Dinasti Zhou Akhir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Zhou

951–960
StatusKekaisaran
Ibu kotaKaifeng
Bahasa yang umum digunakanTionghoa
Agama
Buddhisme, Taoisme, Konfusianisme, agama rakyat Tiongkok
PemerintahanMonarki
Kaisar 
• 951-954
Kaisar Taizu
• 954-959
Kaisar Shizong
• 959-960
Kaisar Gongdi
Era SejarahPeriode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan
• Kudeta
951 951
• Kudeta
960 960
Mata uangKas Tiongkok, koin Tiongkok, koin perunggu dll.
Didahului oleh
Digantikan oleh
Dinasti Han Akhir (Lima Dinasti)
Dinasti Song

Dinasti Zhou Akhir (Tionghoa Sederhana 后周; Tionghoa Tradisional 後周; pinyin Hòu Zhōu) adalah salah satu dinasti yang menguasai sebagian besar Tiongkok utara selama Periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan yang berlangsung dari tahun 907 hingga 970.

Pendirian[sunting | sunting sumber]

Guo Wei, seorang suku Han, menjadi Asisten Komisioner Militer di istana Dinasti Han Akhir, sebuah rezim yang dikuasai oleh orang Shato. Seorang remaja naik tahta Han Akhir pada tahun 948 setelah kematian kaisar pendirinya, Gaozu. Guo Wei kemudian melancarkan kudeta dan menyatakan dirinya sebagai Kaisar Zhou Akhir pada saat tahun baru 951.

Kekuasaan Guo Wei[sunting | sunting sumber]

Guo Wei, atau Kaisar Taizu dari Zhou Akhir, adalah penguasa Han pertama di Tiongkok utara semenjak tahun 923. Ia dianggap sebagai pemimpin yang cakap dan mencoba melancarkan reformasi untuk menghilangkan beban yang ditanggung oleh petani. Namun, masa kekuasaannya berlangsung singkat. Ia tewas akibat penyakit pada tahun 954.

Kekuasaan Guo Rong[sunting | sunting sumber]

Guo Rong, atau Kaisar Shizong dari Zhou Akhir, adalah anak angkat dari Guo Wei. Ia naik takhta setelah kematian ayah angkatnya tahun 954. Masa kekuasaannya juga berlangsung baik dan ia mampu memenangkan pertempuran melawan Tang Selatan pada tahun 956. Namun, upayanya untuk mengalahkan Han Utara tidak berhasil. Ia meninggal pada tahun 959 akibat penyakit saat sedang melancarkan kampanye militer.

Jatuhnya Zhou Akhir[sunting | sunting sumber]

Guo Rong digantikan oleh anaknya yang masih berumur tujuh tahun. Segera setelah itu, Zhao Kuangyin mengambil alih tahta dan menyatakan diri sebagai kaisar Dinasti Song, dinasti yang pada akhirnya akan menyatukan kembali Tiongkok.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mote, F.W. (1999). Imperial China (900-1800). Harvard University Press. hlm. 13, 14. 
  • "5 DYNASTIES & 10 STATES". Diakses tanggal 2006-10-08.