Kekaisaran Hun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kekaisaran Hun

370–469
Kekaisaran Hun pada puncak kejayaannya.
Kekaisaran Hun pada puncak kejayaannya.
Bahasa yang umum digunakanTurkic
Agama
Tengrisme
PemerintahanMonarki
Raja Agung 
• 370
Kama Tarkhan
• 458-469
Dengizich
LegislatifKurultai
Sejarah 
• Hun menghancurkan suku Alan
370
• Raja Hun, Dengizich, meninggal
469
Didahului oleh
Digantikan oleh
Romawi Barat
Ostrogoth

Kekaisaran Hun adalah konfederasi suku Hun dari Asia Tengah. Melalui kombinasi persenjataan yang maju, mobilitas yang besar dan taktik lapangan, mereka mencapai keunggulan militer terhadap musuh mereka.[1] Muncul dari Sungai Volga beberapa tahun setelah pertengahan abad ke-4, mereka menghancurkan Alani yang menduduki daratan antara Volga dan sungai Don, dan dengan cepat menjatuhkan kekaisaran Ostrogoth antara Don dan Dniester. Pada tahun 376 mereka menaklukan Visigoth yang tinggal di Romania dan tiba di Danubia di Kekaisaran Romawi.[2] Raja mereka yang terkenal adalah Atilla.

Daftar Penguasa Hun[sunting | sunting sumber]

Periode Penguasa
370s Balamber
400–412 Uldin
412–413 Charaton
413–430 Octar and Rugila[3]
430–kr. 435 Rugila[4]
kr. 435–445 Bleda and Attila
445–453 Attila (Penguasa Tunggal)
453–454 Ellac
454–469 Dengizich
454–setelah 469 Ernak

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • E.A. Thompson, A History of Attila and the Huns (1948)
  • F. Altheim, Attila und die Hunnen (1951)
  • J. Werner, Beiträge zur Archäologie des Attila-Reiches (1956).
  • T. Hodgkin, Italy and Her Invaders, Vol. I (rev. ed. 1892, repr. 1967)
  • W. M. McGovern, Early Empires of Central Asia (1939)
  • F. Teggart, China and Rome (1969, repr. 1983);
  • Otto J. Maenchen-Helfen, The World of the Huns (1973).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Columbia Encyclopedia
  2. ^ Encyclopædia Britannica
  3. ^ Jordanes. History of the Goths. in Geary, Patrick J., Readings in Medieval History. p. 100
  4. ^ Otto J. Maenchen-Helfen. The World of the Huns: Studies in Their History and Culture, pp. 91–94, 104–105. Maenchen-Helfen demonstrates that the commonly reported date of 434 for Ruga’s death, based on the Gallic Chronicle of 452, is not credible, and that Theodoret’s dating of sometime after 435 is to be preferred.