Bangsa Persia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Persia, lihat Persia (disambiguasi).
Persian Speakers

(Persians)

Jumlah populasi

ca. 55 million

Kawasan dengan konsentrasi signifikan
 Iran
        (2009 estimate )
 Pakistan
    (suggestive estimates)
1,377,000
2,000,000
 Rusia 170,000 [1][2]
 Jerman 200,000
 Qatar 160,000 [3]
 Amerika Serikat 743,000
 Kirgizstan 47,500 [4]
 Republik Rakyat Tiongkok 41,028 [5]
 Kanada 173,760
 Uni Emirat Arab 400,000 [6]
 Britania Raya 275,000 + 24,330 [7]
 Israel 135,000 [8]
 Perancis 62,000 [2]
 India 60,000 [2]
 Bahrain 48,000 [9]
 Belanda 38,000 [2]
 Oman 25,000 [3]
 Australia 22,550 + 19,200 Hazara [10]
 Yunani 20,000 [2]
 Kuwait 20,000 [2]
 Korea Selatan,
 Jepang,
 Filipina
50,000 [2]
 Swedia 15,000 [2]
 Turki 31,394 [11]
 Selandia Baru 10,000
 Belgia 6,000 [2]
 Norwegia 6,000 [2]
 Italia 5,910 [12]
 Afrika Selatan 5,000 [2]
 Finlandia 2,000 [2]
Bahasa
Agama
Islam (Shi'a Twelver), (Sunni Hanafi) and Ismaili, Bahai, Christianity, Yudaisme dan Zoroastrianisme
Persia

Cyrus Agung . Shah Reza . Ayatollah Khomeini . Jalal al-Din Muhammad Rumi
Jumlah populasi

c. 40-50 juta

Kawasan dengan konsentrasi signifikan
Iran
Bahasa
Bahasa Persia
Agama
Islam, Kristen, Baha'i, Yahudi dan Zoroastrianisme
Kelompok etnik terdekat
Bangsa Iran

Persia adalah salah satu suku yang tergolong dalam Bangsa Iran, menggunakan bahasa Persia dan juga mempunyai persamaan dalam kebudayaan dengan bangsa Iran yang lainnya. Bangsa ini mayoritas di Iran dan minoritas di beberapa negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Kuwait, Turki, Uni Emirat Arab, Irak dan juga beberapa negara di Timur Tengah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Etnis Persia adalah keturunan Bangsa Arya yang berhijrah dari Asia Tengah ke Iran pada milenium kedua sebelum Masehi (SM).[13][14] Bangsa Arya ini kemudian terpecah dua menjadi bangsa Persia dan bangsa Media dan mereka berasimilasi dengan suku-suku setempat seperti Elam.[15][16] Dari sini, lahirlah bahasa Persia dan bahasa-bahasa Iran lain. Sumber sejarah tertulis pertama mengenai orang Persia ini ialah prasasti Assyria (834 SM), dan di dalam prasasti itu ada menyentuh tentang orang Parsua (Persia) dan Muddai (Media)[17][18] Saat itu, orang Asyur menggunakan istilah 'Parsua' untuk merujuk kepada suku-suku di Iran. Kemudian orang Yunani mengadaptasikan istilah ini untuk merujuk pada peradaban-peradaban dari Iran. Ketika orang Persia memeluk agama Islam, orang Arab menggelari mereka 'Fars' karena abjad 'P' tidak terdapat dalam tulisan Arab.

Kawasan Persia kemudian diperintah oleh beberapa kerajaan yang membentuk kekaisaran-kekaisaran yang kuat. Di antara kekaisaran-kekaisaran ini adalah kekaisaran Persia seperti Akhemenid, Parthia , Sassania, Buwaihidah dan Samania. Pemerintahan yang pernah memerintah Persia ialah Seleukus, Ummayyah, Abbasiyyah, Turki Seljuk, Afshariyah dan Qajar.

Bahasa Persia[sunting | sunting sumber]

Bahasa Persia adalah salah satu bahasa yang tertua di dunia yang masih digunakan hingga hari ini. Bahasa Persia turut terkenal karena tradisi sastranya dan sastrawan-sastrawannya yang terkenal dan berbakat. Antaranya ialah Hafez, Ferdowsi, Khayyam, Attar, Saadi, Nezami, Roudaki dan juga Rumi. Bahasa ini tergolong dalam keluarga bahasa Indo-Eropa dan merupakan bahasa resmi di Iran.

Bahasa Persia turut memengaruhi bahasa Indonesia dari segi nama yang merupakan nama tempat Persia purba, seperti Johansyah (Johan Shah) dan Firmansyah. Selain itu beberapa kosakata Persia lain turut diserap seperti arak, bait, bandar, menara, anggur, ratna (rakna), jahanam, topan (taufan), waswas, dll.

Agama[sunting | sunting sumber]

Faravahar adalah pengawal Zoroastrianisme penganut kepercayaan Zoroastrianisme.

Peradaban Persia telah memperkenalkan tiga agama utama yaitu Zoroastrianisme, Manikeanisme, dan Bahá'í. Agama-agama lain termasuk Mazdak dan Manikeanisme yang keduanya secara tidak langsungnya memengaruhi agama Kristen: Keduanya berakar dari agama Zoroastrianisme. Sekarang, banyak cendekiawan memperdebatkan tentang agama yang mana terbit dahulu, Zoroastrianisme atau Yahudi. Tetapi mereka telah bersetuju bahwa Zoroastrianisme datang dahulu kalau diambil dari perspektif angelologi (doktrin tentang malaikat), demonologi (doktrin tentang setan) dan doktrin mengenai kiamat dan bencana alam.[19]

Sekarang, mayoritas orang Persia beragama Islam (aliran Syi'ah) dan juga terdapat kelompok minoritas beragama Islam (aliran Sunnah Waljamaah), Zoroastrianisme, Kristen, Yahudi dan Bahá'í. Terdapat juga ateis dan agnostik. Orang Persia mulai memeluk Islam sekitar tahun 637651. Hal itu terkait rapat dengan penyebaran Islam pada zaman Khulafa'ur Rasyidin.

Etnis Persia di seluruh dunia[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]