Dicky Difie

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Dicky Difie
Dickyyy.jpg
Nama lahir Dicky Fachrizal
Nama lain Dicky Difie
Lahir 6 Desember 1985 (umur 32)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan musisi, pelawak tunggal

Dicky Difie yang bernama asli Dicky Fachrizal (lahir di Jakarta, Indonesia, 6 Desember 1985; umur 32 tahun) adalah seorang musisi dan Pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Dicky merupakan seorang musisi yang tergabung dalam band Zeanine, band yang beraliran British pop yang sebelumnya bernama Akatsuki. Dalam band tersebut, Dicky berposisi sebagai gitaris merangkap vokalis hingga tahun 2012, karena Zeanine setelah itu memutuskan untuk vakum. Selain itu, Dicky saat ini lebih dikenal sebagai seorang pelawak tunggal atau komika. Pasca Zeanine vakum, Dicky bergabung dalam komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat. Dicky menjadi salah satu penggawa tim komunitasnya saat mengikuti Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV pada tahun 2014 dan berhasil menembus grand final. Atas prestasi tersebut, Dicky juga terpilih menjadi salah satu kontestan Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim kelima (SUCI 5) pada tahun 2015 tanpa harus mengikuti audisi[1]. Dicky dikenal dengan kemampuan act out serta personanya yang manis, kemayu, dan lembut seperti perempuan saat tampil ber stand up comedy.

Karier musik[sunting | sunting sumber]

Sebelum saat ini dikenal sebagai seorang komika, Dicky merupakan seorang musisi. Musik yang pertama ia tekuni adalah musik dangdut, hingga pada tahun 2005 Dicky pernah mengikuti audisi salah satu ajang kontes dangdut di salah satu stasiun TV swasta, namun belum berhasil lolos. Tidak hanya sekali, pada tahun berikutnya ia kembali mencoba dan hasilnya pun sama yang kemudian membuatnya pindah ke aliran musik rock. Pada tahun 2007, Dicky bergabung dengan band Akatsuki, sebuah band beraliran rock Japanese yang berkiblat pada band rock Indonesia yang top dengan genre ini, yaitu J-Rocks[2]. Dicky sendiri masuk menggantikan vokalis Akatsuki sebelumnya yang bernama Aki, dan mengisi posisi vokalis merangkap gitaris. Dengan nama Akatsuki, Dicky bersama dua rekannya Amy dan Yudi telah menghasilkan beberapa single antara lain Syarat Bercinta, Untukmu, Dia, dan Destroy My Friend[3].

Pada tahun 2008, Akatsuki mengubah nama mereka menjadi Zeanine. Masuknya Joe mengisi posisi keyboardis, membuat band ini makin berwarna sehingga Zeanine memiliki 4 orang personel. Aliran musik mereka yang awalnya rock Japanese menjadi British pop, meskipun gaya dan penampilan mereka masih berkiblat pada J-Rocks[4]. Dicky kala itu berpenampilan identik seperti Sonny, gitaris J-Rocks yang juga menjadi guru dari para personel Zeanine. Bersama dengan Zeanine, Dicky dan kawan-kawan meluncurkan mini album berjudul Find What You Feel pada tahun 2011 yang berisi 4 buah lagu dengan single andalan Benci Mengingatmu[5].

Karena kesibukan masing-masing personel termasuk Dicky yang sedang berkuliah, pada tahun 2013 Zeanine memutuskan untuk vakum. Dan di saat itulah Dicky mencari kesibukan sekaligus pekerjaan lain di luar dunia musik.

Karier Stand Up Comedy[sunting | sunting sumber]

Penampilan Dicky saat masih menjadi gitaris Zeanine

Setelah tidak bersama Zeanine, anak ke 2 dari 3 bersaudara ini secara tidak langsung menjadi tulang punggung keluarga karena meninggalnya sang ayah di saat yang sama. Beberapa pekerjaan telah ia coba mulai dari kerja kantoran hingga berjualan makanan. Walaupun begitu, Dicky yang pernah berkuliah di jurusan manajemen perhotelan Universitas Sahid, Jakarta ini terus berjuang demi menghidupi keluarganya.

Selain bekerja, kesibukan Dicky lainnya adalah ikut stand up comedy. Kebetulan setelah tidak bersama Zeanine, Dicky yang telah bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat sejak 2012 lebih serius menekuni bidang yang satu ini. Latar belakang Dicky yang pernah ikut teater saat masih sekolah, serta membentuk sebuah band parodi dari J-Rocks yaitu JeRuks pada tahun 2010, menjadi alasan ia ikut bergabung di komunitas tersebut. Siapa sangka bidang yang ia tekuni ini justru menjadi titik balik di mana ia kemudian lebih dikenal oleh orang banyak.

Sering mengisi acara open mic yang diadakan komunitasnya maupun memenuhi undangan komunitas Stand Up Indo se Jabodetabek untuk tampil ber stand up comedy, nama Dicky sebagai komika mulai dikenal di akhir 2014. Di mana saat itu, Dicky bersama tiga teman komunitasnya, Kikoy, Erwin, dan Indra Frimawan mewakili komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat dalam kompetisi Liga Komunitas Stand Up (LKS) yang diadakan Kompas TV. Dari sini Dicky kemudian dikenal lewat personanya ketika tampil di panggung. Dicky yang saat masih menjadi musisi bergaya rocker dengan Harajuku style, berubah 180 derajat ketika tampil ber stand up comedy. Personanya yang manis, kemayu, dengan suaranya yang khas serta lembut seperti perempuan membuatnya dibilang ngondek serta dianggap banci oleh sebagian besar penonton. Meskipun begitu, Dicky menampik bahwa dirinya adalah seorang banci, karakter banci itu hanya muncul saat ia tampil di panggung sedangkan di luar panggung tidak, ia masih laki-laki normal[6].

Penampilan Dicky di LKS banyak mengundang perhatian baik penonton maupun juri. Berkat personanya tersebut, Dicky dan tiga rekannya berhasil membawa tim komunitasnya ke grand final LKS, meskipun akhirnya harus merelakan gelar juara yang direngkuh oleh pesaingnya, Stand Up Indo Medan. Tetapi, karena penampilan Dicky dinilai paling baik malam itu dari keseluruhan komika yang tampil, Dicky berhak atas satu golden ticket Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim kelima (SUCI 5) dan lolos langsung tanpa harus mengikuti audisi, menyusul Ridho Brado dari Stand Up Indo Medan yang juga memperoleh golden ticket sebagai komika dari komunitas juara LKS. Meskipun telah dinyatakan lolos langsung, Dicky tetap mencoba untuk audisi SUCI 5 dan juga berhasil[7].

Potret salah satu penampilan Dicky di Stand Up Comedy Indonesia Season 5 (SUCI 5) Kompas TV

Di SUCI 5, Dicky dan Ridho dilabeli komika jebolan LKS karena mereka lolos sebagai wakil dari komunitas yang menjadi grand finalis LKS. Tidak hanya itu, Dicky juga kembali bersaing dengan tiga teman komunitasnya, yaitu Indra Frimawan, Afif Syafi'i, dan Rigen. Dicky tetap konsisten dengan persona ngondek nya yang membuatnya beberapa kali sering menjadi komika favorit mingguan di SUCI 5. Bahkan di salah satu show, Dicky bersama tiga komika SUCI 5 lainnya yaitu Ridho Brado, Adityanta Dani, dan Tomy Babap membentuk band parodi bernama OMONGAN ORANG, yang merupakan singkatan dari Orkes Melayu Ongan Orang. Penampilannya yang konsisten serta act out nya yang kocak menjadikannya salah satu kandidat terkuat untuk menjuarai SUCI 5. Namun langkah Dicky harus terhenti di babak 8 besar atau di show 9 SUCI 5 karena tidak menggunakan salah satu teknik stand up comedy yang disyaratkan dalam show tersebut. Banyak pendukungnya yang kecewa bahwa Dicky sebagai komika dengan persona terkuat di kompetisi terlalu cepat untuk tereliminasi. Karena banyak yang menantikan penampilannya, pada grand final SUCI 5 9 Juli 2015 Dicky kembali hadir mengobati kerinduan pendukungnya lewat aksi panggungnya ber stand up comedy. Tidak hanya itu, Dicky malah sering tampil baik dalam sketsa parodi maupun saat pemberian hadiah juara SUCI 5.

Saat ini Dicky bersama rekan-rekan jebolan SUCI 5 ikut terlibat mengisi program komedi baru di Kompas TV berjudul Combreak. Dalam program tersebut, Dicky diduetkan dengan Wira Setianagara sebagai pembawa berita. Selain itu, Dicky memiliki fansclub yang dipanggil Dickylicious.

Acara TV[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Bersama Zeanine:

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]