Tifatul Sembiring

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ir. H.
Tifatul Sembiring
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ke-4
Masa jabatan
22 Oktober 2009 – 30 September 2014
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Didahului oleh Mohammad Nuh
Presiden Partai Keadilan Sejahtera ke-3
Masa jabatan
2005 – 2010
Didahului oleh Hidayat Nur Wahid
Digantikan oleh Luthfi Hasan Ishaaq
Informasi pribadi
Lahir 28 September 1961 (umur 53)
Bendera Indonesia Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
Kebangsaan  Indonesia
Partai politik Contoh Logo Baru PKS.jpg Partai Keadilan Sejahtera
Anak Sabriana, Fathan, Ibrahim, Yusuf, Fatimah, Muhammad dan Abdurrahman
Agama Islam

Ir. H. Tifatul Sembiring (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 September 1961; umur 53 tahun) adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menggantikan Hidayat Nur Wahid sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tifatul Sembiring merupakan insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta. Sebelum terjun dalam politik praktis, ia pernah berkarier di PT PLN (persero) dalam bidang telekomunikasi dan pemrosesan data. Ia juga pernah menjadi aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) semasa mudanya, kemudian menjadi Dewan Pertimbangan Pusat Perhimpunan Keluarga Besar PII 2008-2011.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Tifatul lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari Suku Karo dan Minangkabau. Dari ayahnya Tifatul memiliki marga Sembiring, namun dari pihak ibu dia merupakan kepala kaum suku Koto di Guguak Tabek Sarojo, Agam, Sumatera Barat dengan gelar Datuk Tumangguang.[1][2] Tifatul menikah dengan Sri Rahayu dan memiliki 7 orang anak antara lain Sabriana, Fathan, Ibrahim, Yusuf, Fatimah, Muhammad, dan Abdurrahman. Tanggal 8 Desember 2011, anak perempuan Tifatul, Nur Shabrina Sembiring menikah dengan Fathan Lasthalani.[3]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2009, ia menyalahkan amoralitas untuk gempa yang terjadi di Sumatera dan bencana alam lainnya. Saat ia berpidato pada saat shalat Jumat di Padang, Sumatera Barat, menteri mengatakan "ada banyak program televisi yang menghancurkan moral. Oleh karena itu, bencana alam akan terus terjadi."[4]

Ambisinya untuk menyaring konten "negatif" di Internet dihentikan pada awal 2010 karena menghadapi oposisi luas, dapat dimulai kembali setelah skandal video porno berpusat kepada Ariel (Nazril Irham), Tifatul Sembiring secara kontroversial mengaitkan hal ini dengan penyaliban Yesus Kristus.[5] Langkah ini ternyata mendapat dukungan dari Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan akan melibatkan daftar hitam bahan ofensif untuk dimonitor oleh gugus tugas khusus.[6]

Dia juga mengaitkan pornografi dengan AIDS dan mengatakan bahwa dana untuk melawan penyakit itu membuang-buang uang,[5] juga menyatakan bahwa ketersediaan luas pornografi Indonesia, sebagian besar menampilkan pelajar, menyebabkan bencana alam.[7]

Ia banyak dikritik karena mengutip pernyataan Adolf Hitler pada halaman Twitter-nya yaitu posting-an mengenai "persatuan antara dua anak, ketika keduanya saling melengkapi, ini adalah keajaiban - Adolf Hitler".[8]

Dia juga dipertanyakan oleh pengguna Twitter Indonesia[siapa?] dengan menjabat tangan Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama pada saat suaminya melakukan kunjungan ke Indonesia pada November 2010.[9]

Keraguannya dalam mengutuk penculikan terhadap 276 anak perempuan oleh kelompok teroris Boko Haram di Nigeria menuai kritik, dan menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakannya untuk bekerja di pemerintahan.[10][11]

Pada bulan Mei 2014, Menteri Komunikasi dan Informasi mengeluarkan kicauan dari akun pribadinya bahwa situs berbagi video Vimeo akan dilarang. Mengutip Undang-Undang Pornografi yang sangat kontroversial di Indonesia yang disahkan pada 2008, menteri mengatakan situs ini termasuk situs menampilkan dari "ketelanjangan atau seperti suatu ketelanjangan”.[12] Larangan itu datang pada saat ketika film yang dibuat di Indonesia telah mulai menarik perhatian di panggung dunia, dengan karya Joshua Oppenheimer, "The Act of Killing" bergabung dengan jajaran film dokumenter paling terkenal sepanjang masa.[13]

Para pengguna Twitter mengaitkan pemblokiran situs Vimeo dengan isu beredarnya video aksi panggung penyanyi dangdut dengan goyang seronok di kampanye salah seorang calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera, partai dimana Tifatul Sembiring berasal. Video tersebut sudah diblokir di YouTube, namun di Vimeo, ia tetap tersedia untuk ditonton.[14][15][16] Metode Trust+ menjadi senjata utama Menteri Komunikasi dan Informasi untuk membersihkan konten Internet dari konten negatif, termasuk pornografi dan perjudian. Namun, para aktivis mengkhawatirkan kekuasan itu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.[14]

Tifatul Sembiring juga dianggap sebagai musuh terbesar bagi pengguna Internet Indonesia karena lambatnya koneksi Internet di Indonesia yang memiliki kecepatan rata-rata 1,5 Mbps.[17][18]

Ancaman pemblokiran Twitter[sunting | sunting sumber]

"Beberapa negara spt Turki, Arab Saudi, Mesir pernah menutup Twitter. Indonesia belum pernah menutup Twitter. Ada usulan?"
—Tifatul Sembiring melalui akun Twitter pribadinya.[19]

Tifatul Sembiring pada Minggu, 28 September 2014 juga membuat pernyataan yang mengejutkan di akun Twitter pribadinya karena mengancam akan menutup situs web jejaring sosial Twitter seperti yang dilakukan oleh negara Turki, Arab Saudi, dan Mesir.[19] Isu penutupan Twitter ini pun langsung melejit bahkan pada pukul 10.50 Waktu Indonesia Barat tanggal 28 September 2014, isu penutupan tersebut kembali merangkak berada di posisi 8 trending topic di Indonesia. Sadar kicauanya jadi kontroversi, Tifatul kemudian membantah akan menutup Twitter di Indonesia.

Ia menulis, "Jadi sekali saya tegasken, tidak benar itu, isu-isu yg mengataken bhw Twitter akan ditutup di Indonesia. Entah oleh menteri berikutnya...:))."[20]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Mohammad Nuh
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia
22 Oktober 200930 September 2014–sekarang
Petahana
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Hidayat Nur Wahid
Presiden Partai Keadilan Sejahtera
200423 Oktober 2009
Diteruskan oleh:
Luthfi Hasan Ishaaq