Dinasti Sui

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sui
581–618
Ibu kota Chang'an (Daxing)
Bahasa Tiongkok kuno
Agama Buddhisme, Taoisme, Konfusianisme, Kepercayaan tradisional Tiongkok
Bentuk pemerintahan Monarki
Kaisar
 -  581 - 604 Wen dari Sui
 -  604 - 617 Kaisar Yang dari Sui
Era sejarah Giok
 -  Didirikan 4 Maret 581
 -  Dibubarkan 23 Mei 618
Luas
 -  sek .612 . 4.100.000 km² (1.583.019 mil²)
Populasi
 -  Perk. 609 sek, 46.019.956 
Mata uang Koin Tiongkok, Kas Tiongkok
Pendahulu
Pengganti
Dinasti Selatan dan Utara
Dinasti Tang
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Tiongkok
ZAMAN KUNO
Neolitikum ±8500 – ±2070 SM
Tiga Maharaja dan Lima Kaisar
±6000 – ±4000 SM
Dinasti Xia ±2070 – ±1600 SM
Dinasti Shang ±1600 – ±1046 SM
Dinasti Zhou ±1046 – 256 SM
 Zhou Barat ±1046 – 771 SM
 Zhou Timur 770 - 256 SM
   Zaman Musim Semi dan Gugur 770 - 476 SM
   Periode Negara Perang 476 - 221 SM
ZAMAN KEKAISARAN
Dinasti Qin 221–206 SM
Dinasti Han 206 SM – 220 M
  Han Barat 206 SM – 8 M
  Dinasti Xin 8-23
  Han Timur 23-220
Tiga Negara 220–280
  Wei, Shu, dan Wu
Dinasti Jin (晉) 265–420
  Jin Barat (西晋)
265-316
  Jin Timur (东晋)
317-420
Enam Belas Negara
304-439
Dinasti Selatan dan Utara
420–589
Dinasti Sui 581–618
Dinasti Tang 618–907
  (Dinasti Zhou Kedua 690–705)
Lima Dinasti dan
Sepuluh Negara

907–960
Dinasti Liao
907–1125
Dinasti Song
960–1279
  Song Utara
960-1127
Xia Barat
1038-1227
  Song Selatan
1127-1279
Jin (金)
1115-1234
Dinasti Yuan 1271–1368
Dinasti Ming 1368–1644
Dinasti Qing 1644–1911
ZAMAN MODERN
Republik Tiongkok
1912–1949 di Tiongkok Daratan
Republik Rakyat
Tiongkok

1949–kini
Republik
Tiongkok di Taiwan

1949–kini di Taiwan

Dinasti Sui (Hanzi: 隋朝, hanyu pinyin: Sui Chao) (581 - 618) adalah sebuah dinasti yang menjadi peletak dasar bagi kejayaan Dinasti Tang sesudahnya. Dinasti ini mempersatukan Tiongkok yang terpecah belah pada Zaman Enam Belas Negara sebelumnya. Terusan besar dibangun pada masa dinasti ini. Dinasti ini cukup pendek karena hanya 2 kaisar yang benar-benar memerintah. Kaisar-kaisar berikutnya hanyalah kaisar boneka yang dipasang oleh para jenderal dan penguasa militer sebelum akhirnya mereka sendiri mendirikan dinastinya sendiri. Li Yuan, sepupu Yang Guang, kaisar dinasti Sui yang kedua, merebut kekuasaan dan mendirikan dinasti Tang.

Didirikan oleh Kaisar Wen dari Sui, ibu kota dari dinasti Sui adalah Chang'an (yang disebut Daxing, 581–605) and kemudian Luoyang (605–614). Kedua Kaisar dinasti Sui mengambil langkah pemerintahan tersentral dengan maksud untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan produktivitas pertanian dengan menerapkan sistem Tiga Departemen dan Enam Kementerian dan standarisasi penyatuan mata uang. Dinasti Sui juga menyebarkan dan membangun Agama Buddha di seluruh kekaisaran. Di pertengahan dinasti ini, kekaisaran yang baru saja tersatukan memasuki masa keemasan dan kemakmuran dengan hasil pertanian yang melimpah yang mendukung Pertumbuhan penduduk. Kaisar dinasti Sui adalah keturunan suku Han, dipercaya keturunan menteri dinasti Han yang bernama Yang Zhen. [1] dan Sejarah Baru Dinasti Tang menunjukan garis keturunan patrilinealnya terhubung ke raja Dinasti Zhou via Bangsawan Tinggi dari negara Jin.[2][3][4][5]

Dinasti ini sering dibandingkan dengan dinasti Qin yang berkuasa sebelumnya karena telah berhasil menyatukan Tiongkok setelah perpecahan yang berkepanjangan. Berbagai reformasi dan proyek konstruksi dilakukan untuk mengkonsolidasikan negara yang baru bersatu, dengan pengaruh jangka panjang di luar pemerintahan dinasti mereka yang pendek.


Budaya[sunting | sunting sumber]

Patung pemain alat musik pipa di era dinasti Sui.

Meskipun dinasti Sui relatif berumur pendek, namun dalam hal budaya, dinasti ini mewakili transisi dari zaman sebelumnya. Banyak perkembangan budaya yang baru mulai terbentuk selama dinasti Sui kemudian dikonsolidasikan dan semakin berkembang selama dinasti Tang, dan di abad-abad berikutnya. Sui bukan hanya memprakarsai pekerjaan umum massal misalnya Terusan Besar Tiongkok dan perpanjangan Tembok Besar, tetapi juga sistem politik yang dikembangkan oleh Sui, kemudian diadopsi oleh Tang dengan sedikit perubahan, kecuali untuk posisi puncak hierarki politik. Perkembangan budaya lain dari dinasti Sui termasuk agama, sastra, puisi dan mengambil beberapa contoh tertentu dalam Buddhisme yang dianggap sesuai.

Ritual dan pengorbanan juga masih dilakukan di zaman Sui.[6]


Penguasa Dinasti Sui[sunting | sunting sumber]

Nama anumerta (Shi Hao 諡號)
konvensi: "Sui" + nama
Nama pribadi Masa berkuasa Nama era (Nian Hao 年號) dan jenjang tahunnya[1]
Wéndì (文帝) Yáng Jiān (楊堅) 581-604 Kāihuáng (開皇) 581-600
Rénshòu (仁壽) 601-604
Yángdì (煬帝) or
Míngdì (明帝)
Yáng Guǎng (楊廣) 604-618 Dàyè (大業) 605-618
Gōngdì (恭帝) Yáng Yòu (楊侑) 617-618 Yìníng (義寧) 617-618
Gōngdì (恭帝) Yáng Tóng (楊侗) 618-619 Huángtài (皇泰) 618-619

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c 'Book of Sui, vol. 1
  2. ^ New Book of Tang, zh:s:新唐書
  3. ^ "Koguryo". Encylopaedia Britannica. Diakses tanggal October 15, 2013. 
  4. ^ Byeon, Tae-seop (1999) 韓國史通論 (Outline of Korean history), 4th ed, Unknown Publisher, ISBN 89-445-9101-6.
  5. ^ "Complex of Koguryo Tombs". UNESCO World Heritage Centre. Diakses tanggal 2013-10-24. 
  6. ^ John Lagerwey; Pengzhi Lü (30 October 2009). Early Chinese Religion: The Period of Division (220–589 Ad). BRILL. hlm. 84–. ISBN 978-90-04-17585-3. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Dinasti Selatan dan Utara
Dinasti di Tiongkok
581 – 619
Diteruskan oleh:
Dinasti Tang