Timur Pradopo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Jenderal Polisi Drs.
Timur Pradopo
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-21
Petahana
Mulai menjabat
22 Oktober 2010
Didahului oleh Bambang Hendarso Danuri
Kepala Baharkam Mabes Polri
Masa jabatan
4 Oktober 2010 – 22 Oktober 2010
Didahului oleh Komjen Pol Iman Haryatna
Digantikan oleh Komjen Pol Fajar Prihantoro
Informasi pribadi
Lahir 10 Januari 1956 (umur 57)
Bendera Indonesia Desa Gempol Legundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Indonesia
Suami/istri Irianti Sari Andayani
Anak Moh Bimo Aryo Seto
Dhea Istigfarina Miranti
Agama Islam

Jenderal Polisi Drs. Timur Pradopo (lahir di Jombang, Jawa Timur, 10 Januari 1956) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sejak 22 Oktober 2010. Jenderal bintang empat alumnus Akpol 1978 ini merupakan Kapolri pengganti Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri[1].

Timur dilantik menjadi Kapolri pada hari Jumat, tanggal 22 Oktober 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta.

Daftar isi

Riwayat Pendidikan [sunting]

  • AKABRI (AKPOL) 1978
  • PTIK 1989
  • SESPIM POLRI 1996
  • SESPATI POLRI 2001

Riwayat Jabatan [sunting]

  • Perwira Samapta Poltabes Semarang
  • Kasi Operasi Poltabes Semarang
  • Kapolsekta Semarang Timur
  • Kabag Lantas Polwil Kedu
  • Kabag Ops Dit Lantas Polda Metro Jaya
  • Kasat Lantas Wil Jakarta Pusat
  • Kapolsek Metro Sawah Besar
  • Wakapolres Tangerang
  • Kabag Jianmas Lantas Polda Metro Jaya
  • Kapolres Metro Jakarta Barat
  • Kapolres Metro Jakarta Pusat
  • Kapuskodal Ops Polda Jawa Barat
  • Kapolwiltabes Bandung Polda Jawa Barat
  • Kakortarsis Dediklat Akpol
  • Irwasda Polda Bali
  • Kapolda Banten
  • Kaselapa Lemdiklat Polri
  • Staf Ahli Bid Sospol Kapolri
  • Kapolda Jawa Barat
  • Kapolda Metro Jaya
  • Kabaharkam Polri

Calon Kapolri [sunting]

Timur Pradopo diusulkan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden RI kepada DPR-RI sebagai calon Kapolri. Dia mengungguli Komjen Pol Nanan Soekarna (Irwasum Polri) dan Komjen Pol Imam Sudjarwo (Kalemdiklat) yang sebelumnya sebagai kandidat kuat calon Kapolri. Pada 19 Oktober 2010 dia disahkan sebagai Kapolri dalam Sidang Paripurna DPR.

Kontroversi [sunting]

Saat Tragedi Trisakti Timur Pradopo menjabat Kapolres Jakarta Barat. Dia dipanggil Komisi Penyelidik Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM)[2] tapi tidak memenuhi panggilannya. Timur Pradopo pernah bekerjasama dengan Front Pembela Islam (FPI) untuk "menjaga ketertiban Jakarta."[3]

Referensi [sunting]

Didahului oleh:
Bambang Hendarso Danuri
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
22 Oktober 2010–sekarang
Petahana