Rumpun bahasa Hmong-Mien

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hmong–Mien
Miao–Yao
Distribusi
geografis:
China, Southeast Asia
Rumpun bahasa:Salah satu rumpun bahasa utama di dunia
Bahasa proto:Proto-Hmong–Mien
Pembagian:
ISO 639-5:hmx
Glottolog:hmon1336[1]
{{{mapalt}}}
Merah: bahasa-bahasa Hmongik; hijau: bahasa-bahasa Mienik

Rumpun bahasa Hmong–Mien (juga dikenal sebagai Miao–Yao) merupakan sebuah rumpun bahasa yang didominasi oleh bahasa-bahasa tonal dari wilayah selatan Cina dan utara Asia Tenggara. Bahasa-bahasa ini dipertuturkan di daerah pegunungan Cina selatan, termasuk di provinsi-provinsi Guizhou, Hunan, Yunnan, Sichuan, Guangxi, Hubei, di mana para penuturnya telah terpinggirkan menjadi "orang-orang gunung", sementara suku Han menempati lembah-lembah aliran sungai yang lebih subur.

Hubungan[sunting | sunting sumber]

Rumpun bahasa Hmong (Miao) dan Mien (Yao) memiliki hubungan yang dekat, tapi mereka jelas berbeda. Perbedaan terbesar antara kedua keluarga ini adalah fonologi mereka yang sudah berkembang secara divergen. Bahasa-bahasa Hmongik tampaknya masih mempertahankan konsonan awal yang ada di dalam protobahasanya, tetapi menggabungkan banyak konsonan koda (akhir suku kata), terutama konsonan luncuran (semivokal) medial dan konsonan akhir. Bahasa-bahasa Mienik, di sisi lain, mempertahankan konsonan final suku kata tetapi mengurangi jumlah konsonan awalnya.

Klasifikasi linguistik terawal menempatkan rumpun Hmong–Mien ke dalam rumpun bahasa Sino-Tibet. Klasifikasi ini masih banyak digunakan di Tiongkok, tetapi sebagian besar ahli bahasa di Barat menyatakan bahwa Hmong-Mien membentuk rumpun bahasa mereka sendiri. Rumpun ini diyakini memiliki asal-usul di tengah-selatan Cina. Sebagian besar ahli menyepakati bahwa nenek moyang bahasa-bahasa ini berasal dari daerah antara sungai Yangtze dan Mekong. Beberapa menganggap bahwa penutur bentuk purba bahasa ini terdesak dari utara seiring dengan menyebarnya orang-orang Han.[2] Bahasa Proto-Hmong-Mien dipertuturkan sekitar 2500 tahun yang lalu (500 SM) menurut perkiraan Sagart, Blench, dan Sanchez-Mazas, menggunakan metode tradisional dengan mempertimbangkan berbagai bukti. Sementara penelitian menggunakan algoritma eksperimental untuk memperkirakan hubungan bahasa-bahasa berdasarkan fonologi, Automated Similarity Judgment Program (ASJP), memperkirakan bahwa bahasa purba ini dipertuturkan sekitar 4243 tahun yang lalu.[3]

Paul K. Benedict, seorang peneliti Amerika, menyertakan bahasa-bahasa Hmong-Mien ke dalam teori rumpun bahasa Austrik. Namun hipotesis mengenai hubungan Hmong–Mien ini belum disepakati secara luas.[4] Kosaka (2002) mengajukan teori alternatif, Miao-Dai, yang menyatukan rumpun Hmong-Mien dengan bahasa-bahasa Tai-Kadai.[5]

Pohon bahasa dari rumpun hipotetis Miao-Dai, didasarkan pada karya Kosaka dan Vovin

Kosaka berpendapat bahwa ada banyak bukti hubungan genealogis antara bahasa-bahasa Hmong-Mien dan Kra-Dai (Tai-Kadai). Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa kesamaan mereka dengan rumpun bahasa Austronesia bisa saja karena memiliki leluhur bahasa yang sama (Proto-Asia Timur) atau hanya karena kontak areal di kemudian hari, terutama di pesisir arear timur dan tenggara Cina. Ia meyakini bahwa Hmong-Mien dan Kra-Dai berasal dari satu bahasa yang sama, tetapi menjelaskan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum teorinya dapat diterima secara luas di dalam komunitas linguistik.[5]

Nama[sunting | sunting sumber]

Istilah Mandarin untuk bahasa-bahasa ini adalah Miáo dan Yáo.

Di Vietnam, Hmong disebut sebagai "Jam'Mông", sementara Mien disebut sebagai "Dao" (Yao), meskipun "Miền" juga digunakan.

Meo, Hmu, Mong, Hmao, dan Hmong adalah nama lokal untuk Miao, tapi karena kebanyakan pengungsi Laos di Amerika Serikat menyebut diri mereka Hmong/Mong, nama ini menjadi lebih dikenal dalam bahasa Inggris dibandingkan nama lainnya, terutama dalam beberapa dekade terakhir. Namun, istilah 'Hmong/ Mong' ini hanya digunakan oleh sebagian kecil masyarakat Hmong/Miao di China, di mana mayoritas dari penutur bahasa-bahasa Miao tinggal. Di Cina, kata Miao (Cina: 苗; nada bervariasi menurut dialek Cina) digunakan oleh sebagian besar etnis untuk merujuk kepada rumpun bahasa dan kelompok etnis Hmong, meski awalnya kata ini merupakan istilah yang digunakan untuk mencela.[6]

Istilah Yao, di sisi lain, digunakan untuk sukubangsa Yao, yang merupakan kelompok budaya alih-alih bahasa. Termasuk di dalamnya adalah penutur bahasa-bahasa Mien, Kra–Dai, Yi, Miao, yang terakhir disebut juga sebagai Bùnǔ oleh orang-orang Yao.

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Seperti banyak bahasa-bahasa di Cina selatan, bahasa-bahasa Hmong–Mien cenderung monosilabis dan bersintaks analitik. Rumpun ini adalah salah satu rumpun bahasa paling tonal di dunia: bahasa-bahasa Longmo dan Zongdi, misalnya, memiliki sebanyak dua belas nada yang berbeda.[7] Adanya konsonan lepas (sonoran) nirsuara (voiceless) serta konsonan uvular adalah ciri rumpun bahasa ini; selain dari itu, fonologinya kurang lebih sama dengan bahasa-bahasa sewilayah.

Susunan kalimat utama Hmong-Mien adalah SPO, tapi tidak pencabangan kalimatnya tidak harus ke kanan seperti bahasa-bahasa Tai–Kadai atau kebanyakan bahasa-bahasa Mon–Khmer, karena Hmong-Mien meletakkan genitivus dan angka sebelum kata benda seperti bahasa Sinitik. Rumpun ini tidak memiliki kata penunjuk letak (preposisi/posposisi, secara kolektif adposisi): konstruksi verba berangkai menggantikan sebagian besar fungsi dari kata penunjuk letak dalam bahasa seperti bahasa Inggris. Misalnya, konstruksi serupa "adalah dekat (be near)" digunakan di mana dalam bahasa Inggris preposisi seperti "in" atau "at" akan digunakan.[8]

Selain nada dan ketiadaan adposisi, fitur lain yang mencolok adalah banyaknya kata penggolong yang digunakan serupa artikula atau demonstrativa dalam bahasa-bahasa lain untuk memodifikasi kata benda.

Bahasa campuran[sunting | sunting sumber]

Berbagai bahasa Sinitik yang belum terklasifikasi dituturkan oleh etnis Miao dan Yao. Bahasa-bahasa ini sering diklasifikasikan sebagai bahasa Sinitik dengan substratum Hmong-Mien atau bahasa campuran. Contohnya adalah bahasa seperti Shehua, Laba, Lingling, Maojia, Badong Yao, berbagai bahasa Yao Dataran Rendah (平地瑶话) termasuk Yeheni, Shaozhou Tuhua, dan berbagai dialek Pinghua. Sanqiao dan mungkin juga Baishi Miao 拜师苗, keduanya dipertuturkan di Guizhou, adalah bahasa campuran Hmongik dan Kam-Sui.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nordhoff, Sebastian; Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2013). "Hmong–Mien". Glottolog. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. 
  2. ^
    Blench, Roger. 2004. Stratification in the peopling of China: how far does the linguistic evidence match genetics and archaeology? Paper for the Symposium "Human migrations in continental East Asia and Taiwan: genetic, linguistic and archaeological evidence". Geneva June 10–13, 2004. Université de Genève.
  3. ^
  4. ^
    "On the Thai evidence for Austro-Tai" (PDF), in Selected Papers on Comparative Tai Studies, ed. R.J. Bickner et al., pp. 117–164. Center for South and Southeast Asian studies, the University of Michigan.
  5. ^ a b
    Kosaka, Ryuichi. 2002. "On the affiliation of Miao-Yao and Kadai: Can we posit the Miao-Dai family." Mon-Khmer Studies 32:71-100.
  6. ^
    app, Nicholas. The Hmong of China: Context, Agency, and imaginary. Leiden: Brill, 2001.
  7. ^
    Goddard, Cliff; The Languages of East and Southeast Asia: An Introduction; p. 36. ISBN 0-19-924860-5
  8. ^
    Goddard, The Languages of East and Southeast Asia; p. 121

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Chen Qiguang [陈其光] (2013). Miao and Yao language [苗瑶语文]. Beijing: Ethnic Publishing House [民族出版社]. ISBN 9787566003263
  • Paul K. Benedict (1942). "Thai, Kadai and Indonesian: a new alignment in south east Asia." American Anthropologist 44.576-601.
  • Paul K. Benedict (1975). Austro-Thai language and culture, with a glossary of roots. New Haven: HRAF Press. ISBN 0-87536-323-7.
  • Enwall, J. (1995). Hmong writing systems in Vietnam: a case study of Vietnam's minority language policy. Stockholm, Sweden: Center for Pacific Asian Studies.
  • Enwall, J. (1994). A myth become reality: history and development of the Miao written language. Stockholm East Asian monographs, no. 5-6. [Stockholm?]: Institute of Oriental Languages, Stockholm University. ISBN 91-7153-269-2
  • Lombard, S. J., & Purnell, H. C. (1968). Yao-English dictionary.
  • Lyman, T. A. (1979). Grammar of Mong Njua (Green Miao): a descriptive linguistic study. [S.l.]: The author.
  • Lyman, T. A. (1974). Dictionary of Mong Njua: a Miao (Meo) language of Southeast Asia. Janua linguarum, 123. The Hague: Mouton.
  • Lyman, T. A. (1970). English/Meo pocket dictionary. Bangkok, Thailand: German Cultural Institute, Goethe-Institute.
  • Purnell, H. C. (1965). Phonology of a Yao dialect spoken in the province of Chiengrai, Thailand. Hartford studies in linguistics, no. 15.
  • Ratliff, Martha (2010). Hmong–Mien-language history. Canberra, Australia: Pacific Linguistics. ISBN 0-85883-615-7.
  • Smalley, W. A., Vang, C. K., & Yang, G. Y. (1990). Mother of writing: the origin and development of a Hmong messianic script. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0-226-76286-6
  • Smith, P. (1995). Mien–English everyday language dictionary = Mienh in-wuonh dimv nzangc sou. Visalia, CA: [s.n.].

Pranala luar[sunting | sunting sumber]