Azwar Abubakar
| Azwar Abubakar | |
|---|---|
![]() |
|
| Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia ke-13 | |
| Petahana | |
| Mulai menjabat 19 Oktober 2011 |
|
| Presiden | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Didahului oleh | E.E. Mangindaan |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 21 Juni 1952 (umur 59) Banda Aceh, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | Partai Amanat Nasional |
| Agama | Islam |
Haji Azwar Abubakar (lahir di Banda Aceh, 21 Juni 1952; umur 59 tahun) adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia yang ke-14.
Daftar isi |
[sunting] Riwayat hidup
Abubakar dilahirkan di Banda Aceh, Indonesia pada 21 Juni 1952.[1] Dia lulus Sarjana Arsitek dari Institut Teknologi Bandung, lalu mendapatkan gelar Magister Management dari Universitas Syiah Kuala di Aceh.[1][2] Setelah lulus, dia bekerja sebagai konsultan dan pengusaha.[2] Setelah kejatuhan Presiden Soeharto pada tahun 1998, dia mulai bergerak di dunia politik, dan menjadi salah satu pendiri Partai Amanat Nasional cabang Aceh.[2]
Dari tahun 2000 sampai 2004, Abubakar berjabatan sebagai Wakil Gubernur Aceh, kemudian menjadi gubernur sementara setelah Gubernur Abdullah Puteh terkena tuntutan korupsi.[1] Sebagai gubernur sementara, dia menangani periode setelah Gempa bumi Samudra Hindia 2004, dengan jumlah pegawai sipil diperkira pada saat itu berkurang sebanyak dua pertiga.[3] Dia juga harus mengatasi masalah Gerakan Aceh Merdeka.[2] Dia mencalonkan diri untuk menjadi gubernur pada pemilihan umum tahun 2006 dengan Nasir Djamil, seorang anggota Partai Keadilan Sejahtera, sebagai wakilnya.[4][2] Namun, dia terkalahkan Irwandi Yusuf.[4][2]
Abubakar terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 2009, mewakili Aceh.[2] Dia juga menjadi anggota Komisi I, yang mengamati pertahanan dan urusan luar negeri.[5] Pada tanggal 19 Oktober 2011, Abubakar menggantikan E.E. Mangindaan sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia.[6]
[sunting] Pandangan
Djamil menganggap diangkatnya Abubakar sebagai cara untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menguatkan dukungannya di Aceh dan dari Partai Amanat Nasional.[5] Diangkatnya Abubakar diterima dengan hangat di Aceh, dengan beberapa orang Aceh terkemuka menyebut dia "putra Aceh yang terbaik".[5]
[sunting] Kehidupan pribadi
Azwar menikah dengan Mutia Safrida.[2] Bersama mereka punya empat orang anak yaitu Tezar,Karina, Zanisa dan Muhammad Haekal.[2]
[sunting] Rujukan
- Catatan Kaki
- Bibliografi
- (Inggris)"Eight hopefuls declared eligible for Aceh gubernatorial race ", The Jakarta Post, 11 Juli 2006. Diakses pada 1 November 2011.
- (Inggris)"SBY appoints 5 new ministers in ongoing reshuffle ", The Jakarta Post, 17 Oktober 2011. Diakses pada 1 November 2011.
- (Indonesia)Kesalahan penggunaan templat: parameter title dibutuhkan.
- (Inggris)"Meet the Six New Ministerial Candidates ", The Jakarta Globe, 18 Oktober 2011. Diakses pada 1 November 2011.
- (Indonesia)"Menjulang Setelah Reformasi [Protruding After Reformation]" (dalam bahasa Indonesian). TokohIndonesia.com. http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/3746-menjulang-setelah-reformasi. Diakses pada 1 November 2011.
- (Inggris)"Aceh bureaucracy back in action less 900 employess [sic] ", The Jakarta Post, 7 Januari 2005. Diakses pada 1 November 2011.
- (Inggris)"Who's who in the new lineup ", The Jakarta Post, 19 Oktober 2011. Diakses pada 1 November 2012.

