Tifatul Sembiring

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ir. H.
Tifatul Sembiring
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ke-4
Petahana
Mulai menjabat
22 Oktober 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Didahului oleh Mohammad Nuh
Presiden Partai Keadilan Sejahtera ke-3
Masa jabatan
2005 – 2010
Didahului oleh Hidayat Nur Wahid
Digantikan oleh Luthfi Hasan Ishaaq
Informasi pribadi
Lahir 28 September 1961 (umur 52)
Bendera Indonesia Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Partai politik Contoh Logo Baru PKS.jpg Partai Keadilan Sejahtera
Anak Sabriana, Fathan, Ibrahim, Yusuf, Fatimah, Muhammad dan Abdurrahman
Agama Islam

Ir. H. Tifatul Sembiring (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 28 September 1961; umur 52 tahun) adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menggantikan Hidayat Nur Wahid sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tifatul Sembiring merupakan insinyur komputer lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STI&K) Jakarta. Sebelum terjun dalam politik praktis, ia pernah berkarier di PT PLN (persero) dalam bidang telekomunikasi dan pemrosesan data. Ia juga pernah menjadi aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) semasa mudanya. Dan sekarang menjadi Dewan Pertimbangan Pusat Perhimpunan Keluarga Besar PII 2008-2011.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Tifatul lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari Suku Karo dan Minangkabau. Dari ayahnya Tifatul memiliki marga Sembiring [1], namun dari pihak ibu dia merupakan kepala kaum Suku Koto di Guguak Tabek Sarojo, Agam, Sumatera Barat dengan gelar Datuk Tumangguang.[2] Tifatul menikah dengan Sri Rahayu dan memiliki 7 orang anak: Sabriana, Fathan, Ibrahim, Yusuf, Fatimah, Muhammad dan Abdurrahman.

Tanggal 8 Desember 2011 Putri Tifatul, Nur Shabrina Sembiring menikah dengan Fathan Lasthalani.[3]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2009, ia menyalahkan amoralitas untuk gempa yang terjadi di Sumatera dan bencana alam lainnya. Saat ia berpidato pada saat shalat Jumat di Padang, Sumatera Barat, menteri mengatakan "ada banyak program televisi yang menghancurkan moral. Oleh karena itu, bencana alam akan terus terjadi."[4]

Ambisinya untuk menyaring konten "negatif" diinternet, dihentikan pada awal 2010 karena menghadapi oposisi luas, dapat dimulai kembali setelah skandal video porno berpusat pada Ariel (Nazril Irham), dimana Tifatul Sembiring secara kontroversial mengaitkan hal ini dengan penyaliban Yesus Kristus.[5] Langkah ini ternyata mendapat dukungan dari Presiden Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan akan melibatkan daftar hitam bahan ofensif untuk dimonitor oleh gugus tugas khusus.[6]

Dia juga mengaitkan pornografi dengan HIV/Aids dan mengatakan bahwa dana untuk melawan penyakit itu membuang-buang uang,[5] juga menyatakan bahwa ketersediaan luas pornografi Indonesia, sebagian besar menampilkan pelajar, menyebabkan bencana alam.[7]

Ia banyak dikritik karena mengutip pernyataan Adolf Hitler pada halaman Twitter-nya yaitu posting-an mengenai "persatuan antara dua anak, ketika keduanya saling melengkapi, ini adalah keajaiban - Adolf Hitler".[8]

Dia juga dipertanyakan oleh pengguna Twitter Indonesia dengan menjabat tangan Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama pada saat suaminya melakukan kunjungan ke Indonesia pada November 2010.[9]

Keraguannya dalam mengutuk penculikan terhadap 276 anak perempuan oleh kelompok teroris Boko Haram di Nigeria menuai kritik dan menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakannya untuk bekerja di pemerintahan.[10] [11]

Pada bulan Mei 2014, Menteri Komunikasi dan Informasi mengeluarkan tweet dari akun pribadinya bahwa situs berbagi video Vimeoakan dilarang. Mengutip undang-undang anti-pornografi yang sangat kontroversial di Indonesia, yang disahkan pada 2008, menteri mengatakan situs ini termasuk situs menampilkan dari "ketelanjangan atau seperti suatu ketelanjangan”.[12] Larangan itu datang pada saat ketika film yang dibuat di Indonesia telah mulai menarik perhatian di panggung dunia, dengan karya Joshua Oppenheimer, "The Act of Killing" bergabung dengan jajaran film dokumenter paling terkenal sepanjang masa.[13]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Jabatan politik
Didahului oleh:
Mohammad Nuh
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia
22 Oktober 2009–sekarang
Petahana
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Hidayat Nur Wahid
Presiden Partai Keadilan Sejahtera
2004 - 23 Oktober 2009
Diteruskan oleh:
Luthfi Hasan Ishaaq