Adhi Makayasa
| Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. |
|
|
Artikel ini tidak memiliki referensi sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa diverifikasi. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Artikel yang tidak dapat diverifikasikan dapat dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus. |
Adhi Makayasa adalah penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian, yaitu Matra Darat (dari Akademi Militer Magelang), Matra Laut (dari Akademi Angkatan Laut Surabaya), Matra Udara (dari Akademi Angkatan Udara Yogyakarta), dan Matra Kepolisian (dari Akademi Kepolisian Semarang). Penerima penghargaan ini adalah mereka yang secara seimbang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tiga aspek: akademis, jasmani, dan kepribadian (mental). Penganugerahan Adhi Makayasa secara langsung diberikan oleh Presiden Republik Indonesia (atau perwakilan atas nama Presiden).
Pemberian anugerah Adhi Makayasa dilaksanakan pada acara Prasetya Perwira (Praspa) dan Sumpah Perwira, yaitu upacara pelantikan para taruna Akabri (Angkatan Darat, Laut dan Udara). Khusus untuk para calon perwira Kepolisian, sejak dipisahkannya Kepolisian RI dari struktur TNI pada tahun 2000, maka mereka hanya mengikuti pelantikan Prasetya Perwira dan penganugerahan Adhi Makayasa, sedangkan acara Sumpah Perwira Polisi dilakukan dalam upacara terpisah.
Sejak tahun 1984 hingga tahun 2003, pelantikan perwira remaja lulusan Akademi TNI dan Akpol dan penganugerahan Adhi Makayasa selalu dilaksanakan di Istana Merdeka. Namun, mulai tahun 2004, pelantikan akan dilakukan secara bergantian di Akmil, AAL, dan AAU. Sejarah tempat pelantikan Praspa TNI dan Pelantikan Polri sejak 1970 hingga 2003 yakni Parkir Timur Senayan Jakarta dua kali (1970 dan 1971), AAU Yogyakarta enam kali (1972, 1975, 1976, 1977, 1980 dan 1983), AAL Surabaya tiga kali (1973, 1978 dan 1982), Akmil Magelang dua kali (1974 dan 1981), Markas Besar TNI Jakarta dua kali (1998 dan 1999), Istana Negara 14 kali (1984 hingga 1997) dan empat kali pada 2000 hingga 2003.
Beberapa penerima Adhi Makayasa yang menjadi tokoh nasional, antara lain:
- Slamet Supriyadi (AAU 1970), mantan Ketua Fraksi TNI/Polri terakhir di MPR/DPR
- Edi Sudrajat (Akmil 1961), mantan Menhankam, Panglima ABRI, KSAD
- Albert Inkiriwang, Pangdam Cenderawasih
- Susilo Bambang Yudhoyono (Akmil 1973), kini menjabat Presiden Republik Indonesia
- Djoko Suyanto (AAU 1973), mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia
- Sutanto (Akpol 1973), mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia
- Made Mangku Pastika (Akpol 1974), Inspektur Jenderal Polri, kini menjabat Gubernur Bali
- Agustadi Sasongko Purnomo (Akmil 1974), mantan KSAD
- Johanes Suryo Prabowo (Akmil 1976), kini menjabat Kepala Staf Umum TNI
- Luhut Binsar Pandjaitan (Akmil 1970), mantan Menteri Perindustrian Perdagangan,mantan Dubes Singapura
