Sutarman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Jenderal Polisi Drs.
Sutarman
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-22
Petahana
Mulai menjabat
25 Oktober 2013
Didahului oleh Jenderal Pol Timur Pradopo
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
Masa jabatan
6 Juli 2011 – 24 Oktober 2012
Didahului oleh Komjen Pol Ito Sumardi Ds
Digantikan oleh Irjen Pol Suhardi Alius
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
Masa jabatan
7 Oktober 2010 – 6 Juli 2011
Didahului oleh Irjen Pol Timur Pradopo
Digantikan oleh Irjen Pol Untung Suharsono Radjab
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat
Masa jabatan
6 Juni 2010 – 7 Oktober 2010
Didahului oleh Irjen Pol Timur Pradopo
Digantikan oleh Irjen Pol Suparni Parto
Informasi pribadi
Lahir 5 Oktober 1957 (umur 56)
Bendera Indonesia Sukoharjo, Karesidenan Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Suami/istri Elly Surtiati Sukandi
Relasi Orangtua[1]:
Pawiro Miharjo
Samiyem
Anak Devina Ekowati Anindita
Diki Dwi Budi
Danny Trisespianto Arif
Alma mater Akpol 1981
Agama Islam

Jenderal Polisi Drs. Sutarman (lahir di Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, 5 Oktober 1957; umur 56 tahun) adalah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang menjabat sejak 25 Oktober 2013 menggantikan Jenderal Timur Pradopo. Sutarman dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta pada 25 Oktober 2013[2].

Sebelumnya ia merupakan Kabareskrim Mabes Polri yang menjabat sejak 6 Juli 2011[3] hingga 24 Oktober 2013. Dia didapuk sebagai orang nomor satu di Bareskrim menggantikan Ito Sumardi Ds yang pensiun.

Jenderal Sutarman tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Pada tahun 2000, dia adalah Ajudan Presiden RI pemerintahan Abdurrahman Wahid[4]. Kemudian akhir 2004, dia menjabat Kapolwiltabes Surabaya, lantas berturut-turut sebagai Kapolda Kepri, Kaselapa Lemdiklat Polri, lalu Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya.

Uniknya Putra pasangan Paidi Pawiro Mihardjo dan Samiyem ini pernah menggantikan Timur Pradopo (mantan Kapolri) di empat jabatan, yakni Kaselapa Lemdiklat Polri, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolri.

Ia menjadi calon tunggal Kapolri setelah diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada DPR-RI pada hari Jumat, tanggal 27 September 2013[5]. Surat yang berisi pengusulan alumnus Akpol 1981 itu diterima langsung oleh Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso.[6][7][8]

Insiden di Sleman Yogyakarta[sunting | sunting sumber]

Pada hari Kamis, 29 Mei 2014 terjadi penyerangan di rumah penduduk yang dijadikan sebagai tempat beribadah, yang dilakukan oleh warga intoleran yang tidak suka akan adanya keberagaman agama.[9] Terhadap masalah ini Jendral Sutarman berpendapat bahwa "rumah tidak boleh dijadikan tempat ibadah"[10] Pernyataan ini merupakan bentuk dari kurangnya pengetahuan Kapolri sebagai pimpinan dari Polri di Indonesia terhadap hukum itu sendiri. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Sekretaris Dewan Nasional Setara Institut Antonius Benny Susetyo yang menilai Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Sutarman tidak mengerti peraturan karena melarang rumah dijadikan sebagai tempat ibadah.

Peraturan Bersama Menteri agama dan Menteri dalam negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah mengatur ibadah terbagi menjadi dua, yaitu ibadah permanen dan ibadah keluarga. Ibadah keluarga di antaranya adalah doa rosario, tahlilan, upacara kelahiran, dan upacara kematian yang dapat dilakukan di rumah. Ketidakpahaman Jendral Sutarman terhadap peraturan itulah yang menyebabkan kekerasan atas nama agama marak terjadi.[11]

Riwayat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Pa Staf Lantas Polres Bandung Polda Jabar (1982)
  • Kapolsek Dayeuh Polres Bandung Polda Jabar (1982)
  • Kasat Lantas Polres Sumedang Polda Jabar (1983)
  • Danki Tar Akpol (1986)
  • Kasubbag Renset Dit Pers Polda Metro Jaya (1988)
  • Kapolsek Metro Kebon Jeruk Restro Jakbar (1989)
  • Kapolsek Metro Penjaringan Restro Jakut (1991)
  • Paban Muda III / Binkar Spers ABRI (1993)
  • Kabag Bintibmas Dit Binmas Polda Metro Jaya (1995)
  • Kapusdalaops Polwil Timor Timur Polda Nusra (1996)
  • Kapolres Lombok Timur Polda NTB (1996)
  • Kabag Top / DSP Subdit Diaga Dit Minpers POLRI (1997)
  • Kabag Diawan / Gassus Subdit Dalkar Minpers POLRI (1997)
  • Kabag Dalkar Dit Pers Polda Metro Jaya (1997)
  • Kapolres Bekasi Polda Metro Jaya (1999)
  • Ajudan Presiden RI (2000-2001)
  • Kapoltabes Palembang Polda Sumsel (2001-2003)
  • Direskrim Polda Jatim (2003-2004)
  • Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim (2004-2005)
  • Kapolda Kepri (2005-2008)
  • Kaselapa Lemdiklat Polri (2008-2010)**)
  • Kapolda Jabar (2010-2011)**)
  • Kapolda Metro Jaya (2010)**)
  • Kabareskrim Polri (2011-2013)
  • Kapolri (2013-sekarang)**)

keterangan :

**) : Sutarman mengganti jabatan dari pendahulunya Jend. Pol Timur Pradopo

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Anton Bachrul Alam
Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau
20052008
Diteruskan oleh:
Indradi Thanos
Didahului oleh:
Timur Pradopo
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat
Juni 20107 Oktober 2010
Diteruskan oleh:
Suparni Parto
Didahului oleh:
Timur Pradopo
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
7 Oktober 20106 Juli 2011
Diteruskan oleh:
Untung Suharsono Radjab
Didahului oleh:
Ito Sumardi
Kabareskrim
Kepolisian Negara Republik Indonesia

6 Juli 201124 Oktober 2013
Diteruskan oleh:
Suhardi Alius
Didahului oleh:
Timur Pradopo
Kapolri
25 Oktober 2013 –sekarang
Diteruskan oleh:
Petahana