Daftar Kekuatan Besar abad pertengahan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dua penaklukan paling besar sepanjang abad pertengahan, Kekhalifahan Arab dan Kekaisaran Mongol.

Istilah "Kekuatan Besar" hanya digunakan dalam historiografi dan ilmu politik sejak Kongres Wina pada tahun 1815.[1][2] Lord Castlereagh, Sekretaris Luar Negeri Inggris, pertama kali menggunakan istilah itu dalam konteks diplomatiknya pada tahun 1814 dengan mengacu pada Perjanjian Chaumont. Penggunaan istilah ini dalam historiografi Abad Pertengahan berbeda untuk masing-masing penulis. Dalam historiografi periode pra-modern, lebih umum menggunakan istilah yang sama dengan Imperium Besar atau Bangsa Besar.

Kekuatan Besar abad pertengahan (500-1500 M)[sunting | sunting sumber]

William Eckhardt, Civilizations, Empires, and Wars: A Quantitative History of War (McFarland, 1992) (McFarland, 1992), hlm. 113,  memberikan daftar kronologis kekuatan besar abad pertengahan berikut :[3][4]

  1. Dinasti Utara dan Selatan (420–589)
  2. Dinasti Sui (589–618)
  3. Dinasti Tang (618–907)
  4. Lima Dinasti dan Sepuluh Negara (907–960)
  5. Dinasti Song, Liao, Jin, serta Xia Barat (960-1279)
  6. Dinasti Yuan-Mongol (1279–1368)
  7. Dinasti Ming (1368–1644)
  1. Sasaniyah (500–600)
  2. Samaniyah (900–950)
  3. Timuriyah (1400–1450)
  1. Kekhalifahan Rasyidin (632–661)
  2. Dinasti Umayyah (661–750)
  3. Dinasti Abbasiyah (750–850)
  1. Kekhanan Göktürk (550-600)
  2. Kekhanan Onoq (593–603)
  3. Seljuk Raya (1050–1100)
  4. Utsmaniyah (1450–1500)
  1. Kekaisaran Gupta (500)
  2. Kekaisaran Pratihara (850)
  3. Kerajaan Chola (848)
  4. Kemaharajaan Wijayanagara (1350-1400)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kelsen, Hans, 1881-1973. (2000). The law of the United Nations : a critical analysis of its fundamental problems : with supplement. London Institute of World Affairs. Union, N.J.: Lawbook Exchange. ISBN 1-58477-077-5. OCLC 43526872. 
  2. ^ Fueter, Eduard (1922). World history, 1815–1930
  3. ^ Rexroth, Frank. (2005). Deutsche Geschichte im Mittelalter (edisi ke-Orig.-ausg). München: Beck. ISBN 3-406-48007-1. OCLC 249069755. 
  4. ^ Levy, Jack S., 1948-. War in the modern great power system, 1495-1975. Lexington. ISBN 978-0-8131-6365-9. OCLC 900345093. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]