
  • Bintang Bhayangkara Pratama
  • Satyalencana Kesetiaan 8 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 16 Tahun
  • Satyalencana Kesetiaan 24 Tahun
  • Satyalencana Dwidaya Sistha
  • Satyalencana Ksatria Tamtama
  • Satyalencana Bhakti Nusa
  • Satyalencana Darma Nusa
  • Satyalencana Bhakti Buana
  • Satyalencana Jana Utama
  • Satyalencana Santi Dharma
  • Satyalencana Karya Bakti

Kasus Menonjol yang Ditangani[sunting | sunting sumber]

  • Bulogate (Korupsi 1999)
  • Bom Kedubes Filipina, Jakarta (2000)
  • Bom Bursa Efek Jakarta, Jakarta (2001)
  • Bom Malam Natal Jakarta (2001)
  • Bom Plaza Atrium – Senen –Jakarta (2001)
  • Pembunuhan hakim agung Safiudin Kartasasmita, Jakarta (2001)
  • Bom Makassar, Sulawesi Selatan (2002)
  • Bom di gedung MPR/DPR – Jakarta (2003)
  • Bom bandara internasional Sukarno Hatta Jakarta (2003)
  • Bom J.W. Mariott, Jakarta (2003)
  • Pembunuhan direktur PT. ASABA  oleh kelompok Gunawan Santosa (2004)
  • Bom Cimanggis Depok (2004)
  • Bom Kedubes Australia Jakarta (2004)
  • Bom Bali II (2005)
  • Mutilasi 3 siswi di Poso, Sulawesi Tengah (2006)
  • Bom Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah (2005)
  • Mutilasi Kepala Desa Pinedapa, Poso, Sulawesi Tengah (2006)
  • Bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Jakarta (2009)
  • Operasi pengungkapan latihan paramiliter teroris di Aceh (2010)
  • Operasi pengungkapan perampokan bersenjata CIMB bank Medan (2010)
  • Operasi pengungkapan Bom Bunuh Diri di Polres Cirebon Kota (2011)
  • Operasi Pengungkapan Bom Buku dan Parsel di Jakarta (2011)
  • Operasi Pengungkapan Terorisme Penembakan dan Bom di Aceh (2012)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Brigjen. Pol. Saud Usman Nasution
Kepala Detasemen Khusus 88
Kepolisian Negara Republik Indonesia

20042010
Diteruskan oleh:
Brigjen. Pol. Mohammad Syafii
Didahului oleh:
Irjen. Pol. B. L. Tobing
Kepala Kepolisian Daerah Papua
Kepolisian Negara Republik Indonesia

3 September 2012 - 16 Juli 2014
Diteruskan oleh:
Brigjen Pol Yotje Mende