Rumpun bahasa Austro-Asia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Austro-Asia
Austro-Asia
Distribusi
geografis:
Asia Selatan dan Tenggara
Klasifikasi
genetik
:
Salah satu rumpun bahasa utama dunia
Pembagian:
Bahasa Austro-Asia

Rumpun bahasa Austro-Asia yang secara harafiah berarti “Asia Selatan”, adalah sebuah rumpun bahasa-bahasa yang dipertuturkan di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di antara bahasa-bahasa yang termasuk rumpun bahasa ini, hanya bahasa Vietnam, bahasa Khmer, dan bahasa Mon yang mempunyai catatan sejarah yang panjang, dan bahasa Vietnam dan bahasa Khmer berstatus bahasa resmi (masing-masing di Vietnam dan Kamboja), sementara bahasa Santali dan bahasa Khasi masing-masing berstatus bahasa resmi di tingkat negara bagian di India. Bahasa lain dari rumpun ini dituturkan oleh sekelompok kecil masyarakat.

Rumpun bahasa Austro-Asia menyebar terpisah-pisah di India, Bangladesh, dan Asia Tenggara, dipisahkan oleh daerah dimana bahasa-bahasa lain dituturkan. Secara luas dipercaya bahwa rumpun bahasa Austro-Asia merupakan bahasa asli daerah di Asia Tenggara dan bagian timur anak benua India, dan bahwa rumpun bahasa lain di daerah itu termasuk Indo-Eropa, Tai-Kadai, Dravida, dan Sino-Tibet, adalah hasil dari migrasi manusia yang terjadi belakangan. (Sebagai contoh, ada kata-kata bahasa Austro-Asia pada rumpun bahasa Tibeto-Burma di Nepal timur.) Beberapa ahli bahasa telah mencoba membuktikan bahwa rumpun bahasa Austro-Asia berkerabat dengan rumpun bahasa Austronesia, sehingga membentuk rumpun besar Austrik.

Cabang utama[sunting | sunting sumber]

Rumpun bahasa ini biasa dibagi menjadi dua cabang yaitu: cabang Mon-Khmer dan Munda di India. Dari cabang Mon-Khmer ada dua bahasa yang penting yaitu bahasa Khmer yang dipertuturkan oleh kurang lebih 10 juta jiwa di Kamboja dan bahasa Vietnam yang dipertuturkan oleh kurang lebih 80 juta jiwa di Vietnam. Selain itu bahasa Mon dipertuturkan oleh sekelompk kecil sukubangsa Mon di Myanmar dekat perbatasan Thailand dan bahasa Khmu dipertuturkan di sebelah utara Laos dekat perbatasan Myanmar. Kemudian rumpun bahasa Asli yang dipertuturkan oleh orang Negrito di Semenanjung Malaka juga anggota cabang bahasa Mon-Khmer. Diperkirakan bahasa-bahasa Asli sukubangsa Asli ini sebenarnya bukan bahasa mereka, namun bahasa ini mereka ambil dari tetangga mereka.

Di India bahasa Mundari dan bahasa Santali adalah bahasa Austro-Asia yang sudah dipengaruhi oleh bahasa Indo-Eropa cabang Indo-Arya dan bahasa-bahasa Dravida. Penutur asli bahasa Munda adalah orang dari kelompok yang diperkirakan dahulu kala tersebar luas pula di India utara.

Di kepulauan Nicobar dipertuturkan pula bahasa-bahasa Austro-Asia. Sedangkan penduduk asli kepulauan Nicobar dan Andaman adalah sukubangsa negrito yang masih berkerabat dengan ‘orang asli’ di Malaysia dan sukubangsa Papua. Ada yang berpendapat bahasa mereka juga merupakan kerabat yang sangat jauh dari bahasa Papua.

Bahasa Austro-Asia secara skematis[sunting | sunting sumber]

Rumpun bahasa Austro-Asia secara skematis adalah sebagai berikut:

Austro-Asia

Kosa kata[sunting | sunting sumber]

Bahasa Mundari Khasi Wa Bahasa Vietnam Semai Khmer Bahnar Bahasa Indonesia
majam snaam nham máu bhiipm chhym phaam darah
sim sim sim chim ceepm chhab sem burung
med khjmat mắt mat pihneyll mat mata
ti kti tai' tay tekng dday tii tangan
siku ksi si' chấy cee' chhay sii kutu
red tjnrai riah rễ r'ees reuhk reeh akar
khmut miih mũi muh chhamoh hidung
Silsilah rumpun bahasa Austro-Asia menurut I. Peiros

Penyebaran bahasa Austro-Asia[sunting | sunting sumber]

Jika ditilik di peta, rumpun bahasa Austro-Asia penyebaran tidak berkesinambungan namun terputus-putus. Selain di Kamboja dan Vietnam, rumpun bahasa ini hanya dipertuturkan di kantong-kantong yang terisolir, dari India sampai di Semenanjung Malaka. Ada kemungkinan besar zaman dahulu kala bahasa-bahasa ini berkesinambungan. Tetapi pada suatu saat dalam sejarah terjadi kedatangan para penutur bahasa Indo-Eropa di India, bahasa Tai-Kadai di Thailand dan bahasa Austronesia di Semenanjung Malaka, yang bahasanya akhirnya menjadi dominan.

Keseragaman bahasa Austronesia di Semenanjung Malaka juga menunjang hipotesa ini. Bahasa Austronesia yang dipertuturkan di sini hanya dari kelompok bahasa Melayu saja. Keseragaman bahasa ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Melayu masih bisa dikatakan belum begitu lama di sini. Di Semenanjung Malaka, penduduk ‘asli’ atau aborigin, yaitu suku Negrito, adalah penutur bahasa Austro-Asia.

Ada pula yang berpendapat bahwa bahasa-bahasa Austro-Asia pernah dipertuturkan di pulau Sumatra. Menurut para pakar ini, sisa-sisa bahasa Austro-Asia ini masih meninggalkan jejaknya, atau disebut substratum, di bahasa-bahasa Sumatra modern.

Kekerabatan dengan rumpun bahasa lain[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa pakar yang menggolongkan rumpun bahasa Austro-Asia dengan rumpun bahasa Austronesia dan menamakannya rumpun bahasa besar atau superfamili Austrik. Mereka berpendapat bahwa semua bahasa di China bagian selatan sebenarnya berkerabat yaitu rumpun bahasa Austro-Asia, bahasa Austronesia, bahasa Tai-Kadai dan bahasa Hmong-Mien (juga disebut Miao-Yao). Secara skematis rumpun bahasa Austrik secara hipotetis adalah sebagai berikut:

  • Austrik
    • Austronesia
    • Tai-Kadai
    • Hmong-Mien
    • Austro-Asia

Para penutur keempat rumpun bahasa yang diduga berkerabat ini bermukim di daerah yang sekarang termasuk Tiongkok bagian selatan sampai kurang lebih pada antara tahun 2000 SM1000 SM. Kala itu kaum Han, yang merupakan penutur bahasa Sino-Tiber, dari Tiongkok utara menyerbu ke selatan dan para penutur bahasa Austrik tercerai-berai. Hal ini yang diduga sebagai alasan mengapa kaum Tai-Kadai lalu bermigrasi ke selatan dan para penutur bahasa Austro-Asia tercerai berai.

Kemudian para ahli linguistik memiliki argumen lain yaitu keberadaan kata-kata dasar dwisilabik yang mirip di mana bahasa Austronesia menyimpan kedua sukukata sedangkan bahasa Austro-Asia menyimpan sukukata pertama dan bahasa Tai-Kadai menyimpan suku kata kedua.

Contoh: Proto-Austronesia / Proto-Mon-Kmer (Austro-Asia) / Proto Thai (Tai-Kadai)

  • mata ‘mata’ / *măt ‘mata / *taa ‘mata’