Suku bangsa Austronesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Suku bangsa Austronesia
Tao1.jpg
Total populasi
400,000,000+
Kawasan dengan populasi yang signifikan

 Indonesia: 260,581,000 (2016) [1]
 Filipina: sekitar 98,500,000
 Madagaskar: lebih dari 20,000,000 (2011) [2]
 Malaysia: 14,290,000 (2010) [3]
 Amerika Serikat: 4,816,144 [4]
 Papua Nugini: 1,300,000
 Timor Leste: 1,167,242 (2015) [5]
 Selandia Baru: 855,000 (2006) [6] [7]
 Brunei: 724,000? (2006)
 Singapura: lebih dari 700,000[1]
 Kepulauan Solomon: 478,000 (2005)
 Taiwan: 480,000 (2006)
 Fiji: 456,000 (2005) [8]
 Australia: 210,843
 Samoa: 193,773 (2015)
 Tonga: 105,323
 Kepulauan Mariana Utara: 52,344
 Hawaii: 140,652 or 401,162 (depending on definition)[2]
 Suriname: 71,000 (2009)[3]
 Sri Lanka 40,189 (2012)[4]

 Chili: 5,682
Bahasa
Austronesia (rumpun bahasa Melayu-Polinesia atau rumpun bahasa Formosa)
Agama
Animisme, Shamanisme, Kristen (Katolik Roma, Protestan), Kepercayaan asli, Shinto Austronesia, Hindu, Buddha, Islam

Suku bangsa Austronesia,[5] bangsa Austronesia[6] atau suku bangsa pemakai bahasa Austronesia[7] adalah berbagai suku bangsa di Asia, Oceania dan Afrika yang memakai bahasa-bahasa dari keluarga Austronesia. Mereka meliputi penduduk asli Taiwan; kebanyakan kelompok etnisnya berada di Filipina, Malaysia, Timor Leste, Indonesia, Brunei, Kepulauan Cocos (Keeling), Madagaskar, Mikronesia, dan Polinesia, serta suku Melayu di Singapura, suku bangsa Polinesia dari Selandia Baru dan Hawaii, dan non-orang Papua di Melanesia. Mereka juga ditemukan di kawasan Pattani di Thailand, kawasan Cham di Vietnam dan Kamboja, dan kawasan Hainan di Tiongkok, sebagian Sri Lanka, selatan Myanmar, ujung selatan Afrika Selatan, Suriname dan sebagian kecil Kepulauan Andaman. Kawasan yang diduduki oleh suku bangsa pemakai bahasa Austronesia secara kolektif dikenal sebagai Austronesia. Kebanyakan orang Austronesia memiliki penampilan serupa seperti kulit berwarna muda sampai coklat dengan rambut lurus, keriting atau bergelombang.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sekitar 13.6% dari penduduk Singapura adalah keturunan Melayu. Selain itu, beberapa Tionghoa Singapura juga merupakan campuran keturunan Austronesia. Lihat pula "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 4 July 2007. Diakses tanggal 2007-04-25. 
  2. ^ U.S. 2000 Census
  3. ^ "The World Factbook". Cia.gov. Diakses tanggal 2013-10-21. 
  4. ^ "A2 : Population by ethnic group according to districts, 2012". Census of Population & Housing, 2011. Department of Census & Statistics, Sri Lanka. 
  5. ^ Gray, RD; Drummond, AJ; Greenhill, SJ (2009). "Language Phylogenies Reveal Expansion Pulses and Pauses in Pacific Settlement". Science 323 (5913): 479–483. PMID 19164742. doi:10.1126/science.1166858. 
  6. ^ Diamond, JM (2000). "Taiwan's gift to the world". Nature 403 (6771): 709–710. PMID 10693781. doi:10.1038/35001685. 
  7. ^ According to the anthropologist Wilhelm Solheim II: "I emphasize again, as I have done in many other articles, that 'Austronesian' is a linguistic term and is the name of a super language family. It should never be used as a name for a people, genetically speaking, or a culture. To refer to people who speak an Austronesian language the phrase 'Austronesian-speaking people' should be used." Origins of the Filipinos and Their Languages. (January 2006).

Buku[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]