Kabupaten Teluk Bintuni

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Teluk Bintuni)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Teluk Bintuni
Teluk Bintuni.jpg
Lambang Kabupaten Teluk Bintuni



92.06.00 PapuaBarat Teluk Bintuni.svg
Peta lokasi Kabupaten Teluk Bintuni di Papua Barat
Koordinat:
Provinsi Papua Barat
Dasar hukum UU Nomor 26 Tahun 2002/LN Nomor 129 Tahun 2002
Tanggal peresmian 11 November 2002
Ibu kota Bintuni
Pemerintahan
-Bupati Ir. Petrus Kasihiw, MT
APBD
-DAU Rp.550.845.412.000.-(2013)[1]
Luas 20.840,83 km² [2]
Populasi
-Total 76.932 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan
Demografi
-Kode area telepon 0923
Pembagian administratif
-Kecamatan 24 distrik[2]
-Kelurahan 2[2]
-Desa 115[2]
Simbol khas daerah
Situs web http://www.telukbintunikab.go.id

Kabupaten Teluk Bintuni adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia.

Kondisi Umum[sunting | sunting sumber]

Teluk Bintuni

Luas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Luas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni adalah 18.114 Km² atau meliputi 13,02 % wilayah Provinsi Papua Barat.[3][4]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah batas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002.[3]

Utara Distrik Aifat Timur, Kabupaten Sorong Selatan dan Distrik Kebar, Testega, Menyambouw,Sururey Kabupaten Manokwari
Timur Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari; Distrik Wamesa, WindesiWasior Barat Kabupaten Teluk Wondama; dan Distrik Yaur Kabupaten Nabire
Selatan Distrik Kaimana, Teluk Arguni Kabupaten Kaimana dan Distrik Kokas Kabupaten Fakfak
Barat Teluk Bintuni; Distrik Kokoda, Aifat Timur Kabupaten Sorong Selatan

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Teluk Bintuni

Kabupaten Teluk Bintuni dipimpin oleh seorang bupati. Setelah dilakukan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) pada 2 Desember 2005 terbentuklah Pemerintah Daerah Definitif dengan drg. Alfons Manibui, D.E.S.S. dan Drs. H. Akuba Kaitam sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni.[5]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Teluk Bintuni

Distrik/Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari 24 kecamatan, 2 kelurahan, dan 115 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 28.978 jiwa dengan luas wilayah 11.529,18 km² dan sebaran penduduk 3 jiwa/km².[6] Pada awal pembentukannya, Kabupaten Teluk Bintuni terdiri dari 10 distrik.Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Teluk Bintuni, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Distrik Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Kampung
Daftar
Kampung/Kelurahan
92.06.04 Aranday, Teluk Bintuni 4
92.06.16 Aroba, Teluk Bintuni 5
92.06.03 Babo, Teluk Bintuni 4
92.06.01 Bintuni, Teluk Bintuni 2 6
92.06.18 Biscoop, Teluk Bintuni 7
92.06.13 Dataran Beimes, Teluk Bintuni 6
92.06.08 Fafurwar, Teluk Bintuni 3
92.06.15 Kaitaro, Teluk Bintuni 5
92.06.20 Kamundan, Teluk Bintuni 4
92.06.10 Kuri, Teluk Bintuni 5
92.06.11 Manimeri, Teluk Bintuni 6
92.06.17 Masyeta, Teluk Bintuni 4
92.06.23 Meyado, Teluk Bintuni 4
92.06.02 Merdey, Teluk Bintuni 9
92.06.22 Moskona Barat, Teluk Bintuni 4
92.06.05 Moskona Selatan, Teluk Bintuni 5
92.06.24 Moskona Timur, Teluk Bintuni 3
92.06.06 Moskona Utara, Teluk Bintuni 4
92.06.14 Sumuri, Teluk Bintuni 5
92.06.09 Tembuni, Teluk Bintuni 4
92.06.19 Tomu, Teluk Bintuni 4
92.06.12 Tuhiba, Teluk Bintuni 5
92.06.07 Wamesa, Teluk Bintuni 4
92.06.21 Weriagar, Teluk Bintuni 5
TOTAL 2 115

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Teluk Bintuni sementara adalah 52.403 orang, yang terdiri atas 29.022 laki-laki dan 23.381 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut tampak bahwa penyebaran penduduk Kabupaten Teluk Bintuni bertumpu di Distrik Bintuni yakni sebesar 35,40 persen, kemudian diikuti oleh Distrik Sumuri sebesar 12,5 persen, dan Distrik Manimeri sebesar 10,14 persen sedangkan distrikdistrik lainnya di bawah 7 persen.

Distrik Bintuni, Distrik Sumuri, dan Distrik Manimeri adalah 3 distrik dengan urutan teratas yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yang masing-masing berjumlah 18.552 orang, 6.571 orang, dan 5.313 orang. Dengan luas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni sekitar 18.637 kilo meter persegi yang didiami oleh 52.403 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Teluk Bintuni adalah sebanyak 3 orang per kilo meter persegi.[7]

Laju Pertumbuhan Penduduk[sunting | sunting sumber]

Secara kumulatif, Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Teluk Bintuni per tahun selama sepuluh tahun terakhir yakni dari tahun 2000 hingga 2010 sebesar 4,64 persen. Laju pertumbuhan penduduk Distrik Sumuri adalah yang tertinggi dibandingkan distrik-distrik lain di Kabupaten Teluk Bintuni yakni sebesar 14,31 persen, kemudian diikuti oleh Distrik Bintuni yakni sebesar 11,09 persen, dan Distrik Babo sebesar 9,03 persen. Sedangkan yang terendah di Distrik Moskona Barat yakni sebesar -10,64 persen. Distrik Manimeri walaupun menempati urutan teratas ketiga dari jumlah penduduk namun dari sisi laju pertumbuhan penduduknya masih dibawah laju pertumbuhan penduduk secara kumulatif yakni sebesar 2,74 persen. Sebaliknya, Distrik Biscoop yang menempati urutan terbawah ketiga dari jumlah penduduk namun dari sisi laju pertumbuhan penduduknya masih di atas laju pertumbuhan penduduk secara kumulatif yakni sebesar 4,85 persen.[7]

Arti Lambang Daerah[8][sunting | sunting sumber]

  • Tulisan Teluk Bintuni menjelaskan tentang nama wilayah geografis dan wilayah administratif Pemerintah Kabupaten.
  • Tipa busur dan anak busur melambangkat adat dan budaya.
  • Lingkaran warna putih dan kuning melambangkan kehidupan rakyat dan pemerintahan dengan hati yang suci bersatu membangun daerah menuju Bintuni Baru.
  • Merah Putih dalam lidah api melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga semangat pemerintahan dan masyarakat dalam berkarya membangun daerah bangsa dan negara.
  • Padi dan kapas melambangkan perwujudan dari pancasila sebagai tuntunan terhadap keadilan yang merata dalam setiap aspek pembangunan.
  • Daratan dan gunung melambangkan kekayaan hasil hutan dan mineral.
  • Lima pilar melambangkan wujud 5 agama yang merupakan dasar pembangunan iman dan moral manusia, toleransi dan saling menghormati antar umat beragama.
  • Tujuh keping batu bara melambangkan 7 suku pribumi, sedangkan merah putih melambangkan suku nusantara yang telah menyatu dan rasa memiliki daerah ini
  • Percikan api dan Batu bara melambangkan potensi kekayaan alam disektor pertambangan .
  • Garis gelombang melambangkan potensi kekayaan laut.
  • 2003 mejelaskan dimulainya aktivitas penyelenggaraan pemerintah.

Potensi Daerah[sunting | sunting sumber]

Potensi daerah yang terbesar dari Kabupaten Teluk Bintuni adalah sektor pertanian, kelautan dan pertambangan. Untuk sektor yang lain yaitu perikanan, perkebunan, industri migas yaitu LNG.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b c d e "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  3. ^ a b UU No.26 Tahun 2002
  4. ^ Kondisi Geografis Kabupaten Teluk Bintuni
  5. ^ Sejarah Kabupaten Teluk Bintuni
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  7. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Hasil Sensus Penduduk 2010
  8. ^ Lambang Kabupaten Teluk Bintuni
  9. ^ Potensi Daerah Kabupaten Teluk Bintuni dalam Papua Barat dalam Angka 2008

Pranala luar[sunting | sunting sumber]