Etnolinguistik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Etnolinguistik merupakan ilmu menelaah bahasa bukan hanya dari struktursemata,tapi lebih pada fungsi dan pemakaiannya dalam konteks situasi sosial budaya.[1] Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etnolinguistik merupakan cabang linguistik yang menyelidiki hubungan antara bahasa dan masyarakat pedesaan atau masyarakat yang belum mempunyai tulisan.[2] Menurut pendapat Wilhelm von Humboldt, bahwa perbedaan persepsi kognitif dan perbedaan pandangan dunia dari suatu masyarakat dapat dilihat dari bahasanya.[2] Dikatakan Anna Wierzbicka bahwa each language...contains a characteristics worldview.[2] Dalam pandangan etnolinguistik, terdapat keterkaitan antara bahasa dengan pandangan dunia penuturnya.[2]

Keberadaan Etnolinguistik[sunting | sunting sumber]

Bahasa-bahasa minoritas yang memiliki daya hidup etnolinguistik rendah cenderung akan digeser oleh bahasa-bahasa dengan vitalitas etnolinguistik yang kuat, karena penutur dengan vitalitas etnolinguistik yang rendah akan cenderung meningkatkan pilihan bahasanya pada bahasa lebih dominan.[3] Dalam konteks kebahasaan di Indonesia, kehidupan etnolinguistik bahasa-bahasa daerah di Indonesia rata-rata lebih lemah dibandingkan bahasa Indonesia.[3] Hal ini karena bahasa Indonesia ditopang oleh dukungan institusional pemerintah dan prestise sosialnya.[3] Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kita sekarang melihat fenomena pergeseran pilihan bahasa dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Antropolinguistik dan Pengertian Antropologi" (pdf). File UPI. Diakses tanggal 2014-06-17. 
  2. ^ a b c d "Pengertian Sosiolinguistik, Dialektologi, dan Etnolinguistik". Jendela Sastra. 2013-09-12. Diakses tanggal 2014-06-16. 
  3. ^ a b c d "Vitalitas Etnolinguistik". Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat. Diakses tanggal 2014-06-17.