Kesultanan Gunung Tabur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Istana Kesultanan Gunung Tabur
Bendera Kesultanan Gunung Tabur
Lambang Kerajaan Gunung Tabur.

Kesultanan Gunung Tabur adalah kerajaan yang merupakan hasil pemecahan dari Kesultanan Berau, di mana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an.[1] Kesultanan ini sekarang terletak dalam wilayah kecamatan Gunung Tabur, kecamatan Kelay, dan kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Peta Kesultanan Gunung Tabur
Utara Kesultanan Bulungan
Timur Laut Sulawesi
Selatan Kesultanan Sambaliung
Barat Kesultanan Sambaliung

Sultan Gunung Tabur[sunting | sunting sumber]

Sultan-sultan Gunung Tabur di antaranya adalah sebagai berikut:[2][3]

  1. 1800 - 1834 - Sultan Zainul Abidin II bin Badruddin
  2. 1834 - 1850 - Sultan Aji Kuning II bin Zainul Abidin
  3. 1850 - 1876 - Sultan Amiruddin (Maharaja Dendah I)[4]
  4. 1876 - 1882 - Sultan Hasanuddin II (Hasanuddin I Gunung Tabur) (Maharaja Dendah II bin Amiruddin)
  5. 1882 - 1903 - Sultan Siranuddin
  6. .1903 - 1921 - Sultan Achmad Maulana
  7. 1921 - 1953 - sultan Muhammad Khalifatullah Jalaluddin / H. Aji Raden Ayoeb

Referensi[sunting | sunting sumber]

Sumber[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia)Raja Alam Enggan Dipimpin Penjajah. Kaltim Pos, 17 Agustus 2003[pranala nonaktif permanen]
  2. ^ Indonesia traditional polities
  3. ^ (Belanda) Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Lembaga Kebudajaan Indonesia (1855). Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde. Lange & Co. hlm. 88.  Teks "Bagian 4" akan diabaikan (bantuan)
  4. ^ (Belanda) Verhandelingen en Berigten Betrekkelijk het Zeewegen, Zeevaartkunde, de Hydrographie, de Koloniën, Volume 13, 1853

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]