Arif Brata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Arif Brata
Arbrata.jpg
Nama lahir Arif Suryadi Brata
Nama lain Arif Brata
Lahir 11 Juli 1991 (umur 27)
Bendera Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Pekerjaan Pelawak tunggal
Tahun aktif 2014—sekarang
Pasangan Nurhikmah Dewi (m. 2017)
Anak Tsabit Haritsah Brata (2018)

Arif Brata (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 11 Juli 1991; umur 27 tahun) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Arif adalah salah satu pelawak tunggal atau komika muda yang cukup berprestasi dari Makassar dan juga menjadi komika reguler di komunitas tempat ia berlatih yaitu Stand Up Indo Makassar.[1] Namanya mulai dikenal secara nasional ketika berhasil meraih juara kedua kompetisi Street Comedy V yang diadakan komunitas Stand Up Indo di Jakarta tahun 2015, disusul kemudian tampil di kompetisi Stand Up Comedy Academy yang diadakan oleh Indosiar setahun setelahnya.

Karier[sunting | sunting sumber]

Arif yang pernah berkuliah di Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar ini mulai berkarier di jalur stand up comedy sejak tahun 2014. Sebelumnya ia bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta di Makassar. Setelah bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Makassar, ia terus berlatih sehingga banyak pengalaman yang ia peroleh dalam masa tersebut. Tak jarang ia selalu dianggap remeh oleh orang-orang yang tak mengerti stand up comedy. Pernah suatu hari ia stand up di salah satu acara reunian sekolah. Yang menjadi penontonnya kala itu sangat sedikit yaitu sekitar 10 orang. Selain itu, pernah pula ia stand up dan hanya dibayar pakai ucapan terima kasih saja. Tentu hal itu menjadi bagian yang sulit dalam meniti karier di awal. Namun Arif tak pernah mengeluh. Justru ia semakin bersemangat melakukannya. Sampai pada akhirnya ia mulai memberanikan diri mengikuti kompetisi stand up di salah satu kampus di Makassar. Tentulah ini menjadi sangat bersejarah baginya, mengingat itu adalah kompetisi pertama yang diikutinya. Saat itu pula ia berhasil meraih juara 2, yang tentu saja membuat kepercayaan dirinya bertambah. Puncaknya pada tahun 2015, Arif tampil sebagai salah satu perwakilan regional Sulawesi dalam kompetisi Street Comedy V yang diadakan komunitas Stand Up Indo di Jakarta. Bersaing dengan 22 komika lain yang berasal dari Sabang hingga Merauke, Arif akhirnya berhasil memperoleh juara kedua di kompetisi berskala nasional tersebut dan mendapatkan kesempatan untuk tapping di salah satu stasiun TV swasta.[2]

Bermodal juara dua Street Comedy V, pada tahun 2016 Arif mengikuti audisi Stand Up Comedy Academy yang diadakan oleh Indosiar di Makassar. Hasilnya Arif lolos sebagai salah satu dari 42 finalis kala itu. Dengan dimentori oleh Gilang Bhaskara dan pembawaan materi dengan logat khas Makassar yang ia bawakan, ia cukup diperhitungkan walaupun akhirnya ia harus tereliminasi di babak 28 besar.[3] Pasca kompetisi, Arif mulai dikenal luas oleh masyarakat dan mulai meniti kariernya di Jakarta. Ia kemudian ikut sebagai talent bagi Komtung TV yang berbasis di Bekasi, di samping ia tetap berlatih stand up comedy dengan bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Bekasi. Arif juga tercatat membintangi sejumlah film layar lebar setelahnya, beberapa diantaranya adalah Cek Toko Sebelah dan Susah Sinyal yang merupakan film karya komika Ernest Prakasa.[2][4] Pada tahun 2018, Arif kembali mengikuti kompetisi stand up comedy yaitu Stand Up Comedy Indonesia season 8 (SUCI 8) yang diadakan Kompas TV. Arif resmi menjadi finalis SUCI 8 setelah lolos lewat audisi di Jakarta. Pada format baru yang diperkenalkan SUCI 8, Arif awalnya tergabung dalam tim Pandji Pragiwaksono bersama finalis lainnya yaitu Wahyu Togog, Fianita, Fedro Dwi Putra, dan Ken Radhiq. Dibandingkan finalis lainnya, Arif termasuk salah satu kontestan yang bisa konsisten dalam penampilan selama di SUCI 8. Namun kembali Arif belum berhasil mencapai gelar juara karena ia harus close mic di babak 4 besar setelah sempat blank dan masih menyisakan durasi tampil lebih dari satu menit, yang dinilai terlalu cepat dalam mengakhiri penampilannya dibandingkan kontestan lain yang masih tersisa. Meskipun begitu, pencapaian Arif di SUCI lebih baik dari saat ia tampil di SUCA di mana kala itu ia harus terhenti di babak 28 besar.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Acara Televisi[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]