Indosiar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari INDOSIAR)
Jump to navigation Jump to search
Indosiar
PT Indosiar Visual Mandiri
Indosiar 2015.svg
Diluncurkan 11 Januari 1995
Dimiliki oleh Salim Group (1995-2004)
Indosiar Karya Media (2004-2013)
Surya Citra Media (2013-sekarang)
Slogan Memang Untuk Anda
Wilayah siaran Nasional
Kantor pusat Jl. Damai No. 11, Daan Mogot, Jakarta, Indonesia
Kanal saudari SCTV (2011-sekarang)
O Channel (2011-sekarang)
Elshinta TV (2005-2013)
Situs web www.indosiar.com
Ketersediaan Nasional
Terestrial
Ambon 38 UHF
Balikpapan 28 UHF
Bandar Lampung 28 UHF
Bandung 54 UHF
Banjarmasin 38 UHF
Banyumas 39 UHF
Batam 49 UHF
Bengkulu 28 UHF
Bukittinggi 50 UHF
Cirebon 46 UHF
Denpasar 27 UHF
Jakarta 41 UHF
Jambi 23 UHF
Jayapura 38 UHF
Jember 60 UHF
Kediri 51 UHF
Kupang 38 UHF
Madiun 44 UHF
Makassar 27 UHF
Malang 38 UHF
Satelit
MNC Vision 78
Palapa D 3835 H 7000 (MPEG-2)
4131 H 12250 (MPEG-4)
Kabel
First Media 13
MNC Play 78
Media pengaliran
UseeTV Indosiar

Indosiar adalah salah satu stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Stasiun televisi ini beroperasi dari Daan Mogot, Jakarta Barat. Indosiar awalnya didirikan dan dikuasai oleh Salim Group. Pada tahun 2004, Indosiar merupakan bagian dari PT. Indosiar Karya Media Tbk. (sebelumnya PT. Indovisual Citra Persada) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta). Pada 13 Mei 2011, mayoritas saham PT. Indosiar Karya Media Tbk. dibeli oleh PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk., pemilik SCTV (melalui SCM sebelum bergabung dengan IDKM) dan O Channel, menjadikan ketiga stasiun televisi berada dalam satu pengendalian.[1][2] Kini, stasiun televisi ini resmi dikuasai oleh SCM pasca bergabung dengan IDKM dan "bersaudara" dengan SCTV.

Sejarah

Indosiar memulai siarannya dalam bentuk siaran percobaan pada Agustus 1994. Pada siaran percobaannya, Indosiar hanya menampilkan daftar stasiun pemancarnya saja

Indosiar resmi mengudara pada 11 Januari 1995. Dalam siarannya, Indosiar banyak menekankan kebudayaan. Salah satu program kebudayaan yang selalu ditayangkan adalah acara pertunjukan wayang pada malam minggu.

Bentuk logo Indosiar yang sangat mirip dengan bentuk logo Television Broadcasts Limited, Hongkong. Awalnya, Indosiar memang banyak menayangkan drama-drama Hongkong. Seperti misalnya serial Return of The Condor Heroes yang dibintangi oleh Andy Lau, To Liong To yang dibintangi oleh Tony Leung yang keduanya cukup populer di kalangan penonton.

Selain itu, Indosiar juga memopulerkan sinetron Indonesia yang bertemakan cinta dan keluarga (dimulai sejak munculnya Tersanjung), acara-acara realitas yang melibatkan emosi penonton dan SMS secara langsung (dimulai sejak munculnya AFI), infotainment KISS (Kisah Seputar Selebritis), dan juga program berita seperti Fokus dan Patroli. Indosiar juga menayangkan kartun yang cukup banyak setiap hari Minggu yaitu dari pukul 06.30 sampai 12.00 WIB. Kartun yang pernah populer di Indosiar adalah Dragon Ball, Digimon, Pokemon, Bleach, Naruto, Gundam, dan lain-lain.

Direktur Utama Indosiar saat ini adalah Drs. Imam Sudjarwo, MP.

Pada awal Mei 2013, Indosiar Karya Media resmi bergabung dengan Surya Citra Media dan membuat stasiun televisi ini dikendalikan oleh satu perusahaan media yang juga menguasai SCTV.[3]

Pada pertengahan 2013, Indosiar berhasil memperoleh hak siar Liga Utama Inggris untuk musim kompetisi 2013–2014 hingga 2015–2016 bersama SCTV dan Nexmedia.[4]

Pada tanggal 23 Maret 2018, Indosiar berhasil memperoleh hak siar Liga 1 bersama O Channel dan tvOne.[5]

Daftar acara Indosiar

Penyiar

Saat Ini

Daftar direktur utama

No. Nama Awal jabatan Akhir jabatan
1 Eko Santoso 1995 1996
2 Anky Handoko 1996 2011
3 Lie Halim 2011 2012
4 E. Loe Soei Kim 2012 2014
5 Drs. Imam Sudjarwo, MP 2014 sekarang

Dewan Direksi

No. Nama Jabatan
1 Drs. Imam Sudjarwo, MP Direktur Utama
2 Alvin Widarta Sariaatmadja Direktur
3 Rusmiyati Djajaseputra Direktur

Dewan Komisaris

No. Nama Jabatan
1 Suryani Zaini Komisaris Utama
2 Mohammad Jusuf Hamka Komisaris
3 Susanto Suwarto Komisaris
4 Segara Utama Komisaris

Transmisi

 Indonesia

Indosiar memiliki 33 stasiun transmisi yang mampu menjangkau lebih dari 133 juta penonton televisi di Indonesia.

Logo pertama Indosiar pada tahun 1995-2007, digunakan sebagai logo perusahaan pada tahun 1995-2015 dan digunakan kembali sebagai logo on-air dari tanggal 16 Maret hingga 8 Oktober 2012
Versi lain dari logo pertama Indosiar, digunakan di station ID pada tahun 1996-2012 dan di promosi pada tahun 1996-2007
Indosiar pernah memakai logo "ikan terbang" di layar kaca televisi sebagai logo on-air dan promosi dari tahun 2007 hingga 16 Maret 2012
Versi lain dari logo pertama Indosiar dengan ikon "berlian", digunakan dari tanggal 8 Oktober 2012 hingga 30 November 2014

Logo Indosiar pada awalnya menggunakan logo yang mirip dengan Television Broadcasts Limited, Hongkong, namun warnanya dibalik dan ditambah tulisan "INDOSIAR" pada tengah warna hijau, karena Indosiar dalam kenyataan yang sebenarnya banyak menyiarkan drama Asia dari Hongkong dan Korea.

Logo yang sekarang digunakan kembali oleh Indosiar awalnya digunakan pada tahun 1995–2007. Namun logo tersebut menimbulkan kontroversi karena logo tersebut sebagai logo saat mengudara di sebelah kiri atas layar TV tabung disinyalir merusak layar TV tabung pada saat itu. Akibatnya layar-layar pada TV tabung di bagian pojok kiri atas jadi berbekas logo Indosiar, apabila diganti ke channel lain.

Namun sejak tahun 2012, logo tersebut kembali digunakan. Akan tetapi, logo tersebut diberi efek mengkilap. Pada tanggal 8 Oktober 2012, logo tersebut diberi efek "berlian". Pada tanggal 1 Desember 2014, logo Indosiar mengalami perubahan gaya huruf untuk pertama kalinya setelah 20 tahun.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Pemberitahuan Pengambilalihan PT Indosiar Karya Media Tbk oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
  2. ^ Indosiar-SCTV Merger – Diakses tanggal 21 Februari 2011
  3. ^ "Indosiar" dan "SCTV" Resmi Merger
  4. ^ SCTV, Indosiar, dan Nexmedia Tayangkan Premier League di Indonesia
  5. ^ Tiga Stasiun Televisi Akan Siarkan Pertandingan Liga 1 Indonesia Musim 2018

Pranala luar