Gautama Shindu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gautama Shindu
LahirGautama Shindu Mahesa
15 Maret 1997 (umur 25)
Jepara, Jawa Tengah, Indonesia
PekerjaanPelawak tunggal, Karyawan swasta
Tahun aktif2015—sekarang
Pasangan
Aisyah Febriana
(m. 2018)
AnakSyifa (2019)

Gautama Shindu Mahesa (lahir 15 Maret 1997) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Berasal dari Jepara yang dikenal sebagai Kota Ukir, Gautama merupakan salah satu komika senior yang sudah berpengalaman bersama dengan komunitasnya, Stand Up Indo Jepara sejak 2015. Melabeli dirinya sebagai "Bapak-bapak funny dari Jepara", Gautama yang kadang disapa dengan panggilan Uta ini dikenal dengan pembawaan materi komedi yang menyelipkan satu hingga beberapa tebak-tebakan sebagai kesatuan premis komedi yang menjadi ciri khasnya ketika tampil ber stand up comedy. Nama Gautama mulai dikenal ketika mengikuti kompetisi Liga Komunitas Stand Up (LKS) musim ke-2 yang diadakan Kompas TV di tahun 2022 bertajuk SUCI X: Liga Komunitas sebagai jalur alternatif mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 10 (SUCI X) setelahnya. Gautama berhasil keluar sebagai juara 2 LKS dan berhak lolos ke kompetisi SUCI X untuk kemudian lolos sebagai finalis resmi setelah babak "Preliminary Show" dengan mencatatkan namanya sebagai perwakilan Jepara pertama di SUCI.[1] Sempat dikritik karena gaya komedinya yang dianggap menyepelekan kompetisi, Gautama menjawabnya dengan penampilan yang bagus secara struktur dan berhasil mencapai Grand Final. Gautama akhirnya harus puas sebagai runner up di kompetisi SUCI X.[2]

Karier[sunting | sunting sumber]

Gautama mengenal stand up comedy di akhir 2014 setelah menyaksikan penampilan stand up comedy Raditya Dika di Youtube. Penasaran karena baru mengetahui ada seni stand up comedy dan ada komunitasnya di Jepara tempat ia berdomisili, Gautama memutuskan bergabung dengan komunitas tersebut yaitu Stand Up Indo Jepara di tahun 2015. Pada awalnya Gautama membawakan materi mengenai kesehariannya secara umum, mengingat dirinya yang merupakan lulusan SMK sudah bekerja sebagai marketing, operator sekolah, serta menjadi karyawan salah satu usaha percetakan bersamaan dengan menggeluti stand up comedy.[3] Dalam perjalanannya mendalami stand up comedy ini, muncullah idenya untuk memasukkan formula tebak-tebakan ke dalam materi komedinya sebagai bagian dari premis komedi. Hal ini dikarenakan budaya penonton di Jepara ingin diajak ikut serta dalam menikmati pertunjukan yang mereka saksikan, termasuk stand up comedy yang bisa dibilang masih belum begitu ramai di Jepara. Maka agar penonton merasa dilibatkan ketika menyaksikan acara open mic ataupun show stand up comedy, tebak-tebakan dipilih oleh Gautama sebagai media interaksi langsung dengan penontonnya ketika ber stand up comedy.[3]

Menikah di tahun 2018 dan dikaruniai anak setahun setelahnya, Gautama kemudian diangkat menjadi ketua komunitas Stand Up Indo Jepara periode 2019 dan mulai memperbarui materi komedinya mengenai kehidupannya setelah berkeluarga, yang menjadi cikal bakal catchphrase nya sebagai "Bapak-bapak funny dari Jepara".[3][4] Melewati masa-masa sulit ketika pandemi COVID-19 mulai menyebar di tahun 2020, Gautama memutuskan berhenti sebagai karyawan percetakan dan fokus di stand up comedy dan mulai merintis karier sebagai konten kreator mengingat ia beserta beberapa rekannya di komunitas Stand Up Indo Jepara membuat konten dengan judul "Pamitnya Ngantor". Pada Oktober 2021 di tengah kondisi pandemi, Gautama akhirnya membuat pertunjukan spesialnya bertajuk "Check Point" yang sempat tertunda karena pandemi dan banyak dihadiri oleh penonton lokal Jepara. Dan di 2022 lah nama Gautama mulai dikenal di mana ia mengikuti audisi Liga Komunitas Stand Up (LKS) musim ke-2 yang diadakan Kompas TV di Solo mewakili komunitas Stand Up Indo Jepara dan berhasil lolos sebagai finalis. Tampil dengan ciri khasnya yang membawakan tebak-tebakan dan konsisten, Gautama keluar sebagai juara 2 dan berhak memperoleh Golden Ticket ke babak "Preliminary Show" Stand Up Comedy Indonesia season 10 (SUCI X). Gautama yang konsisten mengikuti audisi sejak musim ke-6 kompetisi SUCI ini akhirnya lolos sebagai finalis resmi SUCI X setelah belum beruntung di 4 musim sebelumnya.[1]

Di panggung SUCI X, Gautama tetap konsisten dengan persona "Bapak-bapak funny dari Jepara" plus pakem tebak-tebakan yang ia selipkan sebagai bagian dari premis komedi. Hanya saja di Show 4 gaya komedi Gautama ini sempat dikritik oleh Ernest Prakasa yang bertindak sebagai juri saat itu dan menimbulkan perbedaan pendapat dengan juri lainnya. Karena menurut Ernest, tebak-tebakan adalah cara yang bisa dibilang curang untuk memperoleh tawa ketika di dalam kompetisi mengingat Ernest pernah melihat penampilan Gautama di luar SUCI X tetap solid dan lucu tanpa adanya tebak-tebakan. Karena pernyataan tersebut, muncul pro dan kontra mulai banyak dukungan terhadap Gautama dan berujung Ernest tidak melanjutkan statusnya sebagai juri di kompetisi setelah Show 5.[5] Menjawab komentar miring tersebut, Gautama konsisten menyajikan komedi dengan pakem tebak-tebakan hanya di saat krusial dan tetap memberikan kesan yang membekas di mata penonton lewat struktur penulisannya. Langkah Gautama pun akhirnya mencapai Grand Final dan ia menghadapi Yono Bakrie, komika asal Samarinda yang sudah lebih dulu dikenal di luar kompetisi. Meskipun tampil lepas, Gautama sempat terkendala di awal penampilan sehingga membuat jeda panjang di penampilannya tersebut harus puas menjadi runner up di SUCI X. Catatan tersendiri bagi Gautama karena sepanjang pergelaran kompetisi, ia meraih gelar runner up baik di LKS maupun di SUCI dalam satu musim yang sama.[2]

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

Pertunjukan spesial[sunting | sunting sumber]

  • Check Point (2021)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]