Ipik Gandamana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ipik Gandamana
Gubernur Jawa Barat ke-8
Masa jabatan
1956 – 1959
Presiden Ir. Soekarno
Didahului oleh Sanusi Hardjadinata
Digantikan oleh Mashudi
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-14
Masa jabatan
10 Juli 1959 – 27 Agustus 1964
Presiden Ir. Soekarno-Soeharto
Didahului oleh Sanusi Hardjadinata
Digantikan oleh Soemarno
Informasi pribadi
Lahir Ipik Gandamana
30 November 1906 (umur 108)
Bendera Belanda Purwakarta, Jawa Barat, Hindia Belanda
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Agama Islam

Ipik Gandamana (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 30 November 1906; umur 108 tahun) adalah gubernur Jawa Barat periode 1956-1959. Ipik dibesarkan di Banten. Perjalanan karier kedinasannya berawal sebagai CA (candidate ambtenar) pada zaman pendudukan Jepang dan ditempatkan di Bogor selama dua tahun, Kemudian menjadi Mantri Polisi di Cikijing, menjadi Mantri Kabupaten Jakarta tahun 1931. Patih Bogor tahun 1946, Bupati Bogor 1948-1949 merangkap Bupati Lebak serta menjadi Gubernur Jawa Barat (1956-1960).

Meskipun lahir di Bogor, Ipik Gandamana menjalani masa kecil hingga dewasa di Banten. Pendidikan yang pernah ditempuhnya mulai dari ELS, MULO, OSVIA A & B dan setelah menyelesaikan studinya, aktif di lingkungan kepamongprajaan. Perjalanan kariernya dimulai saat menjadi Candidat Ambtenar (AB) pada zaman Jepang serta ditempatkan di Bogor selama kurang lebih 2 tahun, kemudian diangkat menjadi Mantri Polisi Cikijing, serta pada tahun 1931 menjadi Mantri Kabupaten Jakarta.

Pada tahun 1938 diangkat menjadi Sekretariat II Kabupaten Ciamis, kemudian pada tahun 1942 menjadi Camat Cibeureum Tasikmalaya sampai akhirnya diangkat menjadi Patih Bogor pada tahun 1946.

Karena menolak bergabung dengan pemerintahan Belanda/Recomba, pada tanggal 14 Agustus 1947 keluar besluit dari Presiden HTB Bogor Nomor 305 yang memerintahkan Ipik Gandamana dibuang ke pengasingan ke wilajah Jasinga. Saat dalam pengasingan tersebut, Ipik menerima tugas dari Pemerintah RI untuk menyusun pemerintah Kabupaten Bogor Darurat yang berpusat di Jasinga selanjutnya Ipik ditetapkan menjadi Bupati Bogor, kemudian diangkat oleh Wakil Gubernur Jawa Barat untuk merangkap sebagai Bupati Lebak.

Setelah pembentukan Kabupaten Bogor Darurat, berdasarkan keputusan Gubernur Militer Jawa Barat, Ipik diperbantukan di KMD IV/DJ.B selaku Kepala Staf Sipil Kepresidenan Bogor yang selanjutnya ditetapkan menjadi Presiden Bogor.

Karier[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Wakil Gubernur Jawa Barat
1947 - 1952
Diteruskan oleh:
RA.Nashuhi
Didahului oleh:
Sanusi Hardjadinata
Gubernur Jawa Barat
1956 - 1959
Diteruskan oleh:
Mashudi
Didahului oleh:
Sanusi Hardjadinata
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
1959 - 1964
Diteruskan oleh:
Soemarno