Kesultanan Sulu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kesultanan Sulu Darussalam
سلطنة سولو دار الإسلام
1457–1917
 

 

 


Bendera

Kesultanan Sulu pada tahun 1822
Ibu kota Jolo
Bahasa Arab (resmi), Tausug, Bajau, Bisaya, Banguingui, Melayu
Agama Islam
Pemerintahan Monarki
Sultan
 -  1457–80 Sharif ul-Hashim
 -  1480–1505 Sultan Kamalud-Din
 -  1505–27 Sultan Amirul-Umara
 -  1884–99 Jamal ul-Kiram I
Sejarah
 -  Didirikan 1457
 -  Pembubaran Kesultanan 1917
Sekarang bagian dari Bendera Indonesia Indonesia
Bendera Malaysia Malaysia
Bendera Filipina Philippines
Disambig gray.svg
Bendera Kesultanan Sulu (yang kedua).
Lokasi Sulu di sudut barat daya Filipina Selatan
Sejarah Filipina
Philippine History Collage.jpg

Artikel ini adalah bagian dari serial
Prasejarah (900)
Callao dan Tabon
Kedatanagan Suku Negrito
Ekspansi Austronesia
Angono Petroglyphs
Periode klasik (900-1521)
Ma-i
Kerajaan Tondo
Konfederasi Madya-as
Kerajaan Manila
Kerajaan Namayan
Kerajaan Butuan
Kerajaan Cebu
Kesultanan Maguindanao
Kesultanan Sulu
Penjajahan Spanyol (1521–1898)
Hindia Timur Spanyol
Pengkristenan
Invasi Belanda
Invasi Inggris
Katipunan
Revolusi Filipina
Penjajahan Amerika (1898–1946)
Republik Pertama
Perang Filipina-Amerika
Republik Tagalog
Republik Negros
Republik Zamboanga
Pemerintahan Insuler
Persemakmuran
Pendudukan Jepang
Republik Kedua
Sejarah Filipino-Amerika
Independen (1946–kini)
Republik Ketiga
Era Marcos
Republik Kelima
Topik
Demografi
Militer
Politik
Komunikasi
Transportasi
Garis waktu

Portal Filipina
 v • d • e 

Kesultanan Sulu adalah sebuah pemerintahan Muslim yang pernah suatu masa dahulu menguasai Laut Sulu di Filipina Selatan. Kesultanan ini didirikan pada tahun 1450. Pada zaman kegemilangannya, negeri ini telah meluaskan perbatasannya dari Mindanao hingga bagian timur negeri Sabah. Dalam Kakawin Nagarakretagama, negeri Sulu disebut Solot, salah satu negeri di kepulauan Tanjungnagara (Kalimantan-Filipina) yaitu salah satu kawasan yang menjadi daerah pengaruh mandala kerajaan Majapahit di Nusantara. Negeri Sulu terletak di lepas pantai timur laut pulau Kalimantan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1380, seorang ulama keturunan Arab, Karim ul-Makdum memperkenalkan Islam di Kepulauan Sulu. Kemudian tahun 1390, Raja Bagindo yang berasal dari Minangkabau[1] melanjutkan penyebaran Islam di wilayah ini. Hingga akhir hayatnya Raja Bagindo telah mengislamkan masyarakat Sulu sampai ke Pulau Sibutu.[2]

Sekitar tahun 1450, seorang Arab dari Johor yaitu Sharif ul-Hashim Syed Abu Bakr tiba di Sulu. Ia kemudian menikah dengan Paramisuli, putri Raja Bagindo. Setelah kematian Raja Bagindo, Abu Bakr melanjutkan pengislaman di wilayah ini. Pada tahun 1457, ia memproklamirkan berdirinya Kesultanan Sulu dan memakai gelar "Paduka Maulana Mahasari Sharif Sultan Hashim Abu Bakr". Gelar "Paduka" adalah gelar setempat yang berarti tuan sedangkan "Mahasari" bermaksud Yang Dipertuan.

Pada tahun 1703, Kesultanan Brunei menganugerahkan bagian timur Sabah kepada Kesultanan Sulu atas bantuan mereka menumpas pemberontakkan di Brunei. Pada tahun yang sama, Kesultanan Sulu menganugerahkan Pulau Palawan kepada Sultan Qudarat dari Kesultanan Maguindanao sebagai hadiah perkawinan Sultan Qudarat dengan puteri Sulu dan juga sebagai hadiah persekutuan Maguindanao dengan Sulu. Sultan Qudarat kemudian menyerahkan Palawan kepada Spanyol.

Daftar sultan sulu[sunting | sunting sumber]

No. Sultan Memerintah
1 Sultan Sharif ul-Hashim 1450–1480
2 Sultan Kamalud-Din 1480–1505
3 Sultan Alaud-Din ?
4 Sultan Amirul-Umara 1505–1527
5 Sultan Muizzul-Mutawadi-in 1527–1548
6 Sultan Nasirud-Din I 1548–1568
7 Sultan Muhammad ul-Halim 1568–1596
8 Sultan Batara Shah Tengah 1596–1608
9 Sultan Muwallil Wasit I 1610–1650
10 Sultan Nasir ud-Din II 1645–1648
11 Sultan Salahud-Din Bakhtiar 1649/50–1680
12 Sultan Ali Shah ?
13 Sultan Nur ul-Azam ?
14 Sultan Al Haqunu Ibn Wali ul-Ahad ?
15 Sultan Shahabud-Din 1685–1710
16 Sultan Mustafa Shafi ud-Din 1710–1718
17 Sultan Badarud-Din I 1718–1732
18 Sultan Nasarud-Din 1732–1735
19 Sultan Alimud-Din I 1735–1748

1764–1773

20 Sultan Bantilan Muizzud-Din 1748–1763
21 Sultan Mohammad Israel 1773–1778
22 Sultan Alimud-Din II 1763–1764

1778–1789

23 Sultan Sharapud-Din 1789–1808
24 Sultan Alimud-Din III 1808
25 Sultan Aliyud-Din I 1808–1821
26 Sultan Shakirul-Lah 1821–1823
27 Sultan Jamalul-Kiram I 1823–1844
28 Sultan Moh. Pulalun Kiram 1844–1862
29 Sultan Jamalul A'Lam 1862–1881
30 Sultan Badarud-Din II 1881–1884
31 Sultan Harun Ar-Rashid 1886–1894
32 Sultan Jamalul-Kiram II 1894–1936

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Naim, Mochtar. Merantau: Causes and Effects of Minangkabau Voluntary Migration, 1971. 
  2. ^ Cecilio D. Duka, Struggle for Freedom : A Textbook in Philippine History, 2008

Pranala luar[sunting | sunting sumber]