Muhammad Ali dari Mesir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari


Muhammad Ali dari Mesir
Muhammed Ali Pasha.jpg
Tanggal lahir 1769
Kavala (di Yunani kini)
Meninggal 1849
Kairo, Mesir

Muhammad 'Alī Pasha al-Mas'ud ibn Agha (Arab: محمد علي باشا) (Albania: Mehmet Ali Pasha) atau Mehmet Ali Paşa dalam Turki, (1769 - 2 Agustus 1849), adalah Wāli Mesir dan Sudan, dan dianggap sebagai "pendiri Mesir modern". Dinasti yang ia dirikan kemudian menguasai Mesir dan Sudan sampai Revolusi Mesir 1952.

Muhammad Ali Pasya al Mas’ud ibn Agha merupakan keturunan Turki, yang lahir di Kawala,  Macedonia, Rumeli eyalet, Utsmani (sekarang masuk wilayah Yunani) pada 4 Maret 1769 dan meninggal pada 2 Agustus 1849 di Mesir. Ali berasal dari keluarga yang tidak mampu, orang tuanya  bekerja sebagai penjual rokok, sehingga masa kecilnya dihabiskan untuk bekerja keras untuk dapat bertahan hidup. Ia tidak memperoleh kesempatan untuk memperoleh pendidikan, akibatnya hingga dia dewasa tidak pandai menulis maupun membaca.

Setelah dewasa ia menjadi pemungut pajak bagi Utsmani, dia dikirimkan pemerintahan Utsmani untuk memberi pelajaran pada desa-desa yang terlambat membayar pajak pada pemerintah. Dia dan orang-orangnya kemudian membentuk kamp tentara di sekitar desa, kemudian merampas dan merampok dan merampok harta rakyat, kericuhan pun terjadi di desa-desa tersebut. Sehingga memaksa orang-orang desa itu untuk membayar uang yang dituntut, meskipun sangat memberatkan mereka.

Meskipun dalam memungut pajak Ali sering menggunakan kekerasan,  ia menjadi kesayangan Gubernur Utsmani setempat, karena dianggap mempunyai kecakapan dalam pekerjaan ini. Akhirnya ia diangkat sebagai menantu oleh gubernur tersebut dan mulai saat itu namanya mulai banyak dikenal. Selanjutnya, Ali masuk ke dinas militer, dan dalam bidang kemiliteran ini dia memperlihatkan kecakapan yang tinggi, sehingga pangkatnya dapat cepat naik menjadi perwira. Ketika pergi ke Mesir untuk mengusir tentara Prancis jabatannya masih sebagai wakil perwira yang mengepalai pasukan yang dikirim dari daerahnya.[1]

Muhammad Ali Pasya Menjadi Gubernur Mesir[sunting | sunting sumber]

Dalam pertempuran di Mesir, ia menunjukkan kemampuan dan keberanian yang luar biasa, sehingga dianugerahi pangkat kolonel. Kekuksesan Ali dalam membebaskan Mesir dari tentara Napoleon, membuatnya memperoleh simpati dan dukungan dari rakyat Mesir.  Ketika Mesir terjadi kekosongan kekuasaan setelah tentara Prancis kembali ke Eropa, Muhammad Ali memainkan peran penting dalam kekuasaam politik tersebut. Dengan dukungan dari rakyat tidaklah sulit bagi Ali, untuk memainkan peran tersebut.

Pasca kepergian tentara Prancis, kaum Mamluk yang dahulu lari dikejar Napoleon, kembali lagi ke Cairo untuk memegang kekuasaan mereka yang lama. Dari Istanbul datang pula Pasya dengan tentara Utsmani. kedua golongan ini berusaha keras untuk merebut kekuasaan bagi pihaknya. Melihat hal ini, Muhammad Ali mengambil kesempatan untuk mengadu domba kedua belah pihak. Perlu diketahui rakyat Mesir pada masa itu menaruh rasa benci terhadap kaum Mamluk, hal inilah yang dicoba dimanfaatkan oleh Muhammad Ali untuk menghimpun kekuatan. Pasukan yang dipimpin Muhammad Ali sendiri bukan berasal dari orang-orang Turki, melainkan dari orang-orang Albania.

Untuk menguasai Mesir, Muhammad Ali memulainya dengan memukul saingan terlemah terlebih dahulu, yaitu pasukan yang bersama Pasya baru yang dikirim Sultan. Pasukan yang dikirim Sultan tersebut dikepung, dan membuat Pasya menyerah sehinggaterpaksa kembali keIstanbul. Muhammad Ali mengangkat dirinya sendiri sebagai Pasya yang baru 18 Juni 1805, pengangkatan Muhammad Ali ini terpaksa diterima oleh pemerintah Utsmani, karena dukungan dari rakyat Mesir terhadap Muhammad Ali.[2]

Menurut catatan ia mengirim 311 pelajar Mesir ke Italia, Perancis, Inggris dan Austria. Yang dipentingkan adalah ilmu-ilmu kemiliteran, ilmu administrasi, arsitek, kedokteran dan obat-obatan.

Muhammad Ali Pasya mengundang para ahli militer Barat untuk melatih angkatan bersenjata Mesir dan juga mengirim misi ke luar negeri (Eropa) guna mempelajari ilmu kemiliteran. Pada tahun 1815 untuk pertama kalinya di Mesir didirikan Sekolah Militer yang sebagian besar instrukturnya didatangkan dari Eropa.

Di dalam administrasi pemerintahan, Muhammad Ali Pasya meniru pemerintahan Perancis. Dia mempunyai penasihat politik, tetapi putusan terakhir terletak di tangannya.

Di samping pengiriman orang Mesir ke luar negeri untuk belajar ilmu pengetahuan, di dalam negeri didirikan Sekolah Militer (1815), Sekolah Teknik (1816), Sekolah Kedokteran (1927), Farmasi (1829) guru-gurunya didatangkan dari Barat. Sekolah-sekolah tersebut mungkin yang pertama dalam dunia Islam.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]