Zulkifli Hasan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dr.(HC). H.
Zulkifli Hasan
S.E., M.M.
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ke-14
Petahana
Mulai menjabat
8 Oktober 2014
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Wakil Mahyudin
E.E. Mangindaan
Hidayat Nur Wahid
Oesman Sapta Odang
Didahului oleh Sidarto Danusubroto
Menteri Kehutanan Republik Indonesia ke-10
Masa jabatan
22 Oktober 2009 – 1 Oktober 2014
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Didahului oleh Malem Sambat Kaban
Digantikan oleh Chairul Tanjung (Plt.)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Perwakilan Lampung
Masa jabatan
1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009
Presiden Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua DPR Akbar Tanjung
Informasi pribadi
Lahir 17 Mei 1962 (umur 52)
Bendera Indonesia Penengahan, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Logo Partai Amanat Nasional.jpg Partai Amanat Nasional
Suami/istri Soraya
Anak Futri Zulya Savitri
Zita Anjani
M. Farras Nugraha
M. Rafi Haikal
Alma mater Universitas Krisnadwipayana
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
Profesi Politikus
Agama Islam
Sosial media
Situs web http://www.zulhasan.com

Dr.(HC). H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. (lahir di Lampung, 17 Mei 1962; umur 52 tahun) adalah politikus yang menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggantikan Sidarto Danusubroto sejak 8 Oktober 2014 untuk periode 2014-2019[1][2]. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia menggantikan Malem Sambat Kaban, yaitu sejak 22 Oktober 2009 hingga 1 Oktober 2014[3]. Pada masa jabatannya sebagai MENHUT RI, ia telah dua kali menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa), yaitu yang pertama untuk bidang Administrasi Publik dari Sejong University (Seoul, Korea) dan yang kedua untuk bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dari Universitas Negeri Semarang (Semarang, Indonesia)[4]. Selama tahun 2004-2009, ia berkiprah di lembaga legislatif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)[5] dan selama tahun 2005-2010, ia memegang jabatan internal partai sebagai Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN)[6].

Zulkifli Hasan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 53 Jakarta pada tahun 1982[7]. Selanjutnya, ia mengambil program sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana dan mendapat gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1996[8]. Ia kemudian mengambil program pasca sarjana di Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan mendapat gelar Magister Manajemen pada tahun 2003[9]. Di awal masa jabatannya sebagai Ketua MPR RI, ia mengemban tugas menyelenggarakan pelantikan presiden-wakil presiden untuk masa pemerintahan 2014-2019 di tengah situasi politik yang penuh ketegangan[10]. Dalam persiapan jelang pelantikan tersebut, dirinya sangat berkomitmen untuk dapat menyelenggarakan pelantikan dengan baik dan akan mengupayakan kehadiran semua pihak, termasuk Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa selaku calon presiden dan calon wakil presiden yang menjadi pesaing pasangan pemenang, Joko Widodo dan Jusuf Kalla[11][12]. Ia berhasil melaksanakan tugasnya dan menciptakan situasi yang damai pada saat pelantikan tersebut belangsung[13]. Informasi terbaru tentang Zulkifli Hasan dapat dilihat di laman resmi http:/www.zulhasan.com

Riwayat Singkat[sunting | sunting sumber]

Menamatkan sekolah di SMA 53 Jakarta, pria yang dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhono di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini memilih melanjutkan studi ke Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana pada 1996. Ia kemudian mengambil melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM dan lulus pada tahun 2003.

Selain menjabat sebagai Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari, kiprah ayah empat anak ini tetap berkibar di bidang politik dan lainnya. Tercatat, sepanjang kariernya ia pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Logistik PAN, Pelindung Yayasan Al Husna Jakarta, hingga anggota DPR Komisi VI. Selain itu dia pernah menduduki posisi Ketua Fraksi PAN DPR RI periode 2004 – 2009.[14]

Karier Wirausaha[sunting | sunting sumber]

Merantau ke Jakarta[sunting | sunting sumber]

Kehidupan Zulkifli Hasan yang lahir dari  keluarga petani, membuat ia gigih berjuang untuk mengubah nasibnya. Ia pada awalnya secara diam-diam meninggalkan kediamannya di Lampung untuk merantau ke Jakarta seorang diri setelah ia lulus SMP. Dalam sebuah acara temu media pada hari Kamis, 22 Januari 2015, ia mengutarakan kepada Kompas.com: “Saya itu dulu diarahkan orang tua menjadi seperti Buya Hamka. Tapi saya menolak. Saya ingin merantau ke Jakarta”[15]. Kegigihannya dalam menyambung hidup, ia mulai dengan menjadi tukang cuci taksi hingga menjual minuman ringan dan setelah lulus SMA ia memutuskan untuk menjadi penjual panci keliling[16][17].

Berhenti jadi PNS dan berwirausaha[sunting | sunting sumber]

Sebelum merambah kesuksesannya di dalam dunia politik, Zulkifli Hasan adalah seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang beralih profesi menjadi seorang wirausahawan. Zulkifli Hasan yang ketika itu sudah berada dalam kondisi finansial yang cukup stabil, setelah bekerja sebagai PNS, memilih untuk berhenti dan bertekad untuk memulai usaha sendiri[18]. Dalam sebuah wawancara setelah acara pelatihan wirausaha muda, Zulkifli Hasan mengatakan pada Detik.com: “Saya teringat benar perkataan ayah saya untuk jangan terus menjadi follower (pengikut) tetapi harus berani menjadi pemimpin meskipun dimulai dari sesuatu yang kecil. Sejak itulah saya putuskan berhenti jadi PNS. Meskipun dicibir teman-teman kalau saya sudah ‘miring’ (stress) keluar PNS, tapi karena saya bertekad untuk menjadi yang memimpin sekaligus mendapatkan penghasilan besar, saya acuhkan"[19][20].

Usaha yang ia rintis pun satu persatu menuai hasil, terbukti dari deretan perusahaan yang pernah ia pimpin, yaitu[21][22]:

  • Presiden Direktur PT Batin Eka Perkasa, Jakarta (1988- 2004)
  • Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari, Jakarta (1997- 2004)[23]
  • Presiden Direktur PT Sarana Bina Insani, Jakarta (2000- 2004)
  • Komisaris PT Hudaya Safari Utama, Jakarta (2000- 2006)
  • Komisaris Utama PT Batin Eka Perkasa, Jakarta (2004- 2005)

Program-program wirausaha[sunting | sunting sumber]

Setelah mulai berkarir di politik, termasuk menjabat menjadi DPP PAN dan Menteri Kehutanan, hingga saat ini jiwa wirausaha tidak lantas menghilang dalam benaknya. Ia menjadi motivator sekaligus inspirasi bagi para pemuda dan warga khususnya di Sumatera, untuk membuka wirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru[24]. Menurutnya, potensi anak negeri dalam membangun ekonomi Indonesia menjadi cikal bakal majunya pertumbuhan ekonomi ke depannya[25][26]. Tak heran, ia memberi perhatian khusus dengan memberi banyak bantuan yang ia sertakan dalam banyak program kerja bersama dengan masyarakat lokal, seperti program dari PAN yang dikenal dengan sebutan MAPAN (maju bersama PAN). Di dalam program tersebut, ia berkontribusi dengan memberikan modal usaha dan pelatihan bagi wirausaha muda di Sumatera Utara[27][28].

Karir Politik[sunting | sunting sumber]

Ketua Lembaga Buruh Tani dan Nelayan PWM DKI (2000-2005)[sunting | sunting sumber]

Zulkifli Hasan menorehkan kesuksesannya tidak hanya di dunia wirausaha, melainkan juga politik.  Ia tercatat mengawali karier di dunia politik sebagai Ketua Lembaga Buruh Tani dan Nelayan PWM DKI pada tahun 2000 sampai tahun 2005[29]. Sebelum akhirnya menduduki posisi tersebut, ia pernah menjadi Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Buruh Tani dan Nelayan Provinsi Lampung, Wakil Ketua Paguyuban Masyarakat Lampung Sai, serta deklarator Ikatan Pemuda Lampung di Jakarta[30].

Ketua Departemen Logistik DPP PAN (2000-2005)[sunting | sunting sumber]

Perkembangan kariernya di dunia politik berjalan signifikan dengan selanjutnya ia menduduki sejumlah posisi struktural di partai yang menaunginya. Ia dipercaya untuk menjabat sebagai ketua Departemen Logistik di DPP PAN periode 2000-2005. Posisi itu yang akhirnya mengantar Zulkifli Hasan menjadi Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional di Dewan Perwakilan Rakyat RI[31].

Anggota DPR RI dan PAN (2004-2009)

Zulkifli Hasan diamanahkan menjadi Ketua Fraksi PAN DPR RI periode 2004-2009[32]. Pada saat itu, ia berada di dalam Komisi VI DPR yang membidangi perhubungan dan infrastuktur[33]. Kontribusinya dapat dilihat pada tahun 2008 dimana ia terpilih sebagai Ketua Pansus Hak Angket terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara di Ruang KK I, Gedung DPR pada hari Rabu siang, 9 Juli 2008. Zulkifli Hasan meraih 28 suara dari 48 anggota pansus yang hadir. Empat kandidat lainnya adalah Bambang Wuryanto (PDI-P, 18 suara), Efiardi Asda (PPP, 0 suara), Sutan Bhatoegana (Demokrat, 0 suara), dan Ir. H. Azhar Romli (0 suara)[34].

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat PAN (2005-2010)[sunting | sunting sumber]

Terpilihnya Zulkifli Hasan Sebagai Sekjen PAN[sunting | sunting sumber]

Karier politik Zukifli Hasan di dalam internal PAN berkembang positif, sebelumnya Zulkifli Hasan termasuk salah satu dari tim kepengurusan DPP PAN 2005-2010. Pada saat itu, tim formatur yang menyusun kepengurusan DPP PAN 2005-2010 diketuai oleh Ketua Umum terpilih Soetrisno Bachir[35]. Saat mengumumkan kepengurusannya, disepakati bahwa kepengurusan DPP PAN berjumlah 45 orang dari sebelumnya yang hanya 40 orang[36]. Zulkifli Hasan ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal pada rapat maraton formatur pada tanggal 11 April 2005[37].

Zulkifli Hasan Mendapatkan Kadarman Award[sunting | sunting sumber]

Usahanya di dunia politik untuk memperbaiki kepemimpinan dalam partai politik menuai hasil. Pada tanggal 26 Juli 2007, Sekolah Tinggi Manajemen Pusat Pelatihan Manajemen (ST-PPM) menganugerahkan “Kadarman Award” kepada Zulkifli Hasan[38]. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua ST PPM, Ir. Sulistio Ruslia, di Gedung Dhanapala Komplek Departemen Keuangan Jakarta Pusat[39]. Zulkifli mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Detik di Gedung DPR, "Ini sesuatu yang luar biasa. Apalagi ini diberikan bagi parpol. Kita tahu parpol, anggota DPR sedang mendapat sorotan negatif dari publik"[40].

Calon Ketua Umum PAN[sunting | sunting sumber]

Kongres PAN[sunting | sunting sumber]

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN Yandri Susanto menegaskan, menetapkan akan menggelar Kongres PAN akan dimulai pada 28 Februari hingga 2 Maret 2015 mendatang[41]. Kongres ini diadakan untuk memperebutkan kursi ketua umum yang saat ini masih dijabat Hatta Rajasa[42]. Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, mengakui adanya tiga kader yang muncul jelang Kongres[43]. Mereka adalah Ketua Umum PAN 2010-2015 Hatta Rajasa, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua Umum PAN 2010-2015 Dradjad Wibowo[44].

Zulkifli Hasan secara resmi mendeklarasikan diri menjadi calon ketua umum PAN pada hari Senin, 19 Januari 2015 di Surabaya[45].  Menurut Ketua Majelis Pertimbangan Barisan Muda PAN, Hanafi Rais, dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia, ada beberapa gagasan yang disampaikan Zulkifli sebagai calon ketua umum saat deklarasi[46]. Gagasan tersebut diantaranya adalah pertama, ingin lebih fokus pada kerja politik untuk membela kepentingan masyarakat yang diwakilinya; Kedua, mengenai pengkaderan partai yang tidak lagi diselenggarakan untuk kepentingan nyaleg, dimana Zulkifli Hasan berharap harus ada kesinambungan pencalegan bagi semua kader PAN; Ketiga, perubahan sistem dalam penentuan pimpinan pengurus daerah dan calon kepala daerah, dimana jika sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat PAN berperan penuh dalam menentukan pimpinan dewan daerah dan calon kepala daerah, ia berniat untuk memberikan wewenang penuh kepada pengurus daerah untuk memutuskan; serta gagasan yang terakhir, yaitu mengenai peningkatan kinerja pelayanan kepala daerah yang ia harapkan dapat menjadi lebih mudah ditemui dan diajak berkomunikasi, baik langsung ataupun tidak langsung, oleh kader-kader dari daerah.

Opini Publik Zulkifli Hasan Menjadi Calon Ketua Umum PAN[sunting | sunting sumber]

Banyak opini yang muncul mengenai Zulkifli Hasan pasca deklarasinya untuk maju menjadi Calon Ketua Umum PAN, diantaranya adalah pendapat Taslim Chaniago, politisi muda PAN. Ia menilai Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dinilai layak menjadi Ketua Umum PAN[47]. Taslim dalam sebuah wawancara dengan Covesia mengatakan, "Tradisi di PAN ketua umum itu cuma satu periode saja, nah, sekarang Zulkifli Hasan sangat layak untuk pimpin PAN”. Taslim menambahkan, jenjang Zulkifli Hasan di PAN juga sudah sangat lengkap, dimulai dari Ketua Departemen, Sekjen, Waketum, Ketua Fraksi PAN DPR, hingga menjadi menteri[48].

Selanjutnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Yahdil Abdil Harahap, menyebutkan dalam sebuah wawancara, peluang Zulkifli Hasan menjadi ketua umum PAN sangat besar apabila dibandingkan dengan Hatta Rajasa dan Drajad Wibowo. Yahdil menyatakan, "Kalau ketum ya Bang Zul (Zulkifli Hasan). Dukungan ke Bang Zul kuat. Hampir sebagian DPW dan DPD menginginkan Bang Zul, hampir 80 persen"[49].

Hanafi Rais, politisi PAN, juga menjagokan Zulkilfi Hasan[50]. Ia mengungkapkan salah satu faktor yang melatarbelakangi keberpihakannya, yaitu PAN memiliki tradisi ketua umum satu periode saja. PAN, menurutnya, membutuhkan sosok pemimpin partai yang merepresentasikan regenerasi dan membawa gagasan pembaharuan."Sejauh ini, dua hal tersebut ada pada Pak Zulkifli Hasan," tutur Hanafi dalam sebuah wawancara pada hari Rabu, 7 Januari 2015[51].

Dukungan penuh juga hadir dari 22 DPD PAN Kabupaten Sulawesi Selatan yang membentuk forum DPD[52]. Andi Irwandi Natsir selaku Koordinator Forum DPD PAN se-Sulsel menyatakan Zulkifli Hasan layak dapat kesempatan memimpin PAN[53]. Ia mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Tribunnews, "Tidak usah dipertanyakan lagi, menjadi pimpinan MPR RI adalah bukti nyata dari itu.” Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Sumatra Barat menyatakan komitmen mendukung Zulkifli Hasan menjadi ketua umum partai periode 2015-2020[54].

Wakil Sekjen DPP PAN yang juga anggota tim sukses Zulkifli Hasan, Teguh Juwarno, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Sindo pada 21 Januari 2015 bahwa pihaknya akan segera mengusulkan kepada steering committee (SC) kongres untuk membentuk Komite Etik dan menjelaskan, “Salah satu tugas Komite Etik tersebut untuk mengawasi proses di kongres agar tidak dinodai praktik politik uang”[55].

Menteri Kehutanan Republik Indonesia (2009-2014)[sunting | sunting sumber]

2009 - Awal Kepemimpinan[sunting | sunting sumber]

Karier Zulkifli Hasan di bidang politik semakin bersinar dengan terpilihnya ia sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia (MENHUT RI) dalam Kabinet Indonesia Bersatu II dibawah kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono[56][57]. Ia dilantik bersama dengan 33 orang menteri lainnya dan 2 orang pejabat setingkat menteri di Ruang Credential, Istana Merdeka pada hari Kamis, 22 Oktober 2009, tepat pukul 13.30 WIB[58]. Setelah pelantikan resmi dilangsungkan, pada sore harinya ia menghadiri serah terima jabatan bersama dengan MENHUT RI sebelumnya, Malem Sambat Kaban di Departemen Kehutanan RI yang dihadiri oleh seluruh pegawai KEMENHUT RI[59].

2010 - RENSTRA (Rencana Strategis)[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2010, Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan bersama tim membuat Rencana Strategis (RENSTRA) dan mengeluarkan 8 kebijakan untuk mencapai visi Kementrian Kehutanan 2009-2014 dalam penyelenggaraan pembangunan kehutanan, yaitu “Hutan Lestari untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan”. Kebijakan tersebut terdiri atas[60]:

1.      Pemantapan kawasan hutan;

2.      Rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung DAS;

3.      Pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran hutan;

4.      Konservasi keanekaragaman hayati;

5.      Revitalisasi pemanfaatan hutan dan industri kehutanan;

6.      Pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan;

7.      Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sektor kehutanan; serta

8.      Penguatan kelembagaan kehutanan.

Salah satu peraturan penting yang dikeluarkan kementerian terkait realisasi RENSTRA adalah kewajiban reboisasi yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.10/2010 tentang Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan pada Pelaku Usaha Pertambangan dan Perkebunan[61]. Payung hukum itu mewajibkan para pelaku usaha non-kehutanan di atas hutan konversi dan hutan produksi untuk menyiapkan lahan guna reboisasi di luar areal konsesi mereka dengan perbandingan 1:2[62]. Menegaskan komitmennya yang tinggi menuju kepada realisasi visi KEMENHUT secara konstitusional, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa segala bentuk pelanggaran terhadap legislasi yang ada akan dipidanakan[63].

Di samping kebijakan-kebijakan yang merujuk kepada visi, KEMENHUT di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan juga membuat program kerja responsif, salah satunya program rehabilitasi lereng Gunung Merapi[64] pasca meletusnya gunung tersebut pada bulan Oktober tahun 2010[65]. Dalam program tersebut, bukan hanya Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang direhabilitasi, melainkan juga lingkungan pemukiman warga di sekitarnya[66]. Pada kesempatan itu, ia juga merekomendasikan Pemerintah Daerah (PEMDA) setempat untuk memasukkan kawasan hutan hingga radius 4-6 kilometer di lereng Merapi ke dalam bagian TNGM dan tidak dijadikan kawasan hunian guna antisipasi bencana berikutnya[67].

2011 - Hutan Edukasi[sunting | sunting sumber]

            Selama tahun kedua kepemimpinannya, ia membawa KEMENHUT menjadi institusi pemerintahan yang lebih produktif dengan mengeluarkan 2 program kerja yang menyasar kepada pertumbuhan pertanian dan pengembangan pendidikan lingkungan. Yang pertama adalah dipermudahnya prosedur permohonan pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR)[68] yang merupakan program utama KEMENHUT RI sejak 2010[69] dan dimasukkan ke dalam anggaran tahunan[70]. Yang kedua adalah program Hutan Edukasi[71], dimana program ini melibatkan pelajar dan mahasiswa[72] dan bertujuan membentuk kawasan hutan bersifat lebih edukatif sehingga dapat dijadikan sarana pendidikan lingkungan. Di dalam program ini, pelajar dan mahasiswa akan kunjungan studi ke kawasan hutan, melakukan observasi dan menanam pohon.

2012 - Moratorium Izin Pemanfaatan Hutan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun ketiganya menjabat sebagai MENHUT RI, Zulkifli Hasan membuat suatu program yang sangat populer hingga hari ini, yaitu Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon[73] yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk korporasi[74] masyarakat adat, pemerintah, bahkan militer[75]. Di samping itu, Zulkifli Hasan pada tahun yang sama mengeluarkan Moratorium Izin Pemanfaatan Hutan yang ia sebut sebagai kebijakan andalan KEMENHUT di tahun itu, dimana moratorium tersebut dicanangkan mampu menyelamatkan lahan seluas 64 juta hektar di seluruh Indonesia[76]. Dalam sebuah wawancara, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa laju deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia berhasil ditekan secara signifikan melalui kebijakan moratorium tersebut sekaligus kawasan konservasi hutan dapat terjaga.

“Jika kita lihat dari tahun 1996 sampai dengan 2003, laju deforestasi mencapai 3,5 juta hektar rata-rata per tahun, namun saat ini menjadi 450 hektar saja. Ini artinya, deforestasi tinggal 15%”[77].

2013 - Sosialisasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)[sunting | sunting sumber]

            Pada hari Kamis, 21 Februari 2013, KEMENHUT RI melakukan sosialisasi kebijakan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh. Zulkifli Hasan percaya bahwa sosialisasi kebijakan merupakan hal yang sangat penting dalam proses implementasi kebijakan. Sosialisasi ini dilakukan kepada berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Aceh yang dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan interpretasi terkait kebijakan tersebut[78].

2014 - Mengakhiri Jabatan[sunting | sunting sumber]

Dalam satu tahun menjelang akhir masa jabatannya sebagai MENHUT RI, Zulkifli Hasan kembali membuat sebuah program yang baik kebermanfaatan maupun jangkauan partisipasinya dapat dirasakan oleh banyak pihak, yaitu OTOT (One Ticket One Tree)[79]. KEMENHUT bekerjasama dengan PT Garuda Indonesia untuk mewujudkan program tersebut, yaitu penanaman satu pohon untuk setiap tiket pesawat yang terjual. Dari konsepnya tampak bahwa program ini melibatkan korporasi juga masyarakat sebagai konsumennya. Sedangkan manfaatnya mewujud dalam Indonesia yang lebih hijau dan tentu lebih baik bagi kesehatan rakyatnya[80].

Dengan deretan kebijakan yang oleh banyak pihak dinilai pro lingkungan dan rakyat, Zulkifli Hasan menerima sebuah penghargaan di akhir masa jabatannya, yaitu Lifetime Achievement Award dari La Trofi, penggagas Indonesia Green Award. Penghargaan tersebut diterimanya pada hari Rabu, 18 Juni 2014, di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta[81]. Pihak La Trofi mengaku memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kerja yang luar biasa kontributif terhadap penyelamatan dan pelestarian lingkungan di Indonesia serta kinerjanya di KEMENHUT yang transparan dan selalu melibatkan masyarakat.

Zulkifli Hasan juga menerima sejumlah penghargaan lainnya. Yang pertama, sebelum penghargaan dari La Trofi, yaitu pada 21 April 2014, ia menerima Bhumandala Award dari Badan Informasi Geospasial atas dedikasinya dalam mengimplementasikan informasi geospasial kehutanan yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan turut serta menyelamatkan Bumi dengan informasi Geospasial[82]. Yang kedua, dalam sebuah acara Tiger Conservation Awards pada Rabu, 16 Juli 2014, ia menerima penghargaan Tiger Champion Award dari Panthera. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang yang berfokus dan berjasa dalam usaha pelestarian harimau Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera[83][84]. Yang terakhir adalah penghargaan tanda penghormatan yang diberikan oleh kepala negara kepada seseorang yang dinilai mempunyai jasa besar terhadap bangsa dan negara[85][86]. Zulkifli Hasan, pada hari Rabu, 13 Agustus 2014, menerima penghargaan tersebut, yaitu Bintang Jasa Mahaputra Adipradana, dari Presiden Republik Indonesia pada saat itu, Soesilo Bambang Yudhoyono.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Bintang Jasa Mahaputra Adipradana dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.[87]
  • Tokoh Perubahan 2010 dari Republika.[88]
  • Kadarman Award 2007 dari Strategic Change Leaders.[88]
  • Lifetime Achievement Award, Indonesia Green Award dari The La Tofi School of CSR.[88]
  • Tiger Champion Award dari Panthera. Bhumandala Award 2014 dari Badan Informasi Geospasial.[89]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://news.okezone.com/read/2014/10/08/337/1049496/zulkifli-hasan-ditetapkan-sebagai-ketua-mpr
  2. ^ http://nasional.kompas.com/read/2014/10/08/04230671/Zulkifli.Hasan.Ketua.MPR.2014-2019?utm_campaign=popread&utm_medium=bp&utm_source=news
  3. ^ http://profil.merdeka.com/indonesia/z/zulkifli-hasan/
  4. ^ http://ppid.dephut.go.id/berita_terkini/browse/12
  5. ^ Tim Litbang Kompas, Wajah DPR & DPD 2009-2014: Latar Belakang Pendidikan dan Karier (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2010), hlm.462
  6. ^ https://www.selasar.com/politik/pimpinan-mpr-resmi-terpilih
  7. ^ http://nasional.kompas.com/read/2014/10/08/07000051/Ini.Sosok.Zulkifli.Hasan.Ketua.MPR.2014-2019
  8. ^ http://nasional.kompas.com/read/2014/10/08/07000051/Ini.Sosok.Zulkifli.Hasan.Ketua.MPR.2014-2019
  9. ^ http://nasional.kompas.com/read/2014/10/08/07000051/Ini.Sosok.Zulkifli.Hasan.Ketua.MPR.2014-2019
  10. ^ http://www.republika.co.id/berita/koran/opini-koran/14/07/19/n8yk3o-cerdas-menyikapi-pilpres
  11. ^ http://www.tempo.co/read/news/2014/10/18/078615263/Ketua-MPR-Pelantikan-Jokowi-Sudah-Siap-90-Persen
  12. ^ http://www.rri.co.id/post/berita/109882/nasional/ketua_mpr_jamin_pelantikan_presiden_jokowi_akan_lancar.html
  13. ^ http://fastnewsindonesia.com/article/sidang-paripurna-pelantikan-presiden-dan-wakil-presiden-berlangsung-damai
  14. ^ Profil Zulkifli Hasan merdeka.com
  15. ^ http://nasional.kompas.com/read/2015/01/22/21413111/Zulkifli.Hasan.Bicara.Kesuksesannya.sebagai.Sales.Panci.dan.Reformasi.PAN
  16. ^ http://nasional.kompas.com/read/2015/01/22/21413111/Zulkifli.Hasan.Bicara.Kesuksesannya.sebagai.Sales.Panci.dan.Reformasi.PAN
  17. ^ http://harianjayapos.com/detail-8371-ngobrol-santai-bersama-zulkifli-hasan-ketua-mpr.html
  18. ^ http://finance.detik.com/read/2012/06/17/144535/1943289/68/zulkifli-hasan-keluar-dari-pns-jadi-pengusaha-sukses
  19. ^ http://www.antaranews.com/berita/316588/pan-dorong-lampung-kembangkan-wirausahawan-muda
  20. ^ http://www.antarasumsel.com/print/263829/pan-dorong-pemerintah-daerah-kembangkan-wirausahawan-muda
  21. ^ Wajah DPR & DPD 2009- 2014: Latar Belakang Pendidikan dan Karier (Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2010), hlm. 462
  22. ^ http://nasional.kompas.com/read/2014/10/08/07000051/Ini.Sosok.Zulkifli.Hasan.Ketua.MPR.2014-2019
  23. ^ http://profil.merdeka.com/indonesia/z/zulkifli-hasan/
  24. ^ http://economy.okezone.com/read/2012/05/06/320/624714/jadi-kek-sumut-harus-tingkatkan-wirausaha
  25. ^ http://m.tribunnews.com/bisnis/2012/05/06/pan-dorong-pemuda-sumut-jadi-wirausaha-muda
  26. ^ http://www.antarasumsel.com/print/263829/pan-dorong-pemerintah-daerah-kembangkan-wirausahawan-muda
  27. ^ http://www.antaranews.com/berita/316588/pan-dorong-lampung-kembangkan-wirausahawan-muda
  28. ^ http://economy.okezone.com/read/2012/05/06/320/624714/jadi-kek-sumut-harus-tingkatkan-wirausaha
  29. ^ Tim Litbang Kompas, Wajah DPR dan DPD 2009-2014 Latar Belakang Pendidikan dan Karier (Jakarta: Buku Kompas, 2010), hlm.462
  30. ^ http://www.antaranews.com/berita/457660/keberuntungan-zulkifli-hasan-menjadi-ketua-mpr
  31. ^ http://m.bola.viva.co.id/news/read/98182-zulkifli__jurangan_yang_tenar_di_ring_politik
  32. ^ http://profil.merdeka.com/indonesia/z/zulkifli-hasan/
  33. ^ http://politik.news.viva.co.id/news/read/87932-zulkifli_hasan_diproyeksikan_pan_jadi_menteri
  34. ^ http://otomotif.kompas.com/read/2008/07/09/14405974/Zulkifli.Hasan.Terpilih.Jadi.Ketua.Pansus.Hak.Angket.BBM
  35. ^ http://politikindonesia.com/index.php?k=politik&i=1676-Soetrisno-Bachir-Ketua-Umum-PAN-2005-2010-
  36. ^ http://politikindonesia.com/index.php?k=politik&i=1676-Soetrisno-Bachir-Ketua-Umum-PAN-2005-2010-
  37. ^ http://www.tempo.co/read/news/2005/04/11/05559387/Zulkifli-Hasan-Jadi-Sekjen-PAN-2005-2010
  38. ^ http://news.detik.com/read/2007/07/26/204557/809996/10/sekjen-dpp-pan-zulkifli-hasan-terima-kadarman-award?nd771104bcj
  39. ^ http://news.detik.com/read/2007/07/26/204557/809996/10/sekjen-dpp-pan-zulkifli-hasan-terima-kadarman-award?nd771104bcj
  40. ^ http://news.detik.com/read/2007/07/26/204557/809996/10/sekjen-dpp-pan-zulkifli-hasan-terima-kadarman-award?nd771104bcj
  41. ^ http://news.liputan6.com/read/2157809/kongres-pan-28-februari-hatta-zulkifli-bert
  42. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2014/12/16/zulkifli-hasan-dan-drajad-wibowo-calon-ketua-umum-pan-gantikan-hatta
  43. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2014/12/16/zulkifli-hasan-dan-drajad-wibowo-calon-ketua-umum-pan-gantikan-hatta
  44. ^ http://nasional.kompas.com/read/2014/12/18/09333521/Tiga.Nama.Calon.Ketua.Umum.PAN
  45. ^ http://www.cnnindonesia.com/politik/20150121121055-32-26195/deklarasi-ketua-umum-pan-zulkifli-hasan-bawa-4-gagasan/
  46. ^ http://www.cnnindonesia.com/politik/20150121121055-32-26195/deklarasi-ketua-umum-pan-zulkifli-hasan-bawa-4-gagasan/
  47. ^ http://www.covesia.com/berita/3723/politisi-muda-pan-dorong-zulkifli-hasan-maju-di-kongres-2015.html
  48. ^ http://www.covesia.com/berita/3723/politisi-muda-pan-dorong-zulkifli-hasan-maju-di-kongres-2015.html
  49. ^ http://www.antaranews.com/berita/472538/zulkifli-hasan-kandidat-kuat-sebagai-ketum-pan
  50. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2015/01/07/hanafi-rais-jagokan-zulkifli-hasan
  51. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2015/01/07/hanafi-rais-jagokan-zulkifli-hasan
  52. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2015/01/08/22-dpd-pan-sulsel-kompak-ke-zulkifli-hasan
  53. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2015/01/08/22-dpd-pan-sulsel-kompak-ke-zulkifli-hasan
  54. ^ http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/01/22/nik8ya-pan-sesumbar-dukung-zulkifli-hasan
  55. ^ http://www.koran-sindo.com/read/954126/149/kubu-zulkifli-hasan-usulkan-komite-etik-1421898865
  56. ^ http://tekno.kompas.com/read/2009/10/22/05365119/BERITA.FOTO:.Wajah.34.Menteri.Kabinet.Indonesia.Bersatu.II
  57. ^ http://news.detik.com/read/2009/10/21/222049/1226007/10/susunan-kabinet-indonesia-bersatu-ii?nd771104bcj
  58. ^ http://politik.news.viva.co.id/news/read/99161-kabinet_indonesia_bersatu_ii_dilantik
  59. ^ http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=en&id=848&type=2#.VL3bLEeUeug
  60. ^ http://www.dephut.go.id/uploads/files/renstra_Setjen_2010-14_2011.pdf
  61. ^ http://www.jpnn.com/read/2010/03/17/59600/Keuntungan-Besar,-Kewajiban-Ringan-
  62. ^ http://www.orangutanprotection.com/indexina.php?menu=show_news2.php&id=197&lang=ina
  63. ^ http://www.orangutanprotection.com/indexina.php?menu=show_news2.php&id=197&lang=ina
  64. ^ http://agroindonesia.co.id/2010/11/08/hutan-taman-nasional-merapi-segera-direhabilitasi/
  65. ^ http://www.tribunnews.com/nasional/2010/10/29/rumah-mbah-maridjan-sebelum-dan-sesudah-merapi-meletus
  66. ^ http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/12/19/153156-kemenhut-akan-hijaukan-kembali-lereng-merapi
  67. ^ http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/12/19/153156-kemenhut-akan-hijaukan-kembali-lereng-merapi
  68. ^ http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/03/16/0352377/Prosedur.Kebun.Bibit.Rakyat.Dipermudah
  69. ^ http://lingkungan.muhammadiyah.or.id/artikel-pengembangan-program--kebun-bibit-rakyat-kbr-di-muhammadiyah--sumber-petunjuk-pelaksanaan-pembangunan-kbr-dirjen-bpdas-dan-perhutanan-sosial-kemenhut-ri---detail-253.html
  70. ^ KEMENTERIAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Rencana Kerja Kementerian Kehutanan Tahun 2014 (Jakarta: Departemen Kehutanan RI, 2014), hlm.34
  71. ^ http://perumperhutani.com/2011/12/pembangunan-hutan-edukasi/
  72. ^ http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/02/07/77375/Kemenhut-Kembangkan-Hutan-Pendidikan
  73. ^ http://agroindonesia.co.id/2012/11/27/tidak-gaul-jika-tidak-menanam/
  74. ^ http://www.astra.co.id/m/ruangmedia/pers/77
  75. ^ http://ppid.dephut.go.id/berita_foto/browse/66
  76. ^ http://www.tempo.co/read/news/2014/06/19/079586344/Terima-Penghargaan-Zulkifli-Hasan-Beberkan-Resep
  77. ^ http://pansulawesitenggara.com/zulkifli-hasan-kebijakan-moratorium-wajib-diperpanjang/
  78. ^ http://www.antaranews.com/berita/359462/kemenhut-sosialisasi-kebijakan-pengelolaan-das-di-aceh
  79. ^ http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/02/07/n0mok7-menhut-tandatangani-mou-rehabilitasi-lahan-konservasi-dengan-tni-dan-garuda-indonesia
  80. ^ nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/02/07/n0mok7-menhut-tandatangani-mou-rehabilitasi-lahan-konservasi-dengan-tni-dan-garuda-indonesia
  81. ^ http://www.tempo.co/read/news/2014/06/19/079586344/Terima-Penghargaan-Zulkifli-Hasan-Beberkan-Resep
  82. ^ http://www.dephut.go.id/index.php/news/details/9525
  83. ^ http://www.indopos.co.id/2014/07/menhut-terima-tiger-champion-award.html
  84. ^ http://ppid.dephut.go.id/berita_terkini/browse/35
  85. ^ http://www.bpn.go.id/Berita/Siaran-Pers/kepala-badan-pertanahan-ri-terima-bintang-mahaputera-adipradana-4692
  86. ^ http://ppid.dephut.go.id/berita_foto/browse/209
  87. ^ Menhut Menerima Bintang Jasa Mahaputra Adipradana
  88. ^ a b c Biografi Zulkifli Hasan
  89. ^ Dari Menteri Kehutanan, kini Ketua MPR

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Sidarto Danusubroto
Ketua MPR-RI
8 Oktober 2014
Diteruskan oleh:
Masih Menjabat
Didahului oleh:
Malem Sambat Kaban
Menteri Kehutanan
22 Oktober 2009 - 1 Oktober 2014
Diteruskan oleh:
Chairul Tanjung
(Pelaksana Tugas)