Sofyan Tan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Dr. Sofyan Tan (lahir di Medan, 25 September 1959; umur 54 tahun) adalah seorang dokter yang terjun ke dalam bidang pelayanan dan pengembangan masyarakat di Sumatera Utara. Pada tanggal 7 Maret 2010, Sofyan Tan dianugerahi marga Ginting oleh tetua adat dan tokoh masyarakat Karo di Jambur Namaken, Medan[1], sehingga namanya menjadi Sofyan Tan Ginting.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Riwayat Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

  • Wakil Kepala Laboratorium Biologi SMA Sutomo 1980-1986
  • Asisten Dosen Lab Physiologi FK-UMI Medan 1981-1985
  • Guru Biologi SMA PKMI Pematang Siantar 1984-1985
  • Ketua Yayasan Perguruan Brigjend Katamso Sunggal 1984-1988
  • Ketua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda 1987-sekarang
  • Kepala Lab Biologi SMA PKMI-2 Medan 1988-1990
  • Guru Biologi SMA PKMI-2 Medan 1988-1991
  • Direktur PT Raja Albatros Mas 1996-2000
  • Presiden Komisaris PT Raja Albatros Mas 2001-2002
  • Ketua Yayasan Ekosistem Lestari 2002-sekarang
  • Presiden Direktur PT Raja Albatros Mas 2003-sekarang

Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Ketua GOPTKI Kec Medan-Sunggal 1985-1990
  • Wakil Ketua HIPPI Kodya Medan 1985-1993
  • Dewan Penasihat DPD KNPI Sumut 1988-1995
  • Ketua I Koordinator REPALA Sumut 1988-1998
  • Wakil Ketua DPD GM KOSGORO Sumut 1989-1996
  • Ketua MABIGUS 601-602 1989-sekarang
  • Ketua Biro Hukum/Litbang/Pendidikan PDK KOSGORO Sumut 1991-1996
  • Ketua DPD GEMABUDHI Sumut 1993-1996
  • Dewan Penasihat DPD Golkar Medan 1993-1996
  • MPD DPD KNPI Sumut 1995-1998
  • MPO DPD GM KOSGORO Sumut 1995-2000
  • Wakil Ketua PDK KOSGORO Sumut 1996-2001
  • Ketua Forum Daerah UKM 1998-2000
  • Ketua Presidium Fornas UKM 2002-2004
  • Ketua Klub Bola Basket Gelora Sunggal 2001-sekarang
  • Pengurus Ikatan Alumni Sutomo Medan 2003-sekarang
  • Ketua Bidang Organisasi Pengda PERBASI Sumut 2003-sekarang

Prestasi dan Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Fellow Ashoka Bidang Ethnic Relations & Educations, Ashoka Innovators for Public, Washington DC, USA, 1989
  • Pemuda Pelopor Pembangunan Bidang Kesetiakawanan Sosial dari Menpora RI, 1990
  • Tokoh Terpopuler di Sumut Versi Harian Waspada, 1994
  • Anugrah Wiyata Mandala Prop Sumut sebagai Tokoh Pendidikan oleh Gubernur Sumut, 2002
  • Tokoh Paling Diinginkan Menjadi Gubernur Sumut, versi Polling Harian Medan Bisnis, 2003

Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1987 ia mendirikan Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) di Sunggal, dengan tujuan mengembangkan pendidikan bagi anak-anak yang tak mampu, dengan asas pembauran. Di sekolah yang didirikannya itu tidak ada kelompok mayoritas atau minoritas, karena Sofyan mengusahakan agar berbagai kelompok yang ada di masyarakat terwakili di sana. Jadi, murid-murid sekolah yang dikelolanya terdiri dari anak-anak Tionghoa, Melayu, Batak, India, dll.

Untuk menolong mendanai sekolahnya, Sofyan melakukan program orang tua asuh dengan sistem bersilang. Murid Melayu diangkat oleh orang tua asuh Tionghoa, murid India diangkat oleh orang tua asuh Batak, dll. Para orang tua asuh ini tidak hanya mereka yang tinggal di Medan dan tempat-tempat lain di Sumatera Utara, tetapi juga di Jakarta, bahkan juga di Amerika Serikat.

Sekolah ini mempunyai reputasi yang sangat baik. Ketika memulainya pada tahun 1987, jumlah muridnya baru 187 orang, namun sepuluh tahun kemudian telah berkembang menjadi 1362 orang. Di antara murid-muridnya bahkan ada yang datang dari Jakarta.

Di Sekolah Dasar murid-murid mulai diajarkan bahasa Inggris. Bahasa Jepang diperkenalkan pada tingkat yang lebih tinggi.

Kegiatan lain[sunting | sunting sumber]

Upaya dan perjuangan Sofyan Tan membangkitkan minat banyak pihak untuk ikut mendukungnya. Pada tahun 1994, Grup Salim meminta Sofyan membuka program yang serupa di P. Bintan, Kepulauan Riau.

Karena jasa-jasanya Sofyan Tan mendapatkan penghargaan Fellow Ashoka Fellowship untuk Hubungan Antaretnis dan Pendidikan dari Washington (1989), dan Anugerah Wiyata Mandala dari Gubernur Sumut, Rizal Nurdin, untuk bidang pendidikan pada tahun 2002.

Sofyan kini tidak lagi mengajar di sekolah milik YPSIM Selain aktif dalam dunia pendidikan, Sofyan Tan juga menjadi ketua Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), yang juga berkedudukan di Medan, Sumatera Utara.

Pada tahun 2004, Sofyan Tan menjadi salah satu dari 172 etnis Tionghoa Indonesia yang dicalonkan untuk menjadi anggota legislatif ataupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Saat ini ia juga adalah Ketua Presidium Forum Nasional Usaha Kecil dan Menengah (Fornas UKM).

Pada tahun 2010, Sofyan Tan yang bernama asli Tan Kim Yang mencalonkan diri sebagai wali kota Medan bersama dengan Nelly Armayanti, mantan Ketua KPU Medan yang kini berstatus janda, sebagai calon wakil wali kotanya dalam Pilkada Medan tahun 2010 yang dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2010. Pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti didukung oleh PDIP dan PDS dan berhasil mendulang 140.676 suara (20,72 persen) suara dan masuk putaran kedua pemilihan wali kota Medan bersama pasangan Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "dr Sofyan Tan Dianugerahi Marga Ginting". Berita Sore. 11 Maret 2010. Diakses 22 Agustus 2010. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]